PDKT sama Maretta, jadiannya sama Feby.
Meski tahu Januar menyukai cewek lain, tapi Feby tidak menyerah untuk membuat lelaki itu menyukainya. Dia melakukan segala cara untuk menarik perhatian Januar. Namun, sekeras apapun Feby berusaha, dia akan sel...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
“Kita mau nonton apa?” tanya Maretta saat dia dan Januar sampai di bioskop. Mereka melihat-lihat poster film yang sedang tayang.
Tidak ada yang menarik bagi Januar. Dia tadi impulsif saja mengajak Maretta menonton sebagai salah satu cara untuk menguji perasaannya. Kini dia tidak tahu harus menonton film apa.
“Terserah kamu aja. Aku ngikut,” jawab Januar.
“Ini aja, ya?” Maretta menunjuk sebuah poster film romansa remaja.
Januar hanya mengangguk pasrah meskipun dia sama sekali tidak berminat dengan film yang dipilih Maretta.
Baginya, film romansa seperti itu tidak berbeda jauh dengan FTV yang tayang di televisi. Dia akan lebih memilih menonton film komedi jika diharuskan memilih. Sayangnya, film komedi yang sedang tayang sekarang tidak ada yang menarik minatnya.
Tidak apa-apa, film romansa remaja terdengar lebih mending daripada film horor.
Bukannya Januar takut, dia hanya merasa jijik karena seringnya mendapati hantu berwajah jelek dan berlumuran darah di film-film horor Indonesia yang pernah dia tonton.
Selesai membeli tiket, mereka harus menunggu sekitar 20 menit lagi sebelum film pilihan Maretta tayang.
Mereka memutuskan untuk menunggu di kafe yang tidak jauh dari bioskop sekalian makan siang karena keduanya sama-sama belum makan.
Mereka selesai makan tepat saat beberapa menit lagi film pilihan Maretta tayang. Mereka langsung kembali ke bioskop dan memasuki teater.
Januar merasakan kantuk yang teramat sangat setelah mereka sudah menduduki kursi bioskop. Mungkin karena ruangannya dingin dan remang-remang jadi gampang untuk membuatnya tidur.
Selama film diputar Januar benar-benar tidur. Dia tidak peduli pada Maretta yang beberapa kali menjerit pelan karena merasa baper dengan adegan yang muncul di layar.
Januar juga tidak tahu kalau cewek yang akhir-akhir ini menghindarinya juga sedang menonton film yang sama dengannya dan duduk di kursi deret bawah.
Feby juga tidak menyadari keberadaan Januar dan Maretta, tapi Maretta menyadari keberadaan rivalnya itu. Itulah alasan dia tidak membangunkan Januar selama film diputar meskipun dia sebenarnya tidak suka ditinggal tidur seperti ini. Dia jadi merasa seperti menonton sendiri.
Maretta baru membangunkan Januar saat film sudah selesai dan yang pasti Feby sudah keluar teater bersama seorang cowok yang Maretta tahu bernama Leo.
Feby tampak dekat lagi dengan cowok itu. Melihatnya, membuat Maretta mendengus sinis.
Label cewek murahan yang diberikan orang-orang padanya sebenarnya lebih cocok untuk Feby. Cewek itu sudah dekat dengan cowok lain padahal belum lama dia putus dari Januar.
Sepertinya Feby belum move on dari Aprilio karena yang Maretta tahu mereka pernah dekat sebelum Feby berpacaran dengan Januar.