J104

498 83 2
                                        

"Kenapa kalian berdua terdiam yang mulia raja Lai dan putera mahkota Lai? Kalian kaget kalau ternyata saya bukanlah pengawal tapi seorang pangeran dari negeri sakura? Oh ayolah. Ini bukan ekspresi yang saya harapkan dari kalian berdua. Ini aneh sekali. Ah, atau kalian kaget mengenai kedatangan mereka semua? Ah, dan karena kalian sangat kaget, saya minta maaf. Kepada pangeran Jung Jeno, puteri Haechan dan juga yang pasti keluarga istana lainnya. Maaf karena kami terkesan menghancurkan acara pernikahan ini, tapi ini juga penting karena menyangkut kakakku." ucap riku lalu diapun melihat kearah semua orang nya itu.

"Untuk para tamu dan juga yang mulia Kaisar Nakamoto Yuta dan Ratu Nakamoto winwin yang tak percaya pada anak kalian, ini adalah bukti betapa bajingannya ayah dan anak itu, bahkan saat aku memasuki ruangan itu aku kaget, karena apa mereka semua bahkan tak mengenakan pakaian sama sekali dan jelas tersiksa karena terus di pakai bagaikan sampah oleh mereka berdua. Bahkan aku tak tahu siapa yang tengah hamil anak siapa saat ini." ucap riku dan semua tamu saling berbisik soal kebusukan dari raja dan putera mahkota dinasti Ming itu.

"Itu sama sekali tidak benar, dan pernikahan ku dengan pangeran Nakamoto akan tetap berlanjut."ucap guan lin bersikeras. Mendengar hal itu jaemin semakin memiliki aura yang gelap dan diapun tanpa segan menodongkan pedangnya pada leher guan lin.

"Katakan sekali lagi. Maka saya pastikan kepalamu terpisah dari tubuhmu."

"Wah. Reaksimu ini sangat berlebihan jika hanya untuk menyelamatkan seorang teman pangeran jaemin." ucap guan lin tak takut. Dan jaemin berdecih lalu diapun memberikan kode pada sion membuat sang empu langsung mendekat.

"Maaf putera mahkota lai, dan juga yang mulia raja lai, tapi sepertinya kalian akan benar-benar diadili. Semua yang ada disini adalah korupsi yang kalian berdua lakukan pada kerajaan kami dan juga beberapa yang lainnya. Bagaimana kalian akan menanggapi hal ini?" ucap sion memperlihatkan bukti yang sudah dicetak banyak dan dibagikan saat sion mengangguk sebagai kode pada para pengawal untuk membagikan pada semuanya.

"Itu semua tidak benar, pasti kalian mengada-ngada untuk semua ini, wah yang mulia raja Jung Jaehyun, apa seperti ini kau mendidik anakmu?" datar raja Lai. Dan disaat bersamaan mark pun mendekat pada raja lai itu.

"Kau takut? Apa kau merasa semua ini tidak benar? Saat saya sendiri menyuruh pangeran jaemin yang mencari bukti itu dan masuk ke istana mu? Apa kau tidak sadar?" ucap mark dan raja Lai terdiam mencoba mengingat semuanya lalu diapun menatap marah pada riku.

"Pasti kau pelakunya bukan?" ucap raja Lai.

"Kau benar, tapi saya hanya memberikan akses pangeran jaemin masuk sekaligus memberitahu mengenai mereka semua dan kelakuan bejat kau juga anakmu." ucap riku.

"Dan kalian benar-benar sangat menjijikkan. Saya benar-benar tak sanggup bahkan untuk menatap kalian berdua." ucap samuel dengan tatapan jijiknya.

"Perjanjian tetaplah perjanjian, kaisar Nakamoto sudah setuju dengan pernikahan kami." ucap guan lin tersenyum merasa menang. Renjun lantas berbalik untuk menatap ayahnya.

"Otusan hikss... Mama, apa setelah tahu semua ini kalian ingin aku menikah dengannya hikss... " ucap renjun menangis.

"Enggak sayang. Mama tidak akan membiarkan hal itu sayang. Jangan menangis lagi." ucap winwin lalu diapun mendekat dan memeluk sang anak yang sangat dia rindukan.

"Aku tidak perduli, aku akan tetap menikahinya. Karena keputusan dari kaisar Nakamoto lah yang akan di dengarkan bukan istrinya," ucap guan lin menatap remeh pada jaemin. Jaemin semakin mengeraskan rahangnya seketika.

"Saya tidak akan menyetujui pernikahan orang sebajingan dirimu dengan anak saya, tidak akan." ucap yuta mutlak dengan aura yang sangat mencekam. Guan lin tidak terima dan diapun berusaha menarik renjun tapi jaemin lebih cepat, diapun mengarahkan pedangnya dan melukai bahu juga perut guan lin, bahkan sampai membuat pangeran negeri ming itu jatuh ke lantai. Membuat keadaan benar-benar tidak kondusif saat ini. Karena tak ada yang menghentikan pangeran yang sudah berstatus sebagai duke itu.

"Kau benar-benar tak akan aku biarkan pangeran jaemin." ucap guan lin berusaha berdiri tapi jaemin lebih dulu menodongkan pedang itu dekat dengan wajahnya.

"Jangan pernah katakan nama istriku dari mulut busukmu itu." ucap jaemin dengan aura yang sangat gelap. Membuat semuanya kaget kecuali sion yang memang sudah tahu.

"Pangeran jaemin? Nak? Apa maksudmu?" ucap taeyong tak percaya dengan apa yang dia dengar dari mulut anaknya yang satu itu.

Jaemin melepaskan pedangnya dan diapun berbalik lalu melihat renjun yang masih menatapnya sembari menangis di pelukan ibunya. Lalu jaemin pun membungkuk pada semuanya terutama keluarga Nakamoto.

"Maafkan saya, terlebih kepada Kaisar nakamoto dan keluarga. Saya dan pangeran renjun sudah resmi menikah di daerah barat tak lama setelah pengangkatan saya sebagai duke. Kami sepakat menyembunyikan semua ini sampai semua masalah ini selesai. Itu karena saya tidak bisa kehilangan orang yang sangat berarti bagi saya dan orang yang sangat saya cintai. Saya meminta restu kalian bukan sebagai pangeran ataupun duke tapi sebagai seorang pria, hanya sebagai Jung Jaemin. Tolong restui pernikahan kami." ucap jaemin, tak ada yang bisa mengatakan apapun mereka semua masih sangat kaget begitu pula dengan yuta dan winwin. Bahkan shotaro seketika terduduk merasa semuanya kenapa jadi begini? Kalau begini, itu berarti dia tak bisa bersatu dengan pangeran sungchan? Bukan ini yang dia inginkan setelah dia memberikan hal yang sangat berharga bagi pangeran itu.

Semuanya lengah dan guan lin pun bagkit lalu mengambil pedang milik jaemin yang jatuh dan diapun mengayunkan pedang itu pada jaemin hingga membuat punggung jaemin terluka dan jaemin jatuh terduduk ke lantai karena tak siap.

"Kak jaemin hiksss... " renjun lantas melepaskan pelukannya pada winwin dan mendekat pada jaemin, dia langsung memeluk jaemin dan menangis keras sembari merasakan darah yang keluar dari punggung suaminya itu.

"Enggak kak hiksss... Jangan pergi hiksss.... " tangis renjun.

"Jangan menangis sayang, kakak baik-baik saja." ucap jaemin sedikit kesulitan. Sedangkan para pengawal jaemin dan bomin langsung menangkap guan lin, bahkan mark sempat menonjoknya begitu pula dengan sion bahkan jeno yang disulut emosi mengambil pedang jaemin dari sion dan menusuk perut guan lin.

"Mati saja kau sialan." marahnya.

"Akh!!!! Kau ingin aku mati pangeran jeno? Berarti kembaranmu juga sama, dia juga akan mati. Bersenang-senang lah." ucap guan lin tersenyum dengan darah yang keluar dari mulutnya.

"Jeno tenanglah. Kau bisa membunuhnya sebelum dia mendapatkan hukuman." ucap mark lalu melepaskan tangan jeno dari pedang yang menancap di perut guan lin.

"Panggilkan tabib segera!" perintah mark dan salah satu pelayan langsung pergi sembari berlari.

"Kak hiksss... Aku mohon bertahan, aku tidak mau kakak pergi hiksss... Atau aku akan membenci kakak hikss... "

"Maafkan kakak sayang, kakak mencintaimu." ucap jaemin pelan sebelum akhirnya dia tak sadarkan diri seketika.

"Kakak!!!!! " teriak renjun sembari menangis dan berusaha membangunkan suaminya itu.
























😘😘😘

"Prince J" (jaemren)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang