75.AKHIR DARI SEGALA MASALAH
Satu bulan berlalu sangat cepat, semua orang menjalankan aktivitasnya sesuai titian.
Bulan April, bulan yang sangat padat untuk para pelajar, mereka harus mempersiapkan diri dengan baik karena bulan depan sudah akan menghadapi ujian.
Dean yang kini sudah kembali di daftar generasi benar benar berubah di hadapan teman temannya, kini ia sangat sulit untuk di saingi kepandaian nya.
Sedikit pendiam, tidak suka berbaur, agak dingin, cuek itu lah sifat Dean sekarang, semua kejadian di bulan lalu benar benar merubahnya.
Bahkan penampilan nya pun sedikit berbeda, yang dulunya tidak terlalu suka mengenakan jaket kesekolah, kini hampir tiap hari dia pasti mengenakan jaket casual hitam polos, kaos kaki panjang menutupi lutut pun menjadi bentuk perubahan nya, rambut yang kini sedikit di gelombang dan selalu di kuncir membuat nya sedikit terkesan dingin, kini ia pun mulai memberanikan diri untuk merias dirinya tipis saat ke sekolah, seperti mengenakan liptint, bedak dan minyak wangi.
Entah kenapa ia berani berubah hampir sejauh Dean yang dulu. Sikapnya kini menjadi sedikit berani dan tegas. Hal itu tentu membuat dia di pilih menjadi ketua kelas pengganti karena ada masalah dengan ketua kelas yang dulu.
"Yan" Panggil Krisma.
Dean hanya melirik nya lalu mengangkat alisnya tanpa bersuara.
"Lo di panggil wali kelas ke BK buat jadi sanksi kronologis kejadian kemaren"
Dean hanya acuh, dia mengangkat alisnya untuk memberi isyarat iya. Lalu ia pun langsung bangkit dan berjalan ke ruang BK.
Setelah selesai dari ