~Semua sudah terlambat dan terlanjur terjadi, kini hanya tinggal menanti penyesalan yang sudah tercatat di kejadian lalu~
——————————————————————————
33.PENANTIAN YANG MENEGANGKAN
Waktu terus berjalan, dan tidak pernah berhenti. Hari hari terus berganti hingga hal yang di nanti tiba.
Bulan April, bulan yang sangat di nanti bahkan di tunggu tunggu bagi sang kakak kelas yang akan menghadapi ujian terakhir nya di jenjang setiap sekolah.
Hari selasa, Dean berjalan lewat depan ruang OSIS menuju UKS untuk menjenguk teman nya.
Dia pun berhenti di depan ruang OSIS, melihat sebuah jadwal yang di pasang di kaca jendela.
Fita yang merasa ia berjalan sendiri pun berhenti dan menoleh ke belakang.
"Dean" Panggil Fita, akan tetapi Dean terus diam, sampai akhirnya dia pun mendekati nya.
Fita pun melirik ke arah pandangan Dean.
"Yan" Panggil Fita yang seakan akan tau apa yang membuat Dean terdiam. Dean pun sadar dan menoleh.
"Sorry Fit, gue lagi baca jadwal ini, ayo" Dean pun menarik tangan Fita menuju ruang UKS untuk menjenguk teman nya.
Sesampai nya Dean di UKS dia duduk di ranjang UKS.
"Gimana udah baikan" Tanya Dean ke Relia.
"Mending lah, tapi gue masih pusing"
"Ya udah lo disini aja ntar gue izinin" Sahut Fita.
Relia hanya menganggukkan kepalanya lalu kembali berbaring.
Fita dan Dean kembali ke kelas nya untuk mengambil pakaian OSIS nya.
"Yan lo kenapa" Tanya Fita.
"Enggak apa apa, gue baik baik aja kok"
"Lo kepikiran soal ujian nasional kelas sembilan" Ujar Fita yakin.
Dean hanya diam dan tersenyum ke arah Fita. Hal ini membuat Fita diam dan hanya menanggapi senyuman.
"Lagi lagi Dean ada di fase puncak nya, apa yang akan lo lakuin kalo pada akhir nya lo ngak bisa move on dari dia" Ujar Fita dalam hati.
Sesampainya di kelas, Dean duduk sejenak meminum air bawaannya.
Dia pun termenung sejenak memikirkan apa yang ia baca tadi.
"Ngak akan ada harapan lagi buat aku berjuang untuk dia, semua sudah terlambat" Gumam nya dalam hati, lalu menaruh botol minuman nya lalu mengambil seragam OSIS dan pergi ke ruang ganti.
Saat selesai menggantikan pakaian Dean pergi ke kamar mandi untuk membenarkan rok nya.
"Nih pegangin kaos olahraga gue, bentar tungguin" Ujar Dean lalu masuk kedalam.
Fita pun menunggu nya di luar. Tak sengaja pandangan nya bertemu dengan seseorang yang tak asing bagi nya.
"Kak Alva" Batin Fita.
Dia berjalan beriringan dengan Ratu Ketos dan juga Iis.
"Dean ngak boleh ketemu mereka" Gumam Fita.
Saat itu juga Dean keluar dari kamar mandi.
"Udah yuk" Ujar Dean.
"Tunggu ada kak Ratu sama Kak Alva, lagi jalan ke kantin" Ujar Fita.
KAMU SEDANG MEMBACA
DEVA [REVISI]
Novela JuvenilSejak saat kejadian itu, nama mu selalu terukir di kepala ku, membuat semua tertuju pada satu nama yaitu nama mu -Qhillastika Ardean Marisha- Perubahan itu pasti ada, entah kapan akan berawal itu pasti ada di dalam hidup kita -Alva Arrayan- ...
![DEVA [REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/242178607-64-k38721.jpg)