51. Need A Hug

8.3K 516 19
                                        

Lanjutan flashback part sebelumnya ⚠️

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Lanjutan flashback part sebelumnya ⚠️

“Kamu takut petir, ya?” tebak Maretta karena petir umum ditakuti orang-orang. Dia terus mengajak bicara Januar hingga Januar akhirnya mengangkat kepalanya.

“Tangan kamu sampai gemetar begini.”

Maretta kasihan melihat Januar karena dia pernah berada di posisi Januar. Bahkan dia pernah sampai pingsan karena teman-temannya semasa SD menakutinya dengan ulat bulu meskipun hanya dalam wujud gambar saja.

Januar tidak sadar jika tangannya masih gemetar sejak tadi. Dia mengepalkan tangannya, mencoba membuat tangannya berhenti bergetar.

Tanpa diduga, Maretta tiba-tiba menggenggam kedua tangannya.

Januar terkejut karena sejak tadi perhatiannya hanya pada tangannya yang bergetar saja.

“Maaf, ya, kalau aku lancang. Aku pengin bantu kamu. Dulu aku selalu diginiin sama mama setiap aku ketakutan karena sesuatu, dan itu manjur karena setelah itu aku merasa tenang. Aku jadi merasa nggak sendirian dan terlindungi.” Maretta melingkupi kedua tangan Januar dengan tangannya yang lebih kecil.

Siapa yang menyangka jika genggaman itu akan meninggalkan perasaan nyaman di hati Januar dan membuatnya menjadikan Maretta pusat dunianya setelah itu.

Seluruh perhatiannya hanya terpusat pada cewek itu. Dia mencoba mendekati Maretta setelah mencari tahu tentang cewek itu yang sebelumnya sama sekali tidak dia kenali.

Waktu itu, hingga mereka berpisah setelah hujan reda dan angin sudah tidak berembus kencang, Januar masih belum mengetahui nama Maretta.

Mereka membicarakan banyak hal selama menunggu hujan reda sekaligus sebagai usaha untuk mengalihkan perhatian Januar dari ketakutannya, tapi mereka sama sekali tidak membicarakan tentang identitas mereka masing-masing.

Maretta hanya menceritakan tentang ketakutannya terhadap ulat bulu dan tentang sekolah baru mereka, sementara Januar hanya mendengarkannya tanpa berniat ikut cerita.

Keesokan harinya, Januar mulai mencari tahu tentang Maretta mulai dari namanya sampai kelasnya. Dia juga mengajak Maretta berkenalan secara resmi di suatu kesempatan meskipun saat itu Maretta tidak tahu kalau cowok yang mengajaknya kenalan itu adalah cowok yang sama yang dia genggam tangannya di halte bus saat menunggu hujan reda.

Hingga kini Maretta belum mengetahui jika cowok itu adalah Januar karena Januar terus memakai maskernya sampai mereka meninggalkan halte.

Tidak ada badge name juga yang menempel di seragamnya karena saat itu mereka baru masuk sekolah. Seragam mereka masih baru dan badge name belum diberikan oleh pihak sekolah.

(Flashback off.)


Kenyamanan dan ketenangan yang diberikan Maretta saat Januar membutuhkannya itulah yang membuat Januar menaruh rasa padanya. Dia mencoba mendapatkan hati Maretta yang di awal perkenalan cukup cuek.

Shilly-ShallyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang