Bukankah sebuah kenyamanan harus ditinggalkan?
Keesokan harinya ....Nakusha kembali ke jakarta bersama mario. selama perjalanan nakusha hanya melihat kearah jendela tanpa berniat sedikitpun berbicara ke mario tentang kejadian kemarin malam.
Mario merasa gelisah melihat kondisi bos besarnya seperti ini. Mario juga tidak bisa berbuat apa apa. dia sangat sadar diri posisi dia dimata nakusha khususnya.
" mario " panggil nakusha
Mendengar namanya terpanggil , mario sesegera mungkin datang cepat dihadapan nakusha.
" atur jadwal saya ketemu dengan pemilik perusahaan Vin's company. bisa ? " tanya nakusha dengan posisi wajah tetap menghadap kearah luar jendela jet pribadi
" bisa miss "
Mario kembali ke tempat duduk semula ia tempati. disana ia mengirim email kesalah satu sekretaris perusahaan.
Gak butuh waktu lama , mario sudah bisa mengatur jadwal pertemuan bos besarnya malam ini diruang privat salah satu restoran elit dikalangan jakarta.
Mendengar laporan mario tadi, cuma kevin yang bisa membantu dirinya menyelesaikan masalah ini. cuma kevin yang tau sikap maupun sifat orang tua aldo sebenarnya.
***
Sesampainya dijakarta , nakusha pulang ke apartemen dikawasan pondok indah. Disana ia bersih bersih diri sebelum bertemu dengan kevin jam 5 sore ini.
Setelah dianggap semua siap , nakusha masuk kedalam mobil pribadi suruhan mario menjemput dan mengantar nakusha ketempat tujuan.
Nakusha masih sama. tetap diam. tanpa bicara sedikitpun. padahal nakusha bukan orang pemurung seperti itu.
" nona , sudah sampai " kata sopir
Nakusha memfokuskan pikiran. ia lalu jalan ketempat sesuai mario tujukan tadi.
Disana sudah ada kevin duduk membelakangi nakusha.
" sore vin " sapaa nakusha
" hei. sore nakusha cantik. " kevin berdiri berniat membuka kursi untuk nakusha
" mau pesan apa ? " tanya kevin
" milkshake aja sm steak. " kevin mengangguk mengerti. Kevin memesan 2 porsi sama dengan pesanan nakusha. hanya saja milkshake nakusha rasa strawberry sedangkan punya kevin rasa vanila.
" oiya. tumben ngajak ketemuan sama aku? ada apa ? sampai harus seformal itu ? kan bisa chat aku "
Kevin sudah mencecar berbagai macam pertanyaan ke nakusha. Sang empu cuma bisa diam membisu. menunduk dihadapan kevin.
Air matanya sudah tidak bisa nakusha bendung lagi. air mata itu menetes tepat dihadapan kevin.
Melihat itu semua , hati kevin sangat perih. seakan berjuta juta pedang menancap tepat ditengah hati kevin. pujaan hatinya selama ini , menangis dihadapannya sekarang.
" hei. kemana menangis? aku salah ngomong ? "
Saat hendak ingin menghapus air mata nakusha , tangan kevin ditepis nakusha. kevin hanya bisa memberikan sapu tangan miliknya .
" keluar saja semua emosi kamu dengan menangis sha. aku mengenal kamu. aku tau perasaan kamu sekarang. menangis saja sha. ada aku disini "
Nakusha tambah menangis mendengar perkataan kevin. ia menangis dalam sapu tangan kevin. nakusha tidak bisa berbicara. sangat sulit ia mengatakan sepatah kata ke kevin.
kevin tak bisa mengontrol hati dia. dia berdiri dan membawa nakusha dalam pelukannya. ia gak bisa melihat pencuri hati juga pikirannya dilanda masalah sampai sebesar ini.
" maafkan aku sha sudah melakukan ini. tapi aku gamau kamu seperti ini. menangislah sha. sampai kamu puas."
Nakusha awalnya menolak dipeluk kevin. ia berusaha keluar dari pelukan kevin. tapi mana bisa?
Kevin memeluknya sangat erat. tenaga nakusha tidak bisa mengimbanginya. ia hanya bisa pasrah menangis dalam pelukan kevin.
Sudah tidak tau berapa tetes air mata jatuh dibaju kevin. sekarang baju kevin basah dengan air mata nakusha.
Kevin tetap memberikan pelukan hangat ke nakusha. ia mengusap punggung serta rambut hitam nakusha pelan seraya memberikan ketenangan buat nakusha.
Benar saja , hal itu bisa membuat nakusha sedikit lebih lega. nafasnya sudah semakin teratur sekarang. sekarang giliran kevin merenggangkan pelukan ini dengan nakusha.
" duduk lah sha. kamu ceritain dari awal ya " nakusha mengangguk.
" jadi? "
sebelum nakusha bicara, nakusha mengambil nafas panjang terlebih dulu. seakan mengisyaratkan hatinya supaya bisa lebih tenang lagi.
" ada apa sha? " sekali lagi kevin bertanya
" ini soal papa mertuaku vin " ucap nakusha pelan
" pak aditya? " kevin belum mengerti maksud nakusha itu apa
Akhirnya nakusha menceritakan masalah demi masalah diperusahaan sampai dia beranikan diri menemui aditya.
Mendengar semua perkataan nakusha tadi , kevin geram. tangannya ia remas disaku kiri celana. Ia tak boleh menampakkan kemarahan didepan nakusha.
" kamu tau kenapa papa mertuaku seperti itu? " kali ini bagian nakusha mengajukan pertanyaan didepan kevin.
Kevin tidak bisa mengatakan apapun saja. sekarang gantian. ia tampak diam saja. pikirannya kalang kabut mendengar semua rangkaian cerita nakusha tadi.
Kevin melamun. ya , kevin melamun. Kevin memendam amarah saat ini. Kevin harus pintar menyembunyikan semua itu. jika tidak , nakusha bakal curiga .
" vin. dengarin aku gak sih ? "
" hah? iya ? " kevin nampak linglung
" ish. kamu mah " nakusha nampak merajuk melihat ekspresi kevin diam saja dari tadi. padahal nakusha tidak tau kalau kevin sedang menetralkan kemarahannya saat ini.
***

KAMU SEDANG MEMBACA
Pernikahan Mimpi Buruk
Teen FictionBagaimana bila sebuah pernikahan didasari oleh keterpaksaan dan juga menjadi beban dalam hidupnya ? Ranggata Syahputra dan Naksuha Adijaya akan menjawab semua pertanyaan itu dibalik sebuah kisah perjalan mereka yang penuh suka cita bersama dan akan...