35.KEHILANGAN ARAH
Seseorang berjalan beriringan di Koridor. Tatapan kesal dan tidak suka menyorot dari keduanya.
Langkah kaki berhenti tepat di depan suatu ruangan bertuliskan 'ruang sekertariat'.
Dean pun mengetuk sekilas pintunya sebelum masuk, lalu membukanya.
"Permisi" Ujarnya.
"Ouh silakan" Sambut seseorang yang ada di dalam.
Dean pun masuk dan di ikuti oleh Novan.
"Ada apa Dean" Tanya kepala bimbel yang tak lain adalah Direna. Kepala pengurus bimbingan belajar Nusa Pelajar.
"Ada hal yang ingin saya bicarakan Miss"
"Silakan"
"Sebelum nya saya mau tanya, apa Nusa Pelajar membuka pendaftaran untuk siswa drop out dari bimbel lain" Ujar Dean.
"Tergantung pertimbangan tingkat sikapnya, nilai sikap terakhir nya bagaimana"
Dean pun menoleh ke arah Novan yang berdiri di belakang nya.
"Nilai sikap lo yang terakhir apa" Tanya Dean pelan.
"B plus" Jawab Novan lirih.
"Terus kenapa bisa di DO"
"Ngak penting gue jelasin sama lo" Sela Novan kesal.
"Huuh, maaf Miss teman saya terakhir mendapatkan nilai sikap B plus, dengan rata rata 8,9 target" Jelas Dean.
"Kenapa bisa di keluarkan" Tanya Miss Direna.
Dean pun menoleh ke belakang mengisyaratkan Novan untuk memberi taunya.
"Jawab" Ujar Dean.
"Terjerat masalah sekolah, karena waktu sekolah lebih padat, saya tidak bisa hadir di jam siang" Jelas Novan.
Dean tau itu tidak sepenuhnya benar, karena mama nya pernah bilang bahwa dia jarang dirumah karena teman teman SMPnya.
"Jadi kelas mana yang bisa kamu ikuti"
"Sore atau malam"
"Saya akan pertimbangan, silakan tunggu" Dean dan Novan pun keluar.
Mereka pun duduk di depan ruang tersebut.
Hanya info, bimbel yang Dean ikuti ini tidak sembarangan karena sistem yang di anut hampir sama dengan sekolah biasa. Bahkan melebihi ketatnya dengan sekolah.
"Lo ngak sepenuhnya jujur kan tadi" Dean memecahkan keheningan.
"Bukan urusan lo"
"Hmm ya udah gue tinggal, lo disini urus sendiri" Dean pun bangkit dan berjalan ke arah kelas yang biasa ia tempati.
"Dean tumben lo berangkat" Tanya Lidia girang.
"Ngak sih cuma nganter temen gue doang, bakal ada murid baru di kelas sore" Jelas Dean.
"Kok lo jarang berangkat sih, kenapa"
"Males gue, gue bahkan pingin undur diri disini"
"Lah gimana, giliran udah dapet gelar leader lo malah keluar, kan ngak gampang" Sela Arshilla.
"Dah lah kan masa jabatan aku udah selesai" Jelas Dean.
"Lah lo ngak asyik Yan" Celetuk Dehlia.
"Gue ngak bis-"
"Permisi"
Dean dan yang lain pun menoleh arah pintu.
"Apa lagi"
KAMU SEDANG MEMBACA
DEVA [REVISI]
Novela JuvenilSejak saat kejadian itu, nama mu selalu terukir di kepala ku, membuat semua tertuju pada satu nama yaitu nama mu -Qhillastika Ardean Marisha- Perubahan itu pasti ada, entah kapan akan berawal itu pasti ada di dalam hidup kita -Alva Arrayan- ...
![DEVA [REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/242178607-64-k38721.jpg)