PDKT sama Maretta, jadiannya sama Feby.
Meski tahu Januar menyukai cewek lain, tapi Feby tidak menyerah untuk membuat lelaki itu menyukainya. Dia melakukan segala cara untuk menarik perhatian Januar. Namun, sekeras apapun Feby berusaha, dia akan sel...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Rasa rindu menguasai benak Januar selama sebulan ini. Rindu yang sebelumnya belum terpuaskan kini malah bertambah. Objeknya tetap sama, yaitu cewek yang tinggal di unit sebelahnya.
Sejauh ini tidak ada lagi komunikasi antara dirinya dan Feby. Hubungan mereka kembali canggung, dan semua ini karena dirinya sendiri yang tidak bisa mengontrol diri.
Sudah sebulan berlalu sejak terakhir kali Januar mengunjungi unit Feby. Saat dengan konyolnya Januar mengatakan dengan gamblang kalau dia cemburu dengan kedekatan Feby dan Aldero.
Sebenarnya itu tidak salah, tapi terlalu blak-blakan. Feby sampai kesal karenanya.
Suasana pun berubah canggung saat itu, dan Januar memutuskan untuk kembali ke unitnya lebih cepat dari yang dia rencanakan sebelumnya. Padahal dia berniat main di unit Feby sampai siang.
Setelah hari itu, Januar tidak pernah lagi mengunjungi unit Feby meskipun dia sangat ingin. Dia takut terjadi kecanggungan seperti terakhir kali mereka bertemu dan membuat Feby tidak nyaman.
Dia cukup mengenal Feby. Cewek itu terlalu tidak enakan, jadi meskipun Feby sebenarnya tidak suka dengan kehadiran seseorang tapi dia akan tetap menerima orang itu di unitnya karena tidak enak menolaknya.
Di sisi lain, Januar juga khawatir respons Feby akan berubah saat melihat kedatangannya karena kejadian waktu itu. Cewek itu mungkin tidak akan menyambutnya sebaik sebelumnya.
Meskipun Januar tidak mengunjungi unit Feby lagi, tapi bukan berarti mereka tidak bertemu sama sekali selama sebulan itu. Mereka bertemu setidaknya dua kali secara tidak sengaja. Satu saat di lift ketika keduanya berniat turun, satunya lagi saat di gym. Namun, interaksi mereka hanya sebatas saling melempar senyum tipis saja.
Mereka kembali terlihat seperti dua orang asing yang mencoba bersikap ramah pada tetangga.
Kemarin malam Januar memberanikan diri mengirimi Feby pesan berisi permintaan untuk menjadi plus one-nya menghadiri pernikahan salah satu koleganya.
Sebelum ini dia selalu datang sendiri setiap menghadiri acara apa pun, tapi kini dia mencoba peruntungan dengan mengajak Feby. Sayangnya, cewek itu menolak permintaannya.
Feby mengatakan tidak bisa menemani Januar tanpa memberikan alasan apa pun. Januar juga tidak bertanya karena tanpa alasan pun Feby berhak menolak permintaannya.
Sekarang Januar tahu alasan Feby tidak bisa menemaninya, karena cewek itu menemani cowok lain.
Rasanya dada Januar seperti diremas melihat Feby berdiri di sisi cowok lain. Belum lagi tangan cowok itu yang ingin sekali dia patahkan karena berani merangkul pinggang Feby.
Tanpa dirangkul seperti itu pun Januar yakin Feby tidak akan hilang. Cowok itu saja yang terlalu posesif. Januar tidak sadar jika dirinya juga terlihat seperti mantan posesif saat ini.