56.KECEMBURUAN ALVA
Hari minggu, dimana Dean telah selesai melaksanakan ulangan nya. Kini dia tengah mencari barang keperluan untuk wisata nya empat hari lagi.
Ia tengah berkeliling di sebuah mall, dia tidak sendiri melainkan dengan Alva.
"Yan" Panggil Alva.
"Hmm, ada apa" Dean pun menoleh ketika ia tengah memilih sebuah jaket.
"Lo mau beli itu"
"Hmm iya, kenapa"
"Sebenarnya lo mau wisata, apa mau pindah rumah sih"
"Ehh, hehehe kenapa kebanyakan ya"
"Jelas lah, lo ngak usah beli pakaian kali"
"Bukan itu, aku beli ini bukan untuk di bawa wisata, tapi buat hadiah tahun baru" Dean pun memandang sebuah jaket yang nuansa nya hampir sama dengan milik Alva.
"Kan lo bisa beli nanti waktu wisata"
"Ngak"
"Kenapa"
"Satu berat bawa nya, dua males keliling aku tuh kalo udah capek, ketiga mahal, dan ke empat takut lupa" Alva hanya menggeleng kan kepala nya.
"Hedeh, asal lo tau ya, di sana harga nya diskon semua Dean, apa lagi akhir tahun"
"Ngak mau, lagian ke pusat oleh oleh kan terakhir, pasti nya aku dah capek banget, males"
"Terserah lo lah" Alva pun pasrah dengan pernyataan Dean.
Dean pun menghampiri nya, "Yah marah ya" Goda Dean.
"Enggak"
"Uluh kak Alva marah, lucu deh" Dean pun mencubit pipi nya.
"Hih, geli" Timpal Alva yang merasa aneh dengan kelakuan Dean.
"Biasa nya aja kak Alva yang gitu'in aku"
"Kan gue cowok, ya wajar lah"
"Hehehe, dah ngak marah lagi kan"
"Hmm, dah" Alva pun memutar bola mata nya malas.
"Hmm, kita istirahat dulu yuk, aku laper" Rengek Dean.
"Salah sendiri tadi ngak mau makan dulu" Jawab Alva kesal.
"Hih kak Alva kok gitu sih, dah ah ayo temenin" Dean pun menyeret Alva ke sebuah cafe, dan Alva lagi lagi hanya pasrah.
Bagi nya dia senang bisa kembali dekat dengan Dean, walau entah apa yang terjadi di antara nya, kini Alva bisa memaafkan apa yang telah terjadi sebelum nya dengan Dean.
"Duduk, mau pesen apa, aku yang bayar" Tawar Dean.
"Ngak mau kalo uang orang tua" Sahut Alva membuat Dean bingung.
"Maksudnya"
"Minta kan sama mama tadi"
"Aku kan masih kecil kak, belum kerja, masih jadi beban orang tua, ya jelas minta"
"Ngak"
"Ihh, ini tuh uang tabungan aku, ya awal nya sih di kasih, tapi kan aku sisihin, gimana ya nyimpul kan nya" Dean pun berpikir, Alva tersenyum melihat ekspresi Dean.
"Iya, gue mau sama'in aja kaya lo"
"Hmm, oke"
Tak lama pesanan mereka pun tiba.
"Thank you" Ucap Alva.
"Hmm"
Dean mulai fokus dengan ponsel nya, Alva pun merasa diri nya di cueki oleh Dean.
KAMU SEDANG MEMBACA
DEVA [REVISI]
Ficção AdolescenteSejak saat kejadian itu, nama mu selalu terukir di kepala ku, membuat semua tertuju pada satu nama yaitu nama mu -Qhillastika Ardean Marisha- Perubahan itu pasti ada, entah kapan akan berawal itu pasti ada di dalam hidup kita -Alva Arrayan- ...
![DEVA [REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/242178607-64-k38721.jpg)