Karena acara yang akan segera di mulai, semua tamu yang hadir akhirnya memasuki tempat acara, para rakyat menunggu dengan antusias di halaman istana, bahkan suara musik yang mengalun menandakan acara akan segera dimulai.
Saat semuanya sudah duduk pada tempatnya, pintu ruangan itu terbuka dan terlihat para pangeran yang masuk lebih dulu dengan tampan dan gagah, yang membuat semua orang kaget karena pangeran jaemin yang juga ikut serta karena biasanya dia tak akan ikut serta dalam hal apapun, terutama pernikahan. Hingga para pangeran menuju tempat duduknya dan pangeran Jeno yang berdiri di hadapan pendeta menunggu sang pengantin yang akan selalu bersamanya, dan menjadi miliknya tak lama lagi.
Jaemin yang sudah duduk pada tempatnya terus memperhatikan satu titik dimana renjun duduk sedikit dibelakang sana agar tak ada yang mengetahui keberadaannya. Jaemin jelas sangat tahu kalau sang istri takut tapi dia juga sama. Hanya saja jaemin berusaha untuk tetap tenang dan memantau dari jauh, hal itu tak lepas dari perhatian mark yang jelas tahu sepertinya adiknya itu sudah jatuh cinta pada renjun, juga sion yang tahu betapa kakaknya pasti sangat cemas sesuatu terjadi pada istrinya. Apalagi hanya sion yang tahu status itu saat ini. Tak ada yang lainnya lagi.
Tak lama pintu kembali terbuka, dan haechan muncul dengan memeluk lengan ayahnya. Bahkan dia tersenyum dengan sangat lebar membuat semua orang kagum dengan kecantikan dari calon istri pangeran Jeno itu. Bahkan Jeno saja tak bisa melepaskan pandangan nya dari sang calon istri sampai haechan dan ayahnya berada dihadapannya.
"Ingat untuk mengucapkan janji pernikahan lebih dulu pangeran. Jangan hanya memandangi anakku." Ucap Johnny dan Jeno hanya tersenyum karena merasa ketahuan dan diapun menerima tangan haechan lalu menggenggam tangan istrinya itu dengan erat. Dan Johnny pun tersenyum lalu diapun kembali ke tempat duduknya bersama sang istri.
"Pangeran Jung Jeno. Apa kau bersedia menerima Seo Haechan sebagai istrimu, selalu bersama saat suka maupun duka, sehat maupun sakit, kaya ataupun miskin dan saling mencintai sampai akhir hayat."
"Saya bersedia.' Ucap Jeno tersenyum dan terus menatap istrinya itu.
"Tuan muda Seo Haechan. Apa kau bersedia menerima pangeran Jung Jeno sebagai suamimu, selalu bersama saat suka maupun duka, sehat maupun sakit, kaya ataupun miskin dan saling mencintai sampai akhir hayat."
"Saya bersedia." Ucap haechan tersenyum dan semua tamu bertepuk tangan seketika.
"Kalian sudah resmi sebagai suami-istri disaksikan oleh alam semesta dan tak akan berpisah apapun yang terjadi. Silahkan pasangan cincin kalian."
Jeno lantas melihat kearah istri dari sion dan tak lama yushipun mendekat dengan sangat anggun lalu diapun memberikan cincin itu pada Jeno dan haechan setelahnya diapun kembali untuk duduk disebelah sang suami.
Jeno memasangkan cincin itu lebih dulu di jari manis haechan dan begitu pula sebaliknya. Lalu keduanya sama-sama tersenyum bahagia. Renjun yang menyaksikannya juga tersenyum karena sang sahabat yang sudah berhasil meraih bahagianya.
"Silahkan cium pengantinmu." Jeno lantas menarik pinggang haechan agar mendekat padanya lalu menatap mata indah itu.
