#83

133 14 1
                                    

Hari ke hari semua tampak tenang. Tak ada air mata dan rasa sakit. Yang ada rasa tenang. Kamu juga tidak pernah memimpikan hal yang buruk lagi. Kegiatanmu juga berjalan seperti biasa. Semuanya tampak normal.

Begitu juga dengan June dan IKON. mereka juga sibuk dengan kegiatan mereka. Kamu dan June pun juga begitu. Kalian baik-baik saja. Bahkan sangat baik.

Seperti saat ini, June sedang tidur di pangkuanmu. Lebih tepatnya hanya menutup mata dan memainkan jari jemarimu.

Drrt... Drrt...

"yeoboseo?"

"............."

"ndee.. Aku akan menunggu..."

Tuttt.. Tuttt

Kamu memutus sambungan telfon dan meletakkan kembali ponselmu ke meja.

"nugu? Apa kamu membuat janji dengan seseorang??" ,- June

"ndee.. Aku ada janji dengan pengacaraku.."

"ah ndee..." ,- June

"setelah ini kamu akan kemana, June??"

"eoh, aku akan kembali ke YG.." ,- June

"ah ndee.."

"waeyo? Apa kamu membutuhkan sesuatu?" ,- June

"ani.. Aku hanya bertanya.."

"jinjja?" ,- June

"aishh kenapa kamu menatapku curiga seperti itu???"

"ani.. Tatapan mataku memang seperti ini, chagi.." ,- June

(tertawa) "arra..." (mencubit pipi June)

Ting...

June mendapatkan notifikasi dari ponselnya. June pun langsung meraih ponselnya.

From : Hanbin Hyung

"kau dimana? Cepat kembali kesini..."

"sepertinya kamu sudah di suruh ke YG, June.." (ucapmu santai sambil terus membaca majalah)

June langsung duduk dan menghadap ke arahmu.

"aku akan pergi dulu, nee.." ,- June (mengusap kepalamu)

June mencium pipimu dan berakhir di bibir tapi June sedikit melumatnya pelan.

"aku akan kesini lagi nanti.." ,- June

"arra..." (tersenyum)

Baru saja June akan bangkit dari duduknya, tiba-tiba June kembali lagi menghadap ke arahmu.

"wae?"

"apa kamu sudah mengurus semuanya?" ,- June

June menanyakan tentang persiapan pertunanganmu dengan June.

"sudah.. Itu sangaat mudah.. Jinjja.." (menyombong)

"ah.. Sayang lihatlah, Eomma-mu ini.. Dia sangat percaya diri mengatakan itu.." ,- June (mengelus perutmu pelan)

"lalu apa salahnya? Aku memang bisa melalukannya.. Keundae hanya satu yg tidak bisa aku urus..." (mendelik sebal)

June bersikeras akan mengurus cincin tunangan kalian. Kamu juga tidak menanyakan kenapa June tidak ingin kamu mengurus yang satu itu.

"ani.. Cincin adalah urusanku, arra?" ,- June

"arra, yeobo...." (mempoutkan bibirmu)

"sekarang Eomma-mu berusaha menggoda Appa, sayang..." ,- June

With You Or .......Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang