Bagaimana bila sebuah pernikahan didasari oleh keterpaksaan dan juga menjadi beban dalam hidupnya ?
Ranggata Syahputra dan Naksuha Adijaya akan menjawab semua pertanyaan itu dibalik sebuah kisah perjalan mereka yang penuh suka cita bersama dan akan...
" penyesalan bukanlah yang terakhir bukan ? masih ada harapan disana walau secercah titik "
Pagi Hari🌞🌞🌞🌞🌞🌞
Mentari mulai menyapa wajah mulus putih nakusha . sinar mentari masuk disela sela lubang kecil dekat jendela . Menandakan mentari ingin menyinari seorang wanita muda penuh harapan dan ambisi menemukan suatu titik persoalan .
Nakusha bangun dari tempat tidurnya menuju kearah kamar mandi . Hari ini jadwal nakusha pergi ke bandung sebelum berangkat lomba ke LA .
Selesai bersiap siap dan sarapan bubur ayam tadi , nakusha mengambil tas kecil dibukalah ponsel mengetik nama Ranggata .
Nakusha Aku mau pergi dulu jenguk papa sebelum aku berangkat besok .
Ranggata❣ iya . hati hati
Nakusha Y .
Ranggata tidak membalasnya kembali chat nakusha . Yang penting nakusha sudah memberitahukan kepergiannya hanya untuk menemukan ayahnya dibandung .
Nakusha pergi menggunakan mobil sport pribadinya kearah bandung pelan tapi santai didalam perjalanan .
Disela sela macetnya ibukota , nakusha mengingat perkataan om rustam bahwa aldolah pelakunya diketahui dari sidik jari sapu tangan itu .
Nakusha masih tak habis pikir karena aldo pada waktu itu bersamanya di palembang mana mungkin ia ke jakarta hanya untuk melakukan kejahatan pada ayahnya .
Jelas jelas aldo tidak tau keluarha nakusha si konglomerat no 1 . Tapi yang membuat nakusha bimbang adalah pada saat terjadi kasus ayahnya itu , aldo tidak pulang seharian ke apartemennya di palembang alasan tertidur dirumah kevin .
Itulah sebabnya nakusha bingung harus percaya siapa . Tapi nakusha tetap kekeh percaya pada om rustam . Sebab sidik jari aldolah yang om rustam lacak .
Tiiiittt tittt
Suara klakson mobil dibelakang mobil nakusha sudah berbunyi beberapa kali membangunkan lamunan nakusha dilampu merah .
Nakusha langsung menjalankan mobinya . Mungkin karena pelan pelan , nakusha sampai pukul 10 pagi dirumah sakit ayahnya .
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah memarkirkan mobilnya diparkiran rumah sakit , nakusha menyusuri lorong rumah sakit menuju tempat ruangan ayahnya dirawat inap .
Untung ada suster jaga bertabrakan dengan nakusha .
*eh maaf sus * iya mbak gapapa *mau tanya . ruangan atas nama pasien adijaya mana? *oh pak adijaya . diruangan vvip no 1 . *dimana itu sus? *mbaknya lurus aja mentok disebelah kiri ruangannya . *makasih sus . mari *iya mbak . mari (suster itu pergi jalan duluan meninggalkan nakusha )