~Ku pikir, semua yang aku miliki bisa menjadi selamanya, ternyata tidak, waktu bisa mengubah segalanya~
--------------------------
74.KESEDIHAN YANG KEMBALI HADIR
Waktu terus berjalan, hari selih berganti, semua orang sibuk dengan aktivitas masing masing.
Satu minggu telah berlalu, hari ini adalah hari senin, hari dimana Slaraska selesai mengadakan penilaian.
Dean duduk termenung di kelasnya, seminggu ini ia menjadi sedikit pendiam dan susah di ajak interaksi dengan teman teman nya.
Seminggu setelah Alva bertanya tentang kebenaran keluarga nya, mereka berdua sedikit menjaga jarak, bahkan saat bertemu pun mereka tidak banyak obrolan.
Dean merasa Alva marah dengan nya, bahkan sudah satu minggu ini mereka tidak memberi kabar pesan apa pun, hanya sekilas bertemu.
Hati Dean terasa hancur, ia merasa bahwa ini sangat berat untuk nya. Masalah keluarga muncul dan membuat jarak diantara mereka.
"Yan" Panggil Fita.
"Hmm"
"Lo kenapa" Sahut Ristha.
"Enggak, ngak apa apa"
"Dah seminggu lo tiap pagi ngelamun aja, siang biasanya ke kantin ngak mau, diam aja ada apa sih"
"Ngak apa apa, cuma lagi males aja" Jawab Dean bohong.
Fita pun duduk di sebelah Dean, "lo kenapa, ada masalah lagi"
"Ngak ada, cuma lagi males aja buat bicara"
"Kalo ngak ada masalah lo pasti ngak gini lah, kenapa coba cerita"
Dean menghembuskan napasnya, jujur dia memang tidak menceritakan hal ini dengan siapa pun, bahkan keluarga nya.
"Gue ada masalah sama kak Alva"
"Hmm, masalah apa, dari dulu lo fine fine aja sama dia"
"Iya, tapi ini berawal dari masa lalu keluarga gue dan kak Alva ngak tau apa apa, tapi entah kenapa dia tiba tiba tanya ke gue soal masalah itu"
"Terus"
"Gue ngak jawab lah, mama bilang Alva ngak perlu tau dari gue, biarkan ibu nya yang cerita, tapi nyatanya kak Alva malah jadi diemin gue" Jelas Dean.
"Kenapa lo ngak nyuruh kak Alva buat tanya sama ibu nya"
"Ya kalo gitu dia tau dong kalo gue juga nyimpen rahasia nya"
"Ya lo ngomong baik baik, lo coba yakinin dia, kalo bisa lo ngaku aja, kalo lo ngak bisa buka suara soal ini, jelasin apa masalah nya, dah gitu aja, dia pasti bisa ngertiin lo"
Dean terdiam sejenak, "gue cuma takut kalo kak Alva malah berpikiran aneh sama gue"
"Ngak, lo coba jujur aja sama dia, kalo lo ngak bisa jelasin hal itu karena masalah tertentu, kalo lo bohong sama kak Alva dia malah ngak mau percaya sama lo"
Dean pun mengangguk, ia mengeluarkan ponselnya dan menelfon Alva.
[Hallo, ada apa]
"Kak Alva pulang jam berapa"
[Sebelas]
"Jemput aku jam setengah dua, ada satu hal yang pingin aku omongin"
[Iya, kalo ngak ada acara]
"Kak Alva ada jadwal"
[Ngak kaya nya]
"Ouh, ya udah aku tutup ya"
KAMU SEDANG MEMBACA
DEVA [REVISI]
Ficção AdolescenteSejak saat kejadian itu, nama mu selalu terukir di kepala ku, membuat semua tertuju pada satu nama yaitu nama mu -Qhillastika Ardean Marisha- Perubahan itu pasti ada, entah kapan akan berawal itu pasti ada di dalam hidup kita -Alva Arrayan- ...
![DEVA [REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/242178607-64-k38721.jpg)