1.MASA ORIENTASI SEKOLAH
Langkah kaki kecil terhenti karena mendengar seseorang memanggil namanya.
Pemilik nama langsung menoleh mencari seseorang yang sudah memanggilnya.
"HAYY..." teriak nya kegirangan.
"Lo disini?, bukan nya lo di SMP Slarakiana ya?!" tanya seorang gadis yang baru saja menyebut nama nya.
"Ngak, gue ngak jadi disana, kan emang dari awal gue ngak mau disana" jawab nya sambil tersenyum.
"Jangan jangan lo mau ngejar kak Novan ya?, ngaku lo" tanya nya sambil tersenyum.
"Apa'an sih gue disini mau sekolah mau belajar ngak mau ngurusin cinta kaya waktu gue di SD, Anggi hello gue udah besar waktu nya fokus" jawab nya.
Qhillastika Ardean Marisha, seorang siswa pintar dan ramah yang baru saja akan mengukir sejarahnya di SMP Seni Muda.
Dan sahabat nya adalah Dheli Anggita Masitia Sari, mereka berteman sejak kelas 3 SD, karena saat itu Anggi adalah anak pindahan dari sekolah Melit Bangsa dan hubungan mereka berlangsung hingga kini.
"Halah ntar juga kenal cowo suka lagi" sindir Anggi.
"Ngak lah gue ngak akan kaya gitu, janji" ujar Dean lalu menunjukan jari kelingking nya.
"Dah, gue percaya aja deh sama lo, jangan janji janji tau nya lo ingkar" ujar Anggi yang sudah biasa dengan sifat Dean.
"Hehehehe gemes banget sih lo" jawab Dean sambil mencubit pipi nya.
"Ihh sakit"
"Hehehe yuk ke aula, yang lain pada di aula tuh" ajak Dean.
Mereka pun berjalan ke aula umum.
***
Setelah beberapa menit melaksanakan apel pembukaan MOS mereka di persilakan teduh untuk melihat penampilan Paskib dari SMP Seni Muda.
"Yan lo tau ngak, PKS mereka legend loh" Ujar Anggi.
"Maksud lo"
"Iya gue denger ekskul ini emang ekskul yang bagus banget di sekolah ini, mereka udah membawa masa jaya sekolah ini loh, asal lo tau mereka pernah masuk televisi di waktu mereka generasi, emm berapa ya" Anggi pun menjeda omongan nya sejenak untuk memikir.
"Kalo ngak salah generasi 3 kalo ngak 4 kaya nya gue lupa soal nya" lanjut Anggi.
"Ouh, tau dari mana lo" tanya Dean heran.
"Dari kak Ratu, gue kan tetanggaan sama dia"
"Lah gue saudara sama dia" Dean berhasil membuat Anggi cemberut.
"Ya udah gue diam aja"
Dean pun terkekeh melihat ekspresi Anggi yang seperti anak kecil pasrah dimarahi ibu nya.
"Mereka cukup keren, jadi pingin ikutan gue" bisik Dean.
"Mana bisa lo ikut, ingat lo punya anemia akut bisa roboh loh kalo gitu" celetuk Anggi.
"Ih bukan nya doa'in kek malah gitu temen macam apa lo" Dean pun kesal dengan Anggi, ia selalu saja menghalangi keinginan Dean karena Anggi tau bahwa semua itu berat bagi Dean, karena dia memiliki beberapa penyakit yang harus ia telateni dan dirinya tak boleh terlalu keras dalam melakukan kegiatan.
"Iya iya deh gue dukung lo, gue yakin suatu saat lo bisa ikut, kan lo juga tinggi gue ama lo aja kalah" ujar Anggi menenangkan.
"Apa'an sih lo itu cuma belum tinggi bukan pendek Nggi" seru Dean kesal.
KAMU SEDANG MEMBACA
DEVA [REVISI]
Ficção AdolescenteSejak saat kejadian itu, nama mu selalu terukir di kepala ku, membuat semua tertuju pada satu nama yaitu nama mu -Qhillastika Ardean Marisha- Perubahan itu pasti ada, entah kapan akan berawal itu pasti ada di dalam hidup kita -Alva Arrayan- ...
![DEVA [REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/242178607-64-k38721.jpg)