8.MALU MALU KUCING
Hari ini adalah hari jumat, hari yang mana seluruh siswa Seni Muda di beri undangan untuk mengunjungi aula pertemuan yang terletak tak jauh dari alun alun kota. Beberapa sekolah pun di beri perintah untuk hadir mengunjungi acara satu ini, yaitu bazar dan pameran buku yang di gelar tiap tahun nya di bulan agustus.
Dean, Fita, Salma dan Riana sedari tadi sudah berjalan mengelilingi area dalam gedung itu, mereka tak henti henti melihat cuplikan cerita yang tertera di belakang buku.
Mereka tidak hanya mengunjungi tapi juga di beri tugas untuk mencari minimal lima buku untuk di presentasi nanti saat masuk sekolah.
"Lo udah dapat berapa" tanya Fita.
"Gue udah empat" jawab Salma.
"Gue lima" sahur Riana.
"Lo Yan" tanya Fita pada Dean.
Dean pun tidak mendengarkan nya, dia asyik menulis cuplikan cerita bersama Arumi.
"WOY, DIPANGGIL..." teriak Salma di telinga Dean.
Dean pun kaget sampai tulisan nya tercoret, membuat Arumi dan Riana tertawa.
"Salma kuping gue budek tau kalo sekali lo teriak" jawab Dean kesal.
"Hehehe sorry"
"Lo udah dapet berapa" tanya Fita kembali.
"Emmm 1..2..3..4.." Dean pun menghitung hasil pencarian tugas nya.
"Sebelas" jawab Dean saat dia selesai menghitung.
"What" ucap Salma, Fita dan Riana kaget.
"Rajin banget" timpal Salma.
"Iya itu dan ini ada empat buku yang gue beli berarti ntar ada lima belas buku yang gue presentasikan" jelas Dean.
"Lo beli buku nya banyak amat" sela Fita.
"Hehe kan gue pencinta novel"
"Enak lo udah bisa santai" sela Riana.
"Em gini aja, kalian mau ngumpulin berapa"
"Gue lima aja lah" jawab Salma.
"Lima" jawab Fita dan Riana.
"Lo boleh lihat sebagian punya gue"
"Tapi gue udah selesai, kalo gitu" timpal Riana.
"Ya kali lo mau nambah, nah" Dean pun memberikan buku tugasnya ke Salma.
"Lah lo nya gimana" tanya Fita.
"Tenang gue nulis nya cepet, biar gue salin waktu gue di kelas, santai aja" ujar Dean.
"Emm baik banget sih" celoteh Salma.
Dean hanya tersenyum.
"Kita mau kemana" ujar Riana.
"Ke panggung hiburan aja sana" jawab Fita, yang di angguki oleh Arumi dan Salma.
"Gue ikut aja deh" sela Dean.
"Iya in" jawab Riana.
Mereka pun berjalan ke panggung hiburan yang terletak di belakang bazar, letak nya memang masih di dalam aula pertemuan tapi sudutnya berbeda dengan area bazar buku.
Di perjalanan Dean dan teman teman nya berpapasan dengan anak OSIS geng Samudra. Di barisan paling belakang terlihat Alva berjalan bersama Putri.
"Aduh kak Alva" ucap Fita lirih.
Fita pun bersiap siap untuk memanggilnya, akan tetapi kalah cepet dengan Dean.
"Kak Alva" sapa Dean ramah dengan senyuman terbaiknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
DEVA [REVISI]
Roman pour AdolescentsSejak saat kejadian itu, nama mu selalu terukir di kepala ku, membuat semua tertuju pada satu nama yaitu nama mu -Qhillastika Ardean Marisha- Perubahan itu pasti ada, entah kapan akan berawal itu pasti ada di dalam hidup kita -Alva Arrayan- ...
![DEVA [REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/242178607-64-k38721.jpg)