Whatsoever, just write!
Coretan dari Facebook yang disalin ke sini. Isinya cuma pemikiran sederhana plus penggiringan opini yang kemudian jadi penyemangat.
Dulu dibiasain nulis pemikiran gitu haha sekarang alhamdulillaah sudah ada wadahnya yg lebih...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
2 Desember 2016
Ada satu cerita tentang bendera yang namanya adalah Panji Ar Royah ini...
Pas gw dan yang lain dapat duduk dan mau dengar tausyiah dari panggung, tetiba ada rame2. Rupanya bendera ini #maulewat ... pas di depan kami.
Kami disuruh merapat karena bendera ini gerak estafet gitu kan. Langsung deh dengan mata nyaris basah, gw lari ke tengah biar bisa gapai lembaran bendera ini. Selama bendera ada di atas kepala, hati gw kayak dibejek.
Gw inget bahasan tentang; bahwa akan ada naungan dari Allah di akhirat nanti. Di hari di mana tiada naungan selain naunganNya.
Berada di bawah bendera ini gw berpikir, kayak gitukah rasanya? Atau hanya perasaan gw aja...
Entah.
Tapi yang jelas, gw sungguh berharap dapat naungan Allah...
Usai estafet bendera, gerimis berasa. Dan kami duduk lagi seperti semula. Dan gw lihat2in Septi, Dewi, Ipat, Nung, Risa, Essa... sambil ngebatin; bersyukur Allah kenalkan dengan mereka. Sembari berharap, mereka akan cari gw kalau ga nemuin gw di surga.
Ingat beberapa tahun lalu, gw sama Essa ada dalam hiruk pikuk yang sama; Super Show 5.
Sekarang... Allah ganti hati kami. Allah beri yang baru... dengan kecintaan yang lebih hakiki.
Berkumpul dengan orang yang Ghirahnya menyala, bikin Ghirah kami berkobar. Rupanya kian terlihat benar, seseorang itu tergantung agama temannya.
Sori, tadi gw bikin status yang rada kecewa karena menyadari beberapa teman Facebook gw terlihat adem ayem ttg Aksi Super Damai 212 ini. Padahal biasa heboh dengan hal-hal yang mereka suka, yah semacam Oppa-Oppa? Kemudian gw sadar...
Kesukaan dan kebanggaan akan sesuatu itu ndak bisa dipaksa. Mungkin Aksi Super Damai 212 ini bukan sesuatu yang membanggakan bagi kalian?
7 juta orang dari berbagai lokasi berbeda... merapat ke Monas dan sekitarnya. Berjuang berpeluh hingga kuyup kehujanan demi sang penista diadili.
White Parade, kalau kata gw. And it is much more than amazing.
Tapi kalau memang Aksi 212 bukan hal yang membanggakan untuk kalian bagikan, gw bisa apa?
Gw cuma bisa bersyukur, Allah menyatukan kami selama aksi damai terjadi.
Sebab yang tak merasa, memang tak akan pernah mengerti.