46. Duduk Berdua

10.3K 637 20
                                        

Sabtu ini anak modeling ada pemotretan di puncak

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sabtu ini anak modeling ada pemotretan di puncak. Pemotretan itu untuk cover majalah sekolah edisi bulan depan yang bertemakan cerita rakyat—lebih spesifiknya, cerita Jaka Tarub Dan Tujuh Bidadari—untuk memperingati Hari Dongeng Nasional.

Tidak hanya cover, mereka juga pemotretan untuk isi majalah sesuai dengan cerita rakyat yang sudah ditentukan.

Feby kebagian pemotretan untuk cover majalah. Dia akan menjadi salah satu bidadari yang sedang mandi di sungai. Tepatnya, dia akan menjadi Nawang Wulan yang kehilangan selendangnya karena dicuri Jaka Tarub. Sementara Jaka Tarubnya adalah Elgar.

Di beberapa kesempatan, Feby dan Elgar memang sering dijadikan perwakilan dari tim cewek dan tim cowok untuk menjadi main character. Tidak heran jika mereka dijuluki ‘Anak Emas Miss Naya’.

Popularitas mereka yang membuat Miss Naya selalu memilih mereka, meskipun Elgar lebih populer sebagai drummer band The Charmer dibanding model SMA Pertiwi.

Pukul 7 pagi Feby sudah ada di sekolah bersama anak modeling lainnya. Mereka berkumpul di taman menunggu anak-anak modeling dan tata busana yang belum datang sebelum nantinya memasuki bus bersama.

Pemotretan kali ini mereka akan menggunakan bus karena tempatnya jauh. Pihak sekolah takut mereka akan terpencar jika menggunakan kendaraan pribadi.

Mereka baru diperbolehkan menggunakan kendaraan pribadi saat pemotretan atau menghadiri acara lainnya yang tidak terlalu jauh.

Mengingat semua sudah disiapkan oleh pihak sekolah, mulai dari kostum sampai make up, Feby hanya membawa sling bag saja yang berisi barang-barang pribadinya.

Mereka juga kemungkinan hanya setengah hari di sana. Selesai pemotretan mereka akan langsung pulang meskipun pihak sekolah sudah menyewa sebuah villa untuk tempat mereka bersiap-siap nantinya.

Saat waktu sudah menunjukkan pukul setengah 8, Miss Naya menghampiri mereka yang sedang duduk-duduk di taman. Dia membawa kertas dan sebuah pulpen di tangannya.

“Sebelum masuk bus, saya akan absen kalian dulu,” ucap Miss Naya sebelum mulai menyebut satu-persatu nama yang tertera di daftar absennya.

Tidak semua anak modeling ikut dalam pemotretan kali ini. Hanya anak-anak terpilih saja yang bisa ikut dan kebanyakan adalah yang sudah senior karena yang junior masih harus banyak belajar.

Selesai absen, Miss Naya mempersilahkan mereka untuk memasuki bus yang ternyata sudah lebih dulu di isi oleh anak-anak tata busana. Mereka langsung menempati kursi yang tersisa.

“Duh, gue kebelet, nih. Lo masuk duluan aja, cari kursi buat kita berdua. Kalau bisa jangan yang posisinya di atas ban, ya, biar guncangannya nggak terlalu terasa,” suruh Era saat Feby berniat menyusul anak-anak modeling lainnya yang sudah memasuki bus.

Setelah mengatakan itu, Era lari terbirit-birit menuju toilet terdekat.

Feby geleng-geleng kepala melihat tingkah temannya itu. Era sampai seperti itu karena katanya tadi dia sarapan dengan sambal cumi yang sangat pedas, dan sepertinya efeknya sedang bekerja sekarang.

Shilly-ShallyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang