J105

268 80 1
                                        

Acara pernikahan itu benar-benar kacau, bahkan para menteri mengambil alih dan membubarkan acara pernikahan itu, dengan tak lupa mengucapkan permintaan maaf, sedangkan raja lai dan putera mahkota lai sedang ditahan di penjara istana itu.

Disini sekarang semuanya berada, di depan kamar pangeran jaemin yang sedang di tangani bahkan puteri mahkota juga ikut turun tangan bersama dengan ayahnya. Renjun hanya bisa diam dengan air mata yang terus mengalir dari mata serupa rubah itu. Semuanya kaget dengan apa yang terjadi apalagi mengetahui jaemin dan renjun yang telah menikah, tapi ini bukan saatnya mereka semua bertanya, tidak dalam keadaan jaemin yang tidak tahu seperti apa saat ini.

Winwin melihat anaknya yang masih menangis, diapun mendekat dan membawa sang anak kepelukannya.

"Tenang sayang, semuanya akan baik-baik saja."

"Mama hiksss... Aku tidak mau kehilangan kak jaemin hiksss.... Gak ma hiksss.... " melampiaskan semuanya pada sang ibu.

"Enggak sayang. Pangeran jaemin akan baik-baik saja." ucap winwin menenangkan anaknya. Sedangkan yuta hanya diam dengan wajah datarnya. Dia masih belum bisa mencerna semuanya dengan baik, kalaupun dia merasa kecewa tapi bukan saatnya dia marah pada anaknya, apalagi melihat anaknya yang menangis ketakutan saat ini.

Jeno juga masih terdiam, bahkan dengan baju pengantin yang berlumuran darah milik jaemin karena tadi jeno sempat menahan tubuh kembarannya itu. Haechan yang berada di sebelahnya tak bisa mengatakan apapun saat ini, selain mengelus bahu suaminya itu. Semuanya terlalu tiba-tiba bagi mereka semua. Bahkan mereka tak menyangka akan jadi seperti ini pada akhirnya. Bahkan mark juga tak bisa dikatakan baik-baik saja saat ini, apalagi dia juga sama kagetnya karena tahu kalau salah satu adiknya bahkan sudah menikah secara diam-diam. Mark hanya melihat renjun yang menangis dipelukan ibunya itu.

"Jaemin, kau harus bertahan. Jika kau pergi selamanya, apa yang akan terjadi pada istrimu? Kau tidak boleh melakukan ini padanya." batin mark.

Disaat bersamaan bomin mendekat dan membungkuk pada semuanya.

"Maaf karena saya datang yang mulia. Saya hanya ingin memberikan ini pada Duchess." ucap bomin dan renjun pun melepaskan pelukan winwin lalu mendekat pada bomin dan menerima kotak kecil itu dengan air mata yang terus mengalir dari mata indah itu. Renjun pun membuka kotak itu, dimana ada sebuah kalung yang indah di dalamnya.

"Duke sengaja membuatnya sebelum acara ini, dan berencana akan memberikan pada duchess secara langsung, tapi ternyata semua ini terjadi, sebelum acara dia menemui saya dan memberikan ini pada saya, juga berpesan kalau kalung ini harus sampai pada anda apapun yang terjadi. Maafkan saya." ucap bomin menunduk karena waktunya jelas tidak tepat. Renjun pun berjongkok lalu menangis dengan keras.

"Hiksss.... Enggak hiksss.... Dia tidak boleh memberikan apapun padaku hiksss... Terakhir kali dia juga mengatakan hal yang sama hikss.... Tapi, aku hampir kehilangannya  hiksss... "

Samuel lantas mendekat dan membawa adik sepupunya itu kedalam pelukannya.

"Hoshi tenanglah. Semuanya akan baik-baik saja. Tenanglah sayang. Pangeran jaemin tak akan meninggalkanmu." ucap samuel.

"Enggak oniichan. Kau tidak mengerti hiksss... Saat itu dia hampir meninggalkanku hiksss... Aku tidak mau hiksss.... Kenapa tidak dia sendiri yang memberikannya? Hiksss.... Dia—"

Renjun jatuh tidak sadarkan diri membuat samuel panik begitu pula yang lainnya lalu taeyong pun langsung memerintahkan samuel membawa renjun kedalam kamar renjun, yang memang bersebelahan dengan jaemin. Lalu salah satu tabib istana yang lainnya pun dipanggil.

Di dalam kamar renjun.

Winwin masih setia menggenggam tangan anaknya yang sedang di periksa oleh tabib. Bahkan semua keluarga kaisar itu ada didalam kamar renjun bersama dengan taeyong, sedangkan jaehyun, sion, yushi, sungchan,nohyuck, mark dan keluarga Seo ada di luar sedang menunggu di luar sekalian menunggu kabar jaemin.

"Bagaimana tabib? Anak saya baik-baik saja?" ucap winwin cemas.

"Apa ada hal yang buruk pada anakku? Lakukan apapun untuk kesembuhan anakku." datar yuta.

"Adikku baik-baik saja kan tabib?" ucap dejun sedangkan shotaro hanya diam sejak tadi, dia sedang ribut dengan pikirannya sendiri.

Tabib pun selesai memeriksa keadaan renjun dan diapun melihat semuanya secara bergantian apalagi ratu negeri joseon itu.

"Apa ada hal yang buruk tabib?" ucap taeyong.

"Saya tidak tahu bagaimana cara menyampaikannya yang mulia. Ini adalah kabar baik di tengah keadaan yang kacau." ucap tabib itu.

"Apa maksudmu? Apa kau tak bisa jangan bertele-tele?" ucap yuto datar.

"Pangeran Nakamoto, ah maksud saya duchess Jung, sedang mengandung dan perkiraan saya usia kandungannya saat ini 4 minggu." ucap tabib itu membuat semuanya kaget bukan main dengan apa yang mereka dengar.

"Hamil?!"







































😘😘😘

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 08 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

"Prince J" (jaemren)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang