68. Kunjungan Malam

5.9K 441 6
                                        

“Ini body lotion BeautyMe yang bakal launching bulan depan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

“Ini body lotion BeautyMe yang bakal launching bulan depan. Lo di suruh review jujur, jadi selama sebulan lo harus pakai body lotion ini terus. Setiap pakai jangan lupa video-in.” Nia menyodorkan sekotak body lotion dengan berbagai varian ke hadapan Feby.

Feby mengangguk, tapi sama sekali tidak menoleh. Dia fokus dengan sushi yang sedang dia makan. Setelah mengerjakan banyak endorse akhirnya dia bisa makan malam juga.

Hari ini barang yang dia endorse memang sangat banyak. Tidak hanya endorse video, dia juga ada pemotretan untuk beberapa produk. Namun, semua itu hanya dia kerjakan di apartemen.

Kamar yang beberapa hari lalu ditempati Januar itu hari ini dia rombak menjadi studio untuk pemotretan produk dengan bantuan Nia dan Aldero, fotografernya.

“Untuk pemotretan buat katalog Batiq Boutique udah fix bulan depan di Borobudur. Kemungkinan kita bakal di sana 3 hari,” lanjut Nia sambil membaca notebook-nya.

Kali ini Feby menoleh menatap Nia. “Itu tanggalnya nggak bentrok sama jadwal gue yang lain kan?”

Feby hanya ingin memastikan karena seingatnya jadwalnya bulan depan sangat padat. Dia juga ada undangan pembukaan cabang Pakeanz Store—brand baju asal Indonesia--di Malaysia.

“Nggak. Udah gue pastiin.”

Feby manggut-manggut lalu kembali melanjutkan makannya. Di sebelahnya, Aldero juga melakukan hal yang sama. Bedanya dia memakan nasi mentai sisa endorse Feby.

Tim Feby sangat senang saat Feby mendapat endorse makanan karena mereka akan ikut merasakan juga.

Biasanya mereka yang akan menghabiskan makanan itu karena Feby hanya akan memakannya sedikit. Dia harus menjaga tubuhnya, sementara timnya tidak.

Sejauh ini tim inti yang Feby miliki hanya 2, satu manajernya, Nia, dan satu lagi fotografernya, Aldero.

Mereka berdua hampir setiap hari mengunjunginya. Itu yang membuat Feby lebih memilih tinggal di apartemen daripada di rumah orang tuanya.

“Gue cabut dulu, deh. Ada meeting habis ini sama Pak Ditto.” Nia beranjak sambil meraih tasnya.

Sekedar informasi, Pak Ditto adalah pimpinan manajemen yang menaungi Feby saat ini. Meeting yang diadakan memang tidak kenal waktu. Bahkan mereka pernah meeting tengah malam. Tergantung waktu luang yang mereka punya karena para manajer sering kali sibuk dengan jadwal masing-masing public figure yang mereka pegang.

“Lo nggak mau ikut?” tanya Nia pada Alder yang masih asyik makan.

“Nggak, deh, nanti aja. Masih banyak makanan Feby yang belum gue makan. Kalau besok basi kan mubazir,” jawab Alder beralasan.

Nia memutar bola matanya lalu melangkah pergi meninggalkan apartemen Feby. Biarkan saja Aldero nanti pulang naik ojek karena dia tadi datangnya bersama Nia. Dan, Nia enggan menunggunya menghabiskan makanan-makanan Feby.

Shilly-ShallyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang