47.PENYESALAN AKAN MASA LALU
Senja mulai meredup berganti dengan langit hitam, udara semakin dingin.
Malam hari tiba, bintang di langit mulai terlihat, rembulan mulai menampakan dirinya.
Terlihat seorang remaja tengah berdiri melamun di teras kamar nya.
Sudah berjam jam diri nya menunggu telfon dari seseorang, tapi sampai detik ini belum kunjung terdengar.
Tok...Tok...Tok...
Ia berjalan ke arah pintu dan membuka nya.
"Lia, ada apa"
"Kakak, di suruh ibu makan, kan dari tadi siang kakak belum makan" Ucap anak kecil berusia delapan tahun.
"Iya nanti kakak turun"
"Enggak, kalo kak Alva ngak mau turun sekarang aku ngak mau makan" Rengek nya.
"Iya ya ya, kakak turun, bentar aku tutup jendela dulu" Alva berjalan ke dalam kamar dan menutup jendela nya.
Sesampainya di ruang makan, sudah ada kedua orang tua nya yang duduk di sana.
"Malam semua" Sapa Alva.
"Malam Va" Jawab sang ibu.
Alva duduk di sebelah Nesha, dia sedikit malas untuk ikut makan malam bersama keluarga nya, karena saat ini hubungan nya dengan sang ayah sedang kurang harmonis.
"Alva, kok ngak makan" Tanya Tiara saat melihat putra nya melamun.
"Ehh, iya ini aku makan" Saat ini mood makan nya tengah turun, dia sangat terpaksa untuk makan malam.
"Gimana sekolah kamu" Tanya Tiara lagi.
"Baik, cuma tadi ngak ada mapel"
"Lah kenapa"
"Kunjungan ke pameran"
"Ouh, makanya pulang awal"
"Hmm" Alva pun kembali melanjutkan makan nya.
"Kakak kenapa" Tanya Nesha.
"Ngak apa apa"
"Kok dari tadi sedih mulu"
"Enggak, kakak ngak sedih" Bohong Alva.
"Apa yang di bilang Nesha bener loh, dari tadi kamu diam aja semenjak temen temen kamu pulang, ada apa, ini kan hari bahagia kamu, kok malah sedih, ada apa sayang" Bujuk Tiara agar Alva jujur.
"Ngak ada apa apa, aku dah selesai makan, Alva naik dulu" Alva pun beranjak menuju kamar nya.
"Ngak ngehargai orang tua, mana sopan santun kamu" Sela Alexa, ayah tiri Alva.
Alva berhenti, dia tidak berbalik menghadap ayah nya, tetapi tangan nya mengepal kuat, dia tidak suka jika ayah tiri nya mengatai dia seperti ini.
"Maaf, Alva capek, Alva mau istirahat, selamat malam semua" Alva pun kembali berjalan.
"Anak bandel" Gumam Alexa.
"Udah udah yah, mungkin Alva masih stres jadi gitu" Tenang Tiara.
Sesampainya nya di kamar dia merebahkan tubuhnya, dia benar benar kacau hari ini. Dia merasa di hari ulang tahun nya ini dia malah hancur.
"Apa kebahagiaan ngak bisa kembali ke hidup Alva lagi" Gumam nya sedih.
Alva pun beralih menatap sebuah foto yang ia letakan di meja belajar nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
DEVA [REVISI]
Teen FictionSejak saat kejadian itu, nama mu selalu terukir di kepala ku, membuat semua tertuju pada satu nama yaitu nama mu -Qhillastika Ardean Marisha- Perubahan itu pasti ada, entah kapan akan berawal itu pasti ada di dalam hidup kita -Alva Arrayan- ...
![DEVA [REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/242178607-64-k38721.jpg)