25. Beda Nasib

5.7K 410 27
                                        

Ada yang aneh dari Era hari ini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ada yang aneh dari Era hari ini. Jika biasanya cewek itu menonton konten-konten Youtubers yang dia ikuti di Youtube jika sedang jamkos atau gabut, tapi hari ini tidak. Dia terlihat terus berbalas pesan dengan seseorang sambil sesekali mesem-mesem tidak jelas.

Mata Feby terus menatapnya aneh dari bangku sebelahnya. Sejujurnya dia sudah menyadari perubahan Era sejak tadi pagi. Temannya itu jadi mudah tersenyum. Sayangnya, Feby belum sempat menanyakannya karena dia terlalu sibuk dengan perasaannya sendiri dan pertanyaan-pertanyaan yang memenuhi kepalanya tentang sikap Januar.

“Lo kenapa, sih, dari tadi mesem-mesem terus?” tanya Feby penasaran.

Era menoleh. Senyumnya semakin melebar saat Feby menanyakan alasannya tersenyum. Tanpa bisa dikondisikan, pipinya tiba-tiba memerah.

Ponselnya dia geletakkan begitu saja di atas meja. Kini tatapannya hanya terfokus pada Feby. Mumpung Feby menanyakannya, Era akan mulai bercerita tentang berita yang menggembirakan yang belum sempat dia bagikan pada Feby.

“Lo ingat Vito?” Bukannya menjawab pertanyaan Feby, Era malah balik bertanya.

Kerutan di dahi Feby muncul. Dia mencoba mengingat seseorang yang bernama Vito, sayangnya otaknya kini hanya dipenuhi Januar.

Memang sudah terlanjur bucin. Sekejam apa pun Januar memperlakukannya, Feby tidak bisa menghilangkan cowok itu dari pikirannya.

Bola mata Era berputar melihat kerutan di dahi Feby. Sepertinya temannya itu tidak mengingatnya padahal Era pernah menceritakannya 2 minggu lalu.

“Itu lho teman SMP gue yang gue ceritain ke lo 2 minggu lalu.”

“Oh, yang nge-chat lo setelah kalian ketemu di acara dies natalis SMP lo itu?” Feby mulai bisa mengingatnya.

2 minggu yang lalu Era memang pernah bercerita kalau teman SMP-nya yang dulu suka menjahilinya tiba-tiba mengiriminya pesan setelah mereka sama-sama datang ke acara dies natalis SMP-nya.

Katanya, cowok itu mendapatkan nomor Era dari grup kelas alumni SMP. Era memang tidak menyimpan semua nomor teman SMP-nya. Dia hanya menyimpan nomor teman dekatnya saja.

Mengingat hubungan mereka yang tidak begitu akrab, Era hanya meladeni pesan Vito seadanya saja. Seringnya dia mengabaikan pesan cowok itu karena menurut Era tidak ada yang penting dari isi pesannya.

“Iya! Dia kemarin nembak gue dan sekarang kami pacaran,” jawab Era dengan cengengesan.

Dia tidak menyangka akan mau dengan Vito, cowok yang selalu mengganggunya dan menyebut rambut Era—saat sedang diikat—seperti buntut kuda.

Feby sudah berniat membuka mulut, ingin mengatakan kalau dia kemarin juga ditembak Januar, tapi urung saat Era kembali berbicara. Dia meneruskan ceritanya yang belum usai.

“Gue nggak nyangka cowok nyebelin kayak dia pas udah jadi pacar romantis juga. Ke mana-mana pamit, perhatian banget lagi. Kemarin malam aja gue di-gofood-in gara-gara malas makan. Tadi juga dia nganterin gue sekolah padahal sekolah dia berlawanan arah sama Smaper ...”

Shilly-ShallyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang