79. End Up With Feby Cat

5.2K 346 12
                                        

“Akhirnya dia nyerah juga

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

“Akhirnya dia nyerah juga.”

Nia tertawa sinis melihat berita yang sedang tayang di televisi. Di sana tampak Virgo--sang fotografer--dan empat kru yang terlibat sedang meminta maaf dan klarifikasi atas berita yang tengah beredar, yang melibatkan Feby dan sang fotografer. Mereka mengakui kesalahan mereka yang telah melecehkan Feby selama syuting dan pemotretan.

Yang menyentuh Feby memang hanya sang fotografer, tapi mereka ikut menikmati saat Feby berpose sensual sesuai arahan mereka. Mereka juga sudah tahu dari awal tentang rencana sang fotografer.

Dalam klarifikasinya itu, Virgo dan kru lainnya juga mengungkapkan bahwa video dan foto yang mereka ambil itu niatnya akan mereka jadikan koleksi pribadi. Mereka juga menyebutkan bahwa perusahaan sama sekali tidak ikut andil dalam aksi mereka.

“Kok bisa? Bukannya kata lo beberapa hari yang lalu dia mau balik nyerang sampai nyewa pengacara?”

Feby ingat beberapa hari yang lalu Nia mengatakan bahwa Virgo akan melakukan serangan balik dengan menggandeng pengacara terkenal setelah digertak Nia dan diancam akan dilaporkan ke polisi.

Saat itu Virgo sama sekali tidak takut, bahkan terkesan menantang. Namun, hari ini tiba-tiba saja muncul video klarifikasinya yang tersebar di media sosial.

“Emang, tapi itu sebelum gue nyerang mental para kru,” balas Nia dengan tertawa jahat layaknya nenek sihir.

“Hah? Emang lo apain mereka?”

“Sama kayak yang gue lakuin ke Virgo. Gue ancam mereka dengan bilang kalau gue akan laporin mereka ke polisi karena masalah ini. Mungkin karena mereka nggak punya power jadi mereka langsung minta maaf, takut gue beneran laporin mereka ke polisi. Mereka juga cerita semuanya tentang rencana dan tindakan Virgo yang melecehkan lo.

"Mungkin karena itu Virgo akhirnya nyerah. Karena kalaupun dia melawan balik, dia akan kalah. Selain nggak punya backing-an, gue juga udah mengantongi bukti pelecehan yang dia lakukan berupa rekaman CCTV dan pengakuan para kru.”

Feby tersenyum puas. “Good. Gue cuma pengin mereka ngerasain sanksi sosial biar kejadian kayak gini nggak terulang lagi.”

“Tenang aja, dengan reputasi mereka yang buruk kayak gini bakal sulit buat mereka diterima di mana pun, kecuali perusahaan yang emang punya koneksi sama mereka.”

Feby manggut-manggut, setuju. Karier orang-orang yang bekerja di balik layar itu akan hancur karena ulah mereka sendiri. Dan, kemungkinan besar tidak akan ada yang mau mempekerjakan orang-orang seperti mereka setelah ini.

“Terus, mama lo gimana?” tanya Nia karena dia yakin Monica tidak akan puas hanya dengan klarifikasi saja.

“Mama akhirnya nurut aja apa pun keputusan gue meskipun sebenarnya masih pengin laporin masalah ini ke polisi.”

Kemarin Monica kembali mendatangi apartemen Feby untuk mengecek keadaan anaknya sekaligus ingin mengetahui perkembangan masalahnya.

Untuk ke sekian kalinya Monica meminta Feby melaporkan masalah ini ke polisi. Namun, yang didapat tetap penolakan. Feby tetap kukuh tidak ingin membawa masalah ini ke jalur hukum.

Shilly-ShallyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang