PDKT sama Maretta, jadiannya sama Feby.
Meski tahu Januar menyukai cewek lain, tapi Feby tidak menyerah untuk membuat lelaki itu menyukainya. Dia melakukan segala cara untuk menarik perhatian Januar. Namun, sekeras apapun Feby berusaha, dia akan sel...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
“Halo, By. Lo beneran udah balik ke Indonesia kan?” tanya Era di seberang sana untuk memastikan.
“Yups. Kenapa?”
Feby menjawab pertanyaan Era sambil menatap langit yang malam ini tampak cerah dengan banyaknya bintang yang bertaburan.
“Berarti lo bakal datang ke undangannya Miss Naya?”
Ini salah satu alasan Feby pulang lebih cepat ke Indonesia selain karena urusannya di Sidney sudah selesai.
Tepat satu minggu sebelum kepulangannya, teman-temannya sesama model Smaper dulu banyak yang menghubunginya untuk memberitahukan kalau Miss Naya dan Miss Shera mengadakan reuni untuk anak Modeling dan Tata Busana angkatan mereka.
Reuni itu diadakan di SMA Pertiwi setelah acara fashion show berlangsung. Mereka bisa menonton fashion show terlebih dahulu sebelum reuni dimulai.
Awalnya Feby tidak berniat datang karena kemungkinan besar dia akan bertemu cowok yang membuatnya tidak bisa menyukai cowok lain hingga sekarang.
Sayangnya, rencananya untuk mangkir dari acara reuni itu harus gagal saat Miss Naya menghubunginya sendiri dan mengundangnya secara langsung untuk menghadiri reuni yang dia adakan.
Feby jadi tidak enak kalau tidak datang, jadi dia langsung mengatur kepulangannya ke Indonesia sebelum hari reuni.
“Iya kayaknya.”
“Oke deh, kalau gitu. Berarti gue juga bakal datang. Sebenarnya gue ada rencana nggak datang kalau lo nanti nggak datang juga.”
“Kenapa?”
“Gue ngerasa asing sama teman-teman kita dulu gara-gara udah nggak pernah contact-an. Cuma lo yang masih contact-an sama gue sampai sekarang jadi gue mending nggak ikut daripada di sana canggung nggak ada teman ngobrol.”
Sepertinya sisi introvert Era sedang mendominasi dirinya hingga dia bingung ingin mengobrol dengan siapa padahal ada puluhan orang yang nanti akan datang. Tapi, memang selama ikut kelas Modeling dulu, Era hanya dekat dengan Feby saja.
Begitu juga Feby yang hanya dekat dengannya, tapi Feby tidak separah Era yang sangat tertutup pada teman-temannya yang lain.
“Lo makin dewasa makin introvert, ya,” ucap Feby dengan tertawa.
“Hm. Malas gue berinteraksi sama banyak orang. Kalau boleh milih, mending gue tidur daripada ikut acara gituan, tapi kalau lo ikut ya gue bakal ikut. Penasaran juga sama fashion show-nya.”
Era membenarkan dugaan Feby tentang dirinya yang semakin introvert. Dia juga merasa seperti itu. Dia malas berinteraksi dengan orang baru dan orang yang tidak dia kenal dekat.
Angin malam yang sedang berembus membuat bulu kuduk Feby berdiri. Feby baru sadar jika saat ini dia masih memakai bathrobe.
Akhirnya dia mengakhiri pembicaraannya dengan Era karena ingin berganti baju. Era tidak keberatan karena dia juga ingin makan malam.