18.TIGA ACARA BERSEJARAH
Dua minggu berlalu semenjak kejadian Salma di kantin.
Bulan ini adalah bulan yang dimana membuat semua kelas sembilan tegang. Bulan November, bulan pertama kali sekaligus moment awal mereka di uji untuk kelulusan mereka.
Try out, adalah suatu kegiatan pengujian dengan menggunakan materi yang berbasis ujian sekolah. Di bulan ini siswa kelas sembilan akan melakukan pengujian tersebut untuk pertama kalinya.
Bukan hanya itu, di bulan ini pun akan jatuh tanggal yang membanggakan untuk SMP Seni Muda, yaitu hari anniversary sekolah yang ke 41 tahun.
Bukan itu saja ada acara lain yang paling mengesankan untuk kenangan generasi, perlombaan paskibra terakhir dari generasi lima.
Hal itu sangat di nanti anak Paskibra tentunya karena setelah ini, mereka akan mewariskan posisinya ke adik kelas mereka.
***
Dean sedang diam di depan kelas nya, entah apa yang ia pikirkan.
Dia melamun sedari dia berangkat sekolah tadi. Dia duduk di teras kelas nya, dia memandang ke arah taman.
Saat pikiran nya entah melayang kemana, dia tersadar ada seseorang yang sedang melihat ke arah nya.
Dia pun melirik sekilas ke seseorang yang sedang berjalan mengenakan jaket dan tasnya.
Ya siapa lagi kalo bukan Alva. Dia memperhatikan Dean yang tengah duduk di depan kelasnya.
Dia hanya membatin "jadi dia siswa kelas yang dulu di pakai Vio"
Alva terus berjalan tanpa memperdulikan Dean melihatnya lekat.
Dean masih diam di depan kelasnya, dia memperhatikan Alva yang berjalan ke kelas nya, dan saat Alva masuk dia pun duduk kembali di teras kelasnya.
"Sudah tiga bulan gue suka sama dia, dan detik ini masih sama saja, gue belum bisa berbuat sesuatu, apa gue lupain aja ya kak Alva, tapi apa semudah itu gue lupain dia, dari faktanya aja gue suka sama dia sampai selama ini, gue suka sama Novan beberapa minggu doang aja move on nya setahun" Gumam Dean bingung.
Dean merasa ada sesuatu yang akan terjadi nanti di lain hari, tapi sampai saat ini dia belum tau apa yang akan terjadi dan apa yang akan menimpa nya nanti.
Dean masih setia mengamati Alva diam diam, dia juga masih sering memanggil nya jika bertemu, sebagai kakak kelas yang ramah dia masih tetap setia menerima panggilan itu dan menjawab nya dengan senyuman ramah dan baik.
Dean mulai merasa kacau, dia merasa sangat bodoh menanggapi perasaan nya ini, seharusnya saat dia mendengar kabar tentang Ghisella, dia langsung melupakan Alva, tapi nyatanya dia masih ragu dan kurang percaya dengan kabar itu.
Dean pun menitik kan air mata nya.
"Kapan perasaan ini akan terbayar, jika pada akhirnya gue ngak bisa membuat dia tau soal ini" Jerit Dean dalam diam.
Dean berjalan ke kamar mandi untuk menghapus air mata nya.
Saat di kamar mandi dia memandang dirinya di depan cermin.
"Kak Alva, sampai kapan nama itu akan terus ada di pikiran aku, sampai kapan aku akan jadi secret admirer nya, mau sampai kapan hati gue memendam rasa suka" Ujar Dean dalam tangisan nya.
Kepala Dean mulai pusing, dia pun membasuh wajahnya dan mengambil tisu lalu keluar, berjalan ke kelas nya.
Saat sampai di kelas sudah ada Fita, Salma dan Relia, dia pun duduk dan menidurkan kepala nya dia atas lengan kanan nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
DEVA [REVISI]
Novela JuvenilSejak saat kejadian itu, nama mu selalu terukir di kepala ku, membuat semua tertuju pada satu nama yaitu nama mu -Qhillastika Ardean Marisha- Perubahan itu pasti ada, entah kapan akan berawal itu pasti ada di dalam hidup kita -Alva Arrayan- ...
![DEVA [REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/242178607-64-k38721.jpg)