72. Support Camer

4.3K 375 10
                                        

Selepas meeting sekaligus makan siang, Januar sebenarnya ingin langsung kembali ke kantor, tapi matanya tidak sengaja melihat Feby menempati meja di sebelahnya bersama seorang cowok yang tidak bisa Januar lihat wajahnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Selepas meeting sekaligus makan siang, Januar sebenarnya ingin langsung kembali ke kantor, tapi matanya tidak sengaja melihat Feby menempati meja di sebelahnya bersama seorang cowok yang tidak bisa Januar lihat wajahnya.

Posisi cowok itu memunggunginya jadi Januar hanya bisa melihat bagian belakangnya saja. Namun, itu sudah cukup untuk membuatnya mengetahui kalau cowok itu bukan Aprilio karena cowok itu tampak lebih kurus dari Aprilio.

Januar baru mengetahui kalau Feby ternyata ada di restoran itu juga setelah sekelompok orang yang sebelumnya mengisi meja di sebelahnya pergi, membuat meja Feby yang berjarak satu meja dari meja Januar langsung terlihat jelas.

Cewek itu tampak mengobrol asyik dengan partner makan siangnya. Hal itu memicu kecemburuan dalam diri Januar. Setelah Aprilio dan Aldero, sekarang siapa lagi yang akan menjadi saingannya.

“Kita nggak langsung kembali ke kantor, Pak?” tanya Ratu pada Januar karena dia tadi berangkat ke restoran ini bersama Januar. Mau tidak mau, dia juga akan kembali ke kantor bersama Januar.

“Nggak. Sebentar, ya, saya masih ada urusan. Kalau kamu mau pesan lagi silakan, biar saya yang bayar,” ucap Januar.

Ratu menggeleng dengan tersenyum segan. “Nggak, Pak. Saya habisin minuman saya aja.”

Januar manggut-manggut lalu kembali fokus pada Feby. Tidak ingin penasaran, dia langsung menanyakan tentang cowok yang bersama Feby pada cewek itu.

Tampak Feby meraih ponselnya lalu mengedarkan pandangan ke sekeliling. Januar menduga kalau cewek itu sedang mencarinya. Itu dibuktikan dengan pesan balasan Feby yang masuk beberapa detik setelahnya. Cewek itu menanyakan keberadaan Januar.

Januar langsung membalasnya dengan memberitahu posisinya. Sontak Feby menatap ke arahnya dengan bola mata membesar. Mungkin dia masih tidak menyangka Januar berada di restoran itu juga.

Pesan balasan Feby selanjutnya membuat Januar berusaha menahan tawa. Cewek itu malah gagal fokus dengan Ratu, sekretaris Januar.

Muncul sedikit harapan kalau Feby juga merasakan kecemburuan yang sama seperti yang Januar rasakan saat ini. Namun, dia tidak ingin membuat Feby salah paham, jadi dia langsung menjelaskan kalau cewek di sebelahnya ini hanyalah sekretarisnya.

Sayangnya, Feby tidak langsung percaya. Dia malah meragukan jawaban Januar padahal jelas-jelas dandanan Ratu seperti dandanan seorang sekretaris.

Januar kembali membalas pesan Feby. Kali ini berisi kalimat pancingan agar Feby mengatakan siapa cowok yang sedang bersamanya itu karena cewek itu tadi belum menjawabnya.

Saat Feby sudah menjawab dengan jujur, Januar malah merasa hatinya seperti tertancap pedang.

Kenalan baru? Itu berarti Feby memang berniat mencari kenalan.

Apa mungkin dia sudah tidak berniat menjalin hubungan dengan orang lama sampai dia mencari kenalan baru?

Memikirkannya membuat Januar lemas. Dia jadi overthinking. Kalau pada akhirnya Feby lebih memilih orang baru, bagaimana? Apa Januar bisa merelakannya?

Shilly-ShallyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang