42. Bertemu Keluarga Januar

8K 521 7
                                        

Tidak lama setelah Feby mengatakan pada Januar jika dia sudah siap, terdengar ketukan pintu di unit apartemen Maysha

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tidak lama setelah Feby mengatakan pada Januar jika dia sudah siap, terdengar ketukan pintu di unit apartemen Maysha. Feby segera menghampirinya karena dia yakin yang mengetuk pintu itu adalah Januar.

Untuk beberapa saat Feby tercengang setelah membuka pintu dan mendapati seorang laki-laki tampan sudah berdiri di depan pintu unitnya. Januar. Laki-laki itu tidak ada bosannya membuat Feby terpesona. Pandangan Feby sampai tidak bisa lepas darinya sedikit pun.

Januar benar-benar tampak shining shimmering splendid. Kulitnya yang terang terlihat bercaya di balik setelan hitam yang dia pakai. Lengan kemejanya dia gulung sampai siku dan kancing atasnya terbuka, membuatnya terlihat ganteng dan hot secara bersamaan.

Mereka saling tatap cukup lama karena Januar juga terpesona dengan penampilan Feby saat ini. Dia akui Feby memang selalu cantik, bahkan saat rambutnya sudah lepek dan wajahnya kucel sekalipun. Namun, malam ini kecantikannya tampak bertambah berkali-kali lipat. Tatapan kagum terpancar jelas di bola mata Januar pada cewek di depannya ini.

Sama sepertinya, Feby juga memakai warna hitam. Dress brokat warna hitam dengan panjang sedikit di atas lutut itu membalut tubuhnya dengan pas. Sementara kaki putihnya tampak elegan dengan heels berwarna nude yang dia pakai. Untuk sling bag-nya, dia memilih warna putih yang tampak mencolok saat dipadukan dengan dress-nya yang berwarna gelap.

Rambut Feby yang berwarna kecoklatan kali ini dia model half ponytail dengan bagian bawah yang agak curly. Lehernya yang putih bersih tampak semakin cantik dengan kalung berlian putih yang melingkarinya, membuatnya berkilau di kegelapan malam.

Tanpa sadar Januar berdecak kagum. Dia jadi mempertanyakan seleranya karena Feby yang seperti ini bahkan tidak berhasil membuatnya tertarik, setidaknya itu dulu. Tidak tahu kalau sekarang. Yang pasti Januar sudah memiliki cewek di depannya ini. Dia tidak akan membiarkan cowok lain mengganggu miliknya.

“Padahal aku mau pakai dress pink yang kelihatan lebih cocok dipakai ke ulang tahun balita, tapi kamu malah nyuruh aku pakai dress hitam kayak gini,” gerutu Feby. Bibirnya cemberut, kesal. Sudah hilang rasa terpesonanya barusan.

Jika diingat-ingat, mereka jadi lebih sering bertengkar sekarang. Itu terjadi sejak Feby mulai membalas apa pun yang dilakukan Januar, sedangkan dulu dia hanya menerima saja segala perlakuan Januar yang merugikannya.

“Ya biar matching sama kemeja gue,” balas Januar santai.

Tadi Januar memang meminta Feby memakai dress warna hitam di saat Feby sudah menyiapkan dress warna pink, tas, dan high heels yang cocok dengan warna dress-nya. Meski kesal karena harus menyiapkan ulang semuanya, Feby tetap menuruti ucapan Januar.

Sejujurnya sejak tadi Feby bertanya-tanya, apa tidak ada dress code yang ditentukan? Apalagi ini untuk pesta ulang tahun anak kecil. Umumnya, sih, ada dress code sesuai dengan warna favorit anak yang sedang berulang tahun.

Shilly-ShallyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang