PDKT sama Maretta, jadiannya sama Feby.
Meski tahu Januar menyukai cewek lain, tapi Feby tidak menyerah untuk membuat lelaki itu menyukainya. Dia melakukan segala cara untuk menarik perhatian Januar. Namun, sekeras apapun Feby berusaha, dia akan sel...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pertemuan dan pembicaraan Feby dengan Januar di restoran Sunda milik Asry tidak memberikan banyak perubahan untuk hubungan mereka. Bahkan tidak ada kemajuan sedikit pun meskipun Januar sudah meminta untuk diberi kesempatan sekali lagi.
Feby tetap pada keputusannya. Dia ingin mengistirahatkan hatinya yang masih capek setelah mencintai Januar bertahun-tahun dan terluka menghadapi sikap Januar satu tahunan ini.
Sejujurnya usaha Januar membujuknya tidak sepenuhnya gagal karena terkadang terbesit pikiran untuk memberinya kesempatan kedua di otak Feby, tapi ingatan-ingatan tentang Januar yang menyukai Maretta dan selalu memprioritaskannya menyadarkan Feby kalau dia tidak boleh memberi Januar kesempatan, setidaknya untuk saat ini, di saat Januar masih berhubungan dengan Maretta.
Feby takut hal seperti dulu terjadi lagi. Tidak dihargai Januar sebagai pacarnya benar-benar menyesakkan bagi Feby yang sudah memberikan seluruh hatinya pada cowok itu.
Kini yang Feby ingin lakukan hanyalah menjauh dari Januar layaknya dua orang asing untuk memberi cowok itu waktu memahami perasaannya sendiri.
Mungkin dengan berjauhan, Januar akan sadar kalau perasaannya pada Feby hanya sesaat saja yang muncul karena mereka sempat menjalin hubungan.
Feby masih tidak yakin kalau cowok itu benar-benar menyukainya. Dia hanya akan membuka kesempatan untuk hatinya terluka saja kalau dia percaya begitu saja dengan pengakuan Januar.
Sudah dua bulan berlalu sejak mereka bertemu di restoran milik Asry, Feby berhasil untuk tidak berinteraksi sama sekali dengan Januar. Dia bersikap seperti orang yang tidak mengenal Januar.
Saat mamanya bertanya tentang Januar, Feby dengan jujur menjawab kalau mereka sudah putus beberapa minggu sebelum bertemu di restoran Asry. Waktu itu Anika hanya salah paham saja saat berkata bahwa mereka masih pacaran. Dia tidak tahu kalau anaknya dan Feby sudah memutuskan hubungan.
Terlihat jelas jika Monica kecewa dengan pengakuan Feby, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena yang menjalani anaknya. Padahal dia senang saat tahu Feby pacaran dengan Januar karena dia tahu Januar cowok baik. Bahkan dia menolong Feby saat Feby jatuh dulu.
Saat mereka tidak sengaja bertemu di sekolah pun Feby hanya diam saja. Dia tidak menoleh, tidak juga menyapa meskipun teman-teman Januar heboh merecoki mereka berdua.
Sebenarnya Feby sadar kalau Januar sering memperhatikannya dari jauh karena dia beberapa kali memergoki cowok itu yang sedang menatapnya.
Tidak mengalihkan pandangan, Januar biasanya malah tersenyum seraya menatap Feby lembut. Cowok itu seolah ingin menunjukkan perasaannya pada Feby lewat tatapan matanya, dan Feby menyadarinya kalau tatapan cowok itu padanya sekarang memang berbeda.
Dulu, Januar selalu menatap Feby dengan tatapan marah, kesal, atau malas. Namun, sekarang hanya tatapan penuh kekaguman yang selalu terlihat setiap dia menatap Feby.