48.Awal Dari Kesalah Pahaman

26 8 3
                                        

48.AWAL DARI KESALAH PAHAMAN

Waktu berjalan sangat cepat sesuai titian, tidak memperdulikan keadaan yang terus menghalang.

Bulan November, di mana semua siswa akan menghadapi sebuah sesi ujian tengah semester di setiap jenjang sekolah nya.

Dean sudah menyiapkan semua nya secara matang, dia sudah jauh hari memperdalam materi materi yang akan keluar saat ulangan nanti.

"Akhirnya selesai" Gumam nya ketika ia selesai merangkum catatan matematika.

Ia berjalan ke kasur dan merebahkan tubuh nya. Ia mencoba menenangkan pikiran nya.

Ia tersenyum sekilas saat mengingat kabar baik tiga minggu lalu. Bahwa ia di nyatakan sembuh dari sakitnya.

Tekanan intrakranial di kepala nya perlahan menghilang dan anemia nya berangsur angsur memulih. Leukemia nya pun sudah mulai membaik dan kini ia benar benar di nyatakan sehat.

Dia senang, akhirnya dia bisa terbebas dari semua rasa sakit yang selama ini ia derita.

Kling...

Dean kembali bangun dan mengambil ponselnya. Ia tersenyum saat melihat siapa yang mengirimi nya pesan.

Kak AlvaArr:
P
Malam

Malam, ada apa?

Gpp, lo masih apa

Baru selesai belajar kenapa?

Gpp sih, semangat buat besok

Pasti nya😁kak Alva jg

Ok thank's gue istirahat dulu, dagh night🌛

Too

Dean pun menutup ponselnya dan kembali menidurkan tubuhnya.

"Malam kak Alva"

Perlahan mata nya mulai tertutup.

Hubungan antara Dean dan Alva semakin hari semakin dekat, Alva kini sering sekali mengantarkan Dean untuk pergi ke sekolah.

Bahkan tiap minggu pun mereka selalu joging pagi bersama.

Di dalam hati Dean tentu sering tertanam sebuah pertanyaan, apa sebenarnya hubungan kita? Tapi Dean sendiri tidak pernah bertanya pada Alva dan membiarkan waktu yang menjawabnya.

***

Pagi hari tiba, Dean bangun dari kasur nya dan pergi ke kamar mandi.

Setelah selesai melakukan ritual, dia pun membereskan alat tulis nya dan memasukan ke dalam tas nya.

Lalu ia keluar dan berjalan ke ruang makan.

"Morning all" Sapa nya ceria.

"Pagi sayang" Jawab Amara.

"Hmm, pagi juga Dean" Sahut Royan.

Dean tersenyum dan duduk di samping Ares.

"Ulangan kan hari ini" Tanya Amara.

"Iya"

"Semangat ya sayang" Sela Royan.

"Oke pa" Jawab Dean sambil menunjukan tanda oke.

DEVA [REVISI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang