11. Nasi Goreng Ala Feby

5.9K 463 25
                                        

Pantang menyerah sudah seperti nama tengah Feby sejak dia memutuskan untuk mendekati Januar

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pantang menyerah sudah seperti nama tengah Feby sejak dia memutuskan untuk mendekati Januar.

Segala penolakan dan rasa sakit yang cowok itu berikan hanya bertahan sebentar saja karena setelah itu Feby kembali mendekatinya lagi. Seolah tidak terjadi apa-apa antara dirinya dengan Januar padahal baru saja Januar menghancurkan hatinya hingga menimbulkan perih yang tidak main-main.

Kini Feby bisa mengangkat wajahnya lagi dan memasang kembali senyum terbaik yang dia punya selang beberapa puluh menit sejak Januar pergi meninggalkannya di depan unit apartemen cowok itu.

Tidak ada lagi Feby yang tertunduk sedih. Yang ada hanya Feby dengan ekspresi cerianya.

Terlalu sering terluka karena sikap Januar sepertinya membuat Feby jadi tahan banting. Penolakan Januar dan ucapannya yang pedas seolah hal lumrah untuk Feby saat ini.

Feby sudah membuat keputusan, dia tidak akan menyerah sebelum benar-benar capek. Dan, saat ini dia masih sangat bersemangat untuk meluluhkan hati Januar.

Mungkin dengan dia terus muncul di depan Januar bisa membuat Januar terbiasa dengan kehadirannya dan membuatnya menaruh perhatian lebih pada Feby.

Karena suatu alasan, Feby tidak kunjung keluar dari mobil sekalipun mobilnya sudah berhenti di parkiran sejak beberapa menit yang lalu.

Dia sedang menunggu seseorang yang kemungkinan sebentar lagi akan sampai di parkiran karena dia sempat melihat mobil orang itu tadi berjalan di belakang mobilnya.

Jalanan menuju area parkir mobil memang lumayan macet jadi kemungkinan mobil orang itu terjebak macet.

Jari Feby mengetuk-ngetuk setir, sedangkan pandangannya mengedar mencari seseorang yang sedang dia tunggu.

Tidak lama kemudian mobil orang itu muncul juga. Dia melewati mobil Feby dan mencari spot yang masih kosong untuk parkir mobilnya.

Feby keluar dari mobil. Dia menunggu orang itu di depan mobilnya karena pastinya orang itu akan melewatinya saat keluar dari parkiran. Tangannya kini menjinjing paperbag berisi bekal untuk Januar.

Apa pun yang terjadi bekal ini harus sampai di tangan Januar karena Feby membuatkan bekal ini hanya untuknya. Dia tidak bisa memberikannya pada orang lain atau memakannya sendiri.

"Elgar!" panggil Feby saat orang yang ditunggu berjalan melewatinya.

Elgar sontak menoleh. Kakinya berhenti melangkah setelah mendengar ada yang memanggilnya. Dia menunggu saat Feby berlari kecil ke arahnya.

Melirik ke arah tangan Feby, Elgar mulai paham tujuan Feby memanggilnya. Apalagi dia sudah sangat familier dengan paperbag yang Feby bawa itu.

"Kenapa, By?" tanya Elgar pura-pura tidak mengerti.

"Gue titip bekal ini buat Januar, dong!" Feby menatap Elgar memohon dengan tersenyum merayu.

Helaan nafas lolos dari bibir Elgar. Melihat Feby seperti itu membuatnya prihatin. Ingin sekali dia menyadarkan Feby dan mengajaknya pacaran agar tidak perlu mengejar-ngejar Januar lagi.

Shilly-ShallyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang