PDKT sama Maretta, jadiannya sama Feby.
Meski tahu Januar menyukai cewek lain, tapi Feby tidak menyerah untuk membuat lelaki itu menyukainya. Dia melakukan segala cara untuk menarik perhatian Januar. Namun, sekeras apapun Feby berusaha, dia akan sel...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
“Sialan si Irna. Malu-maluin gue aja,” dumel Elgar sesampainya di meja teman-temannya.
Mereka berempat kini sedang menghabiskan jam istirahat di kantin. Makanan berat yang mereka pesan sudah habis sejak beberapa menit yang lalu.
Hanya tinggal minuman dan snack saja yang masih mereka cemili sambil menunggu bel masuk berbunyi.
Kali ini Januar ke kantin bersama mereka karena Maretta sedang rapat OSIS, sedangkan Feby juga tumben-tumbenan tidak menghampirinya. Cewek itu juga tidak memberi Januar bekal seperti kemarin.
Bukannya Januar mengharapkan bekal dari Feby. Dia hanya sedikit heran dengan sikap cewek itu yang kumat-kumatan. Kadang mengganggunya seharian, kadang juga tidak muncul sama sekali seperti hari ini.
Mungkin sudah kapok karena terus mendapat penolakan dari Januar, Feby kini sudah tidak pernah lagi meminta nebeng pada Januar. Cewek itu sekarang juga berangkat semaunya, tidak menunggu Januar seperti dulu.
Januar ikut senang melihat Feby mulai sadar dan lebih waras dalam menyukai seseorang, karena sebenarnya Januar juga tidak suka kalau Feby sampai harus terlambat hanya untuk menunggunya.
Namun, dia juga tidak mau memberikan Feby kesempatan untuk memberikannya perhatian.
Dia takut Feby akan semakin menyukainya karena itu akan berakhir sia-sia. Perhatian Feby tidak akan mengubah perasaannya untuk Maretta.
“Kenapa?” tanya Damar sambil membuka kulit kacang.
Mata Damar kini menatap ingin tahu pada Elgar yang sudah duduk di sebelah Navy dan sedang memakan kacang yang baru saja dikupaskan oleh Navy.
Elgar mulai menceritakan kejadian-kejadian memalukan yang dia alami setelah menjalankan dare dari Damar.
Kini dia terkenal sebagai cowok yang sedang mengejar-ngejar Irna. Semua orang bisa sampai berpikir seperti itu karena mulut Irna sendiri yang menyebarkannya.
Sepertinya dirinya salah ambil pilihan. Seharusnya dia tidak memilih tantangan kencan dengan Irna karena itu sama saja dengan suka rela menjadikan dirinya trending topic selama beberapa waktu.
Irna yang suka menyebarkan gosip itu akan dengan senang hati menyebarkan gosipnya sendiri yang pernah diajak kencan oleh Elgar.
Mungkin hampir satu sekolahan kini sudah mendengar gosip itu dari mulut Irna sendiri. Dia menyebarkannya dari mulut ke mulut hingga menjadi ghibah berantai.
Karena Irna, Elgar sekarang semakin tidak betah di dalam kelasnya sendiri. Dia risi karena ledekan teman-temannya yang mengarah padanya dan Irna.
Belum lagi tingkah Irna yang dengan berani menatapnya terus-terusan di setiap kesempatan. Cewek itu bersikap seolah mereka ada hubungan padahal Elgar tidak memberinya harapan saat makan malam waktu itu.