PDKT sama Maretta, jadiannya sama Feby.
Meski tahu Januar menyukai cewek lain, tapi Feby tidak menyerah untuk membuat lelaki itu menyukainya. Dia melakukan segala cara untuk menarik perhatian Januar. Namun, sekeras apapun Feby berusaha, dia akan sel...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sehabis makan malam, Feby berdiri dengan berpegangan pada tralis di balkon sambil menikmati pemandangan kota saat malam hari dari unit kakaknya.
Gemerlap lampu gedung dan kendaraan menjadi objek utama yang Feby pandang. Apalagi malam ini langit tidak begitu cerah. Bintang yang terlihat bahkan bisa dihitung jari. Sementara bulannya tertutupi awan. Jadi, Feby lebih memilih menatap ke bawah daripada ke atas.
Feby menyeruput coklat panasnya saat merasa udara semakin dingin hingga membuat bulu kuduknya berdiri. Dia berharap coklat panas itu bisa menghangatkan tubuhnya yang hanya memakai kaos dan short pants.
Puas memandangi gemerlap kota, Feby memutuskan untuk duduk di kursi. Cangkir berisi coklat panasnya dia letakkan di meja depannya.
Perhatiannya kini beralih pada ponselnya. Dia mengecek social media-nya untuk sekedar menjadi penonton postingan following-nya.
Senyum Feby tanpa sadar mengembang saat melihat notifikasi Instagram dan mendapati akun mama Januar baru saja mengikutinya sekitar 5 jam yang lalu.
Meskipun dia tidak mem-follow-nya, tapi Feby tahu akun mama Januar karena Januar selalu menandai akun mamanya setiap memposting foto yang ada mamanya di dalamnya.
Langsung saja Feby mengikutinya balik. Dia geleng-geleng kepala saat menyadari satu hal. Mama Januar sudah mengikuti social media-nya, tapi Januar sendiri bahkan tidak mengikuti akunnya balik padahal Feby sudah mengikutinya sejak kelas 10.
Tiba-tiba muncul notifikasi email masuk saat Feby sedang asyik scroll beranda Instagram.
Kening Feby berkerut saat mengetahui siapa yang mengiriminya email. Jantungnya seketika berdebar kencang. Dia menebak-nebak, sebenarnya apa yang pemilik email itu kirim.
(pertiwi_lips@gmail.com)
Sebelum gue share di akun Instagram Pertiwi’s Lips, gue pengin lo lihat dulu.
Gue udah share ini ke pacar lo dan gebetannya, tapi mereka nggak ada respons. Jadi, gue share ke lo biar lo tahu gimana mereka di belakang lo. Kayaknya mereka nggak masalah juga kalau gue nyebarin rekamannya.
Sebuah audio disisipkan dalam email itu. Penasaran, Feby pun memutarnya. Tubuhnya sontak menegang mendengar percakapan dua orang yang sangat dia kenali itu.
Dia kenal suaranya. Itu adalah suara Januar dan Maretta. Feby yakin tidak salah mengenali. Apalagi admin Pertiwi’s Lips itu juga menyebut ‘pacar lo dan gebetannya’.