"Selamat datang istriku. Jung Haechan." Bisiknya. Dan jenopun mendekatkan wajahnya pada haechan dan kedua benda lunak beda pemilik itupun menyatu dengan iringan tepuk tangan dari semua yang hadir untuk menyaksikan kebahagiaan anggota kerajaan itu.
Disaat bersamaan, guan lin terus memperhatikan tempat yang jaemin perhatikan dan diapun membulatkan matanya kaget melihat orang yang seharusnya dia nikahi sejak lama ada disana. Lalu diapun berdiri.
"Wah? Bagus sekali pangeran Nakamoto Renjun, ternyata kau ada disini juga? Kemana kau selama ini calon istriku?" Renjun kaget bahkan diapun mencoba menjauh dari guan lin. Semua keluarga Nakamoto kaget terutama yuta dan Winwin.
"Anak kita kak." Ucap Winwin tak menyangka.
"Kau tidak bisa kabur lagi renjun. Apa kau pikir aku bodoh hah? Kita juga harus menikah sayang." Ucap guan lin menahan tangan renjun.
"Lepaskan tanganku! Aku tidak mau menikah denganmu." Ucap renjun sedikit berteriak membuat semua atensi jatuh pada mereka berdua.
"Apapun penolakanmu, kau tetap akan menikah dengan saya, bukan begitu yang mulia kaisar Nakamoto yuta?" Ucap guan lin menatap yuta. Tapi suasana semakin menegangkan saat jaemin mengarahkan pedangnya pada guan lin.
"Lepaskan tanganmu dari nya." Ucap jaemin datar dan guan lin pun tertawa.
"Wah, lihat. Pangeran negeri Joseon yang baru saja menjadi seorang duke di daerah barat malah mengarahkan pedangnya padaku? Apa ini pantas?" Ucap guan lin tidak takut. Sedangkan jaemin berusaha menahan amarahnya saat ini.
"Kau bisa memilih melepaskan tanganmu darinya atau aku yang akan memotongnya." Ucap jaemin datar. Sedangkan renjun masih berusaha melepaskan tangannya dari guan lin.
Tak lama pintu terbuka dan para pengawal jaemin ikut mengarahkan pedang pada guan lin juga bomin.
"Wah? Yang mulia raja Jung, anakmu sangat berlebihan. Harusnya kau mendisiplinkan nya." Ucap raja lai.
"Akh!" Guan lin melepaskan tangannya dari renjun dan renjun langsung lari ke belakang jaemin, sedangkan guan lin menatap marah pada sion yang ternyata memanahnya dari jauh.
"Apa yang kau lakukan! Wah, apa kau sadar kalau kau sedang mengambil calon istri saya!" Ucap guan lin menatap remeh pada jaemin. Sedangkan renjun semakin memegang erat jubah milik jaemin.
"Apa sekarang seorang pangeran yang sangat ditakuti ini malah tertarik dan berniat mengambil calon istriku?" Ucap guan lin.
"Jaga perkataanmu itu pangeran Lai. Jangan pernah ucapkan hal itu dari mulut kotormu." Datar jaemin dan guan lin hanya tertawa.
"Kalian semua bisa lihat bukan? Pangeran ini benar-benar sangat menjijikkan. Dia bahkan ingin mengambil calon istriku. Apakah ini pantas?"
Ceklek.
Semuanya mengalihkan pandangan kearah pintu yang terbuka dan melihat Samuel masuk bersama riku juga orang yang tak mereka kenali kecuali raja dan pangeran Lai itu.
"Akan lebih baik adikku diambil oleh pangeran jaemin dari pada harus bersama pangeran menjijikkan sepertimu bajingan."
😘😘😘
KAMU SEDANG MEMBACA
"Prince J" (jaemren)
FanfictionNakamoto Renjun adalah putera kedua kaisar Nakamoto Yuta dan Huang (Dong) Winwin yang melarikan diri karena tidak mau menikah dengan keluarga dari dinasti Ming, renjun melarikan diri dan menjadi perawat untuk ratu dari Joseon, dia berhasil terpilih...
