PDKT sama Maretta, jadiannya sama Feby.
Meski tahu Januar menyukai cewek lain, tapi Feby tidak menyerah untuk membuat lelaki itu menyukainya. Dia melakukan segala cara untuk menarik perhatian Januar. Namun, sekeras apapun Feby berusaha, dia akan sel...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pagi ini Januar sengaja berangkat lebih awal dari biasanya. Alasannya bukan lagi untuk menghindari Feby seperti sebelumnya, tapi untuk menunggu Maretta. Ada yang harus dia jelaskan pada gebetannya itu agar Maretta tidak salah paham dan menghindarinya lagi.
Sudah 10 menit berlalu Januar berdiri di depan kelas 11 IPA 1 sambil bersedekap dada, tapi Maretta belum juga terlihat batang hidungnya.
Mungkin Januar yang datangnya terlalu pagi karena sekarang juga baru ada beberapa penghuni 11 IPA 1 yang sudah datang.
Jika mengingat kemarin Maretta datang pagi-pagi sekali hanya untuk menghindari Januar, kemungkinan cewek itu akan melakukan hal serupa pagi ini. Sepertinya tidak lama lagi dia akan datang.
Mata Januar melirik jam tangan berwarna hitam di pergelangan tangannya. Sekarang baru pukul setengah 7 kurang 3 menit.
Januar cukup kagum dengan dirinya sendiri karena bisa datang sepagi ini. Padahal jam segini biasanya dia baru bangun.
Ini semua demi Maretta. Selain untuk memberikan penjelasan pada cewek itu, Januar juga sangat ingin bertemu dengannya karena dia sudah merindukannya meskipun mereka baru tidak bertemu sehari saja.
Tepat pukul setengah 7 lebih 5 menit Maretta muncul dari ujung koridor. Cewek itu berjalan seorang diri sambil menggendong tasnya yang terlihat sangat berat.
Penampilannya sangat rapi. Wajahnya pun terlihat natural. Tidak ada make up yang dia pakai selain bedak dan lip balm. Rambutnya yang sedikit bergelombang itu dia ikat rapi.
Selalu seperti itu, Maretta tidak pernah menata rambutnya dengan gaya lain selain mengikatnya biasa.
Dengan penampilan sederhana seperti itu saja dia sudah berhasil membuat Januar terpesona padanya.
Berbeda dengan Feby yang gaya rambutnya hampir ganti setiap hari. Kadang digerai, kadang di-ponytail, kadang dikuncir dua seperti anak TK, dan banyak gaya rambut lainnya yang cewek itu coba untuk menunjang penampilannya sebagai model sekolah.
Setiap orang yang melihatnya tidak akan bosan dengan penampilan Feby yang berubah-ubah itu. Tidak heran jika dia membutuhkan waktu lebih lama dari siswi pada umumnya hanya untuk berdandan karena penampilan adalah yang pertama baginya sebagai seorang model.
Dibanding Cloudy—cewek yang ditaksir Elgar—sebenarnya penampilan rambut Feby masih dalam tahap normal karena dia hanya mengubah-ubah gaya rambutnya saja.
Sementara Cloudy lebih ekstrim dari itu. Cewek itu sangat suka mengubah-ubah warna rambutnya.
Tidak ada larangan dari pihak sekolah karena SMA Pertiwi adalah sekolah swasta. Para siswanya bebas mengekspresikan diri termasuk dalam hal penampilan.
Dan, yang mengherankan, kenapa Januar harus membanding-bandingkan mereka?
Mungkin karena hanya mereka cewek-cewek unik yang dia kenal jadi mereka yang dia jadikan sampel.