Whatsoever, just write!
Coretan dari Facebook yang disalin ke sini. Isinya cuma pemikiran sederhana plus penggiringan opini yang kemudian jadi penyemangat.
Dulu dibiasain nulis pemikiran gitu haha sekarang alhamdulillaah sudah ada wadahnya yg lebih...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kenapa sih, kita harus banyak baca Sirah? Kisah-kisah para Nabi, kisah-kisah para Sahabat, kisah-kisah Orang Shalih?
🍪🍪🍪🍪🍪
Generasi kita terpuruk, sebab banyak dari kita yang MALAS mempelajari Sejarah untuk jadi Referensi Kehidupan. Banyak banget anak-anak yang idolanya adalah tokoh fiksi. Seperti misalnya Boboi Boy sampe Iron Man...
Para orangtua (yang tidak pernah diajari bagaimana menjadi orangtua yang baik) merasa bahwa membiarkan anak-anak menikmati tontonan yang ada adalah sesuatu yang tidak berbahaya. Padahal, banyak kisah-kisah Heroik para Pahlawan Islam di zaman dulu untuk dijadikan referensi sang anak.
Banyak kasus kriminal yang dilakukan anak-anak karena apa yang mereka tonton, dan orang-orang tua jaman sekarang fokus menyalahkan pronografi yang melebar, tanpa tahu bahwa sedikit banyak, tontonan yang bahkan tidak porno juga mempengaruhi psikis anak-anak. Misalnya, adegan kekerasan. Orang-orang bilang, anak adalah peniru, tapi sebenernya orang dewasa juga adalah peniru. That's why apa yang ditiru harus yang baik-baik.
Dan apa yang ditanam di dalam pikiran itu mempengaruhi banget-banget apa yang akan dilakukan ketika menghadapi masalah.
Contoh sederhananya: Muhammad Al Fatih mungkin akan jadi pedagang biasa aja semisal ayahnya ngga ngajarin beliau bahwa: "Ini lho, Konstantinopel harus ditaklukan dan Islam harus tegak di sana." Hmmm, besar kemungkinan karena Muhammad Al Fatih tidak kenal Boboi Boy, dan ngga kenal Thanos juga. Huuufftt!
Coba, coba, coba... Ada bapak2 bilang sama anaknya: "Nak, ini nih ya, ada suatu daerah yang harus banget ditaklukan, dan kalau bukan kamu, udah ngga mungkin banget ditaklukin dah! Pokoknya harus kamu!"
Waw, pasti dianggap edan itu bapak. Ini bocah umur berapa lho diyakinin kayak gitu. Bukhan maeeen!
Itu ayahnya Sultan Muhammad Al Fatih tuh nyekokin anaknya kayak gitu terus tuh. Sampe kemudian, atas izin Allah, usia 21 tahun Muhammad Al Fatih ditakdirkan jadi Pembebas Konstantinopel. Lah, gw usia 21 mah lagi menyalahkan diri sendiri, karena temen2 gw udah pada nikah, kok gw beluman ya? HAHAHA! Lo, ngapain usia 21? Lagi patah hati karena gebetan lo nikah? Iya? Iya? Ha? HAHAHA #tawadulu
Nah, begitu juga, kenapa manusia2 zaman sekarang tuh gampang depresi, gampang overthinking, gampang ngga yakin bahwa Allah itu Maha Berkuasa loh! Ya karena memang jiwanya sudah terpengaruh oleh Referensi yang buruk.