71. Kenalan Baru

4.4K 370 11
                                        

Feby melangkah memasuki restoran dengan perasaan dongkol

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Feby melangkah memasuki restoran dengan perasaan dongkol. Bagaimana tidak, mamanya membuat janji makan siang untuknya dengan salah satu anak temannya tanpa sepengetahuan Feby.

Kini jangan harap Feby akan menampilkan ekspresi manis dengan senyuman lebar karena yang ada hanya wajah merengut dan bibir maju beberapa mili.

Tadi, di tengah meeting membahas konsep endorse bersama timnya, ponsel Feby tiba-tiba berbunyi. Tidak ada kecurigaan sama sekali saat dia memutuskan untuk mengangkat telepon itu, yang ternyata adalah dari mamanya.

Feby berpikir mungkin mamanya memintanya pulang atau menanyakan jadwalnya beberapa waktu ke depan. Dia sama sekali tidak mengira kalau mamanya meneleponnya untuk menyuruhnya makan siang dengan salah satu dari banyaknya cowok yang berusaha dia kenalkan pada Feby, karena mereka sudah cukup lama tidak membahas tentang ini.

Feby pikir dia sudah bebas, tapi ternyata mamanya malah memberikan serangan lagi di saat dia lengah.

Feby tidak mengerti, kenapa mamanya setakut itu Feby tidak laku padahal anaknya kan cantik. Banyak yang mau dengannya, tapi Feby-nya saja yang masih belum ingin menjalin hubungan. Mungkin juga karena cowok-cowok itu bukan cowok yang dia inginkan.

Entah sudah berapa kali Feby menjelaskan pada mamanya kalau dia terlalu muda untuk dijodoh-jodohkan seperti wanita berumur yang tidak kunjung menikah. Namun, ada saja alasan yang mamanya berikan.

Monica mengatakan kalau dia takut Feby tidak ingin menikah karena terlalu nyaman sendiri dalam waktu yang lama. Dia ingin melihat Feby mulai menjalin hubungan dari sekarang agar dia bisa tenang, karena dia tahu sejauh ini mantan pacar Feby hanya Januar dan Feby sudah tidak pernah berpacaran lagi sejak putus dengan Januar.

Ketakutan Monica tentu beralasan. Dia takut Feby seperti tantenya, salah satu adik suaminya, yang masih belum menikah di usianya yang sudah 32 tahun. Bukan karena tidak laku, tapi karena dia memang tidak ingin menjalin hubungan karena terlalu nyaman sendiri.

Dia menganggap dirinya bisa hidup sendiri dan bisa membahagiakan dirinya sendiri. Yang menjadi prioritasnya hanya karier saja.

Monica tidak ingin Feby seperti itu, karena adik dari suaminya seperti itu juga bermula karena jomblo terlalu lama.

Meskipun Feby sudah memberikan pengertian pada mamanya kalau dia tidak akan seperti itu, nyatanya kalimat penenang itu tidak berhasil membuat mamanya menghentikan aksinya dalam menjodoh-jodohkan Feby. Dia masih berusaha karena dia berharap Feby bisa jodoh dengan salah satu cowok pilihannya.

Monica tidak ingin Feby menjalin hubungan dengan sesama model atau artis. Alasannya, karena dia kurang menyukai laki-laki dengan profesi seperti itu untuk menjadi suami anaknya.

Kini Feby harus menjadi korban salah satu misi mamanya. Dia harus datang untuk menjaga nama baik mamanya meskipun mamanya sendiri yang membuat ulah dengan membuat janji tanpa sepengetahuannya.

Shilly-ShallyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang