58. Kebetulan

8.3K 529 14
                                        

Tangan Feby memutar setir, mengarahkan mobilnya untuk memasuki halaman sebuah restoran

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tangan Feby memutar setir, mengarahkan mobilnya untuk memasuki halaman sebuah restoran. Karangan bunga berisi ucapan selamat yang jumlahnya lumayan banyak tampak tersebar di halaman hingga pintu masuk.

Ini adalah restoran khas Sunda cabang ke-13 milik Asry, tante Feby. Restoran ini baru buka hari ini.

Sebagai saudaranya, tentu saja Feby dan keluarganya diundang ke grand opening-nya. Sayangnya, hanya Feby dan mamanya yang bisa hadir karena papanya dan Maysha sedang ada urusan lain.

Papa sedang ada pekerjaan di luar kota, sedangkan Maysha ada kegiatan di kampusnya yang mengharuskannya untuk ikut.

Sejujurnya Feby ragu dengan alasan yang diberikan kakaknya. Bisa saja Maysha beralasan seperti itu agar Mama tidak mengajaknya karena dia tahu akan berakhir seperti apa jika Mama sudah bertemu dengan tante-tante mereka.

Maysha akan lebih memilih berdiam diri di apartemennya daripada terjebak bersama ibu-ibu yang obrolannya tidak ada habisnya. Mulai dari membicarakan keluarga masing-masing sampai membicarakan para artis. Dia tahu karena dia mantan supir arisan Mama yang selalu ikut Mama arisan.

Lagi pula ini hari sabtu dan setahu Feby, Maysha hanya kuliah sampai hari Jumat saja. Memang kegiatan apa yang membuatnya harus tetap masuk di saat seharusnya dia libur?

“Nanti jangan lama-lama ya, Ma,” pinta Feby dengan tampang memelas setelah mobilnya terparkir di area parkir restoran.

“Nggak, tenang aja,” balas Mama menenangkan, sayangnya Feby tetap tidak tenang. Bilangnya saja tidak lama, tapi yang terjadi biasanya sebaliknya karena yang seperti ini bukan pertama kalinya terjadi.

Mereka memasuki restoran bergaya Sunda kontemporer yang seluruh bangunannya terbuat dari kayu. Suasananya terasa hangat, tidak terkesan mengintimidasi seperti restoran mewah berbintang yang terkadang membuat Feby kebingungan memilih baju saat akan mendatanginya.

Mama langsung menghampiri adiknya—Tante Asry—sementara Feby terus mengikuti di belakangnya seperti ekor.

Sambil berjalan, matanya mengedar memperhatikan interior restoran hingga langkahnya akhirnya berhenti saat Mama berhasil menemukan Tante Asry.

“Selamat ya, Sry. Mbak bangga restoran kamu bisa buka cabang sampai sebanyak ini,” ucap Mama sambil memeluk Tante Asry.

Tante Asry yang sebelumnya sedang menyambut teman-temannya langsung tersenyum dan membalas pelukan Mama setelah menyadari kedatangan Mama.

Di sampingnya, Feby tidak begitu memperhatikan adegan Teletubbies itu. Dia masih asyik melihat-lihat sekitar.

“Makasih, Mbak,” balas Tante Asry.

Salah satu dari teman Tante Asry tiba-tiba maju setelah pelukan Mama dan Tante Asry terurai. Dia menatap Mama dengan tersenyum lebar.

“Ya ampun, Monica, aku pangling lho lihat kamu. Kalau Asry tadi nggak manggil kamu ‘mbak’ pasti aku nggak bakal ngira kalau ini kamu. Udah lama, ya, kita nggak ketemu.” Wanita itu memeluk Mama.

Shilly-ShallyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang