PDKT sama Maretta, jadiannya sama Feby.
Meski tahu Januar menyukai cewek lain, tapi Feby tidak menyerah untuk membuat lelaki itu menyukainya. Dia melakukan segala cara untuk menarik perhatian Januar. Namun, sekeras apapun Feby berusaha, dia akan sel...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
“Cowok lain itu maksud kamu Kak Leo?” tanya Feby memastikan.
“Ya itu lha pokoknya.”
Januar malas mengiakan. Bahkan dia mengalihkan pandangan saat mengatakannya.
“Aku tadi cuma bantu videoin Kak Leo buat tugasnya aja, Janu.”
Feby menjawab dengan suara lembut. Dia berharap kemarahan Januar bisa mereda dengan itu, atau setidaknya dia tidak akan semakin marah pada Feby.
“Pas awal kita pacaran, gue udah nyuruh lo buat nggak dekat-dekat sama dia lagi kan?”
“Waktu itu kan kamu ngebolehin, cuma nggak boleh sering-sering,” balas Feby mengingatkan.
Dia masih ingat dengan jelas setiap ucapan Januar waktu itu. Cowok itu memperbolehkan Feby dekat dengan Aprilio asalkan tidak terlalu sering.
Januar menarik nafas dalam-dalam, mencoba sabar menghadapi Feby yang sejak tadi berhasil memantik kekesalannya. Mulai dari cewek itu yang diam-diam ke taman bersama Aprilio sampai balasan-balasan yang dia berikan saat Januar menyuruhnya menjauhi si Leo-Leo itu.
Tangan Januar sampai mengacak rambutnya sendiri, merasa frustasi.
“Aku nggak bisa jauhi Kak Leo, Janu. Kami udah dekat dari kecil. Nggak mungkin aku tiba-tiba jauhi dia cuma karena aku udah pacaran sama kamu. Lagian aku cuma anggap dia kakak aja. Kamu nggak perlu cemburu.”
“Siapa juga yang cemburu,” bantah Januar sewot.
Ucapan Feby yang polos itu malah semakin meningkatkan emosinya. Bisa-bisanya cewek itu menuduhnya cemburu dengan nada dan ekspresi polos seperti itu.
“Kalau nggak cemburu seharusnya boleh dong aku dekat sama Kak Leo kayak biasanya.”
“Terserah lo. Mau lo dekat atau pacaran sama dia sekalipun, gue nggak peduli.”
Januar sudah lelah menghadapi Feby yang sejak tadi tiada lelah membalas ucapannya.
Feby melotot, terkejut mendengar ucapan Januar. Tangannya refleks memegang tangan Januar yang besar.
“Janu, jangan gitu. Aku janji nggak akan sering-sering sama Kak Leo, tapi juga nggak bisa nggak berhubungan sama sekali sama dia.”
“Lo sebenarnya suka nggak, sih, sama gue? Kenapa disuruh jauhi cowok lain aja susah?”
“Suka, Janu. Suka banget. Cuma aku nggak bisa mutusin hubungan lama demi hubungan baru. Maaf, ya.” Feby menatap Januar sendu.
“Kenapa lo nggak sama dia aja? Lo nggak bisa jauh dari dia kan?” pancing Januar.
“Karena aku cintanya sama kamu,” jawab Feby tulus.
Januar seketika salah tingkah mendengar jawaban Feby yang terdengar sangat jujur. Dia sampai mengalihkan pandangan, ke mana pun asal tidak menatap mata si Cantik di depannya ini.