65. Hangover

7.3K 488 16
                                        

"Yang sebenarnya terjadi nggak kayak yang lo pikirin sekarang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Yang sebenarnya terjadi nggak kayak yang lo pikirin sekarang. Gue emang bodoh, udah bikin lo salah paham cuma karena gue cemburu. Tapi, perlu lo tahu kalau gue nggak niat jadi playboy. Gue emang kelihatan dekat sama banyak cewek, tapi itu cuma buat balas dendam sama lo aja karena lo udah bikin gue patah hati dengan kedekatan lo sama Aprilio. Gue pengin bikin lo cemburu kayak apa yang gue rasain tiap lihat lo sama Aprilio. Cuma karena itu. Gue nggak ada rasa sama sekali sama cewek-cewek itu. Gue sama mereka juga cuma jalan dan nongkrong bareng, nggak lebih."

Januar akhirnya mendapat kesempatan untuk menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi di antara mereka 6 tahun lalu.

"Kenapa cemburu? Kan aku udah pernah bilang sama kamu kalau aku sama Kak Leo itu kayak kakak-adik."

"Kakak-adik apa yang sampai cium-ciuman kayak gitu? Kita pas pacaran aja nggak ada cium-ciuman." Nada kesal terselip dalam ucapan Januar.

"Itu bukan kemauanku. Aku disuruh mama. Kami cuma recreate foto masa kecil aja," balas Feby membela diri.

"Tapi, ya harusnya sadar diri dong. Kalian udah sama-sama gede, nggak ada hubungan darah juga. Masa sampai cium-ciuman kayak gitu cuma buat foto." Januar tidak bisa menyembunyikan kesinisannya.

"Kalau mau marah, marah sama mamaku aja sana."

Feby menatap Januar kesal. Yang punya ide mamanya kok dia yang dimarah-marahi.

"Ya nggak berani, lha. Nanti kalau nggak direstui gimana?"

"Ngapain mikirin restu kalau aku aja belum tentu mau balik sama kamu." Feby tersenyum mengejek.

"Emang lo udah punya cowok?"

Januar menunggu Feby menjawabnya dengan deg-degan. Dia takut Feby akan menjawab jika dia sudah punya pacar.

"Nggak perlu tahu."

"Meskipun lo nggak mau jawab, tapi dilihat dari ucapan lo barusan gue bisa nyimpulin kalau lo belum punya cowok. Jadi, masih ada kesempatan buat gue."

Senyum miring terukir di wajah tampan Januar. Dia yakin dengan dugaannya karena kalau Feby sudah punya cowok pasti cewek itu akan menjawab dengan jelas.

"Sotoy." Mata Feby melirik Januar sengit.

Januar mengedikkan bahu. Tiba-tiba dia melepas jasnya lalu memakaikan jas itu di bahu Feby.

"Ngapain?" tanya Feby terkejut dengan tindakan Januar yang tiba-tiba.

"Biar nggak dingin. Gue ke sana dulu, ya. Lapar, belum makan."

Meskipun Januar masih ingin berlama-lama mengobrol dengan Feby, tapi dia tidak bisa mengabaikan rasa lapar yang menyerang perutnya sejak tadi. Lambungnya mulai perih. Dia harus mengisi tenaga dulu sebelum modus ke Feby lagi.

💔💔💔

Selesai reuni, mereka tidak langsung pulang karena Johan-salah satu mantan model SMA Pertiwi-mengundang mereka ke salah satu bar milik orang tuanya yang kini dia kelola. Dia berjanji akan menraktir mereka di sana.

Shilly-ShallyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang