84.PERASAAN RINDU
Tujuh bulan setelah Alva pergi, semua berubah menjadi sunyi.
Kediaman utama Arrayan terasa sedikit sepi karena hanya Alva yang membuat keluarga itu ceria.
Tapi semua berjalan baik baik saja, sesuai yang di inginkan.
Begitu pula Dean, ia tetap menjadi dirinya yang sekarang, bersikap cuek, dingin dan berani.
Saat ini kedudukan Dean di Antlas Bhakti sudah sangat populer, di tambah kini ia terpilih menjadi ketua OSIS generasi saat ini.
Bukan hanya itu, dia pun menjadi wakil ketua basket dan pemimpin paskibra. Ia pun di nominasikan menjadi penerus dari Eleno dan Aldiana seorang terbaik di Antlas Bhakti.
"Dean" Panggil seseorang.
Dean menoleh ke arah nya, "di panggil kak El di ruang OSIS"
"Thanks" Dean putar balik dan berjalan menuju ruang OSIS.
"Permisi"
"Silakan"
"Ada apa"
"Coba lo susun rencana buat pentas seminggu lagi, terserah lo mau bikin daftar acara kek gimana, konfirmasi kan sama yang lain, kalo udah siap laporin ke gue, biar gue yang coba terangin ke bu Liana" Jelas Eleno.
"Tema nya"
"Terserah, bebas"
"Durasi"
"Pembukaan tiga puluh menit, sambutan empat puluh menit, tambahan lima belas menit, pensi empat jam, acara inti satu jam dan yang terakhir acara penutupan dua puluh menit"
"Oke"
"Kalo bisa mending lo rapat aja deh ntar"
"Hmm"
"Soal panitia biar wakil yang urus"
"Hmm"
"Dah gitu aja, intinya acara nya seminggu lagi, mohon kerja sama nya"
"Yes, gue permisi" Eleno pun mengangguk, Dean berjalan keluar.
Ia di pusing kan dengan rencana yang harus ia buat untuk acara pentas Anniversary minggu besok.
Di lorong sekolah ada satu kakak kelas yang sengaja melintas kan kaki nya dan membuat Dean terjatuh.
Dean terdiam sejenak menahan sakit, lalu ia bangkit dan merapikan rok nya dan mengambil kembali beberapa lembaran kertas untuk pentas yang terjatuh.
"Sakit ya, sorry gue ngak sengaja" Sela nya yang tak lain adalah Kemalia.
Dean hanya diam menatap nya dingin, lalu ia mengambil ponsel yang ada di saku baju nya.
"Eh balikin ngak"
"Ambil"
Saat Kamelia merebutnya Dean melemparkan nya ke lantai dan itu tentu membuat Kamelia marah. Ia buru buru mengambilnya tapi sayang kaki Dean menahannya dan membuat dia terjatuh.
"Auh sakit tau"
"Impas" Ucap Dean lalu pergi.
"Tuh anak nyebelin banget sih, awas lo, tunggu pembalasan dari gue"
Dean berjalan santai menuju kelas, saat sampai di kelas ia duduk dan membaca lembaran tadi.
"Yan" Panggil Andra.
"Tahun ini ada Olimpiade sains nasional, lo mau ikut ngak"
"Kapan"
"Kata nya sih dua bulan lagi, barang kali nih, lo kan jago IPA"
KAMU SEDANG MEMBACA
DEVA [REVISI]
Fiksi RemajaSejak saat kejadian itu, nama mu selalu terukir di kepala ku, membuat semua tertuju pada satu nama yaitu nama mu -Qhillastika Ardean Marisha- Perubahan itu pasti ada, entah kapan akan berawal itu pasti ada di dalam hidup kita -Alva Arrayan- ...
![DEVA [REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/242178607-64-k38721.jpg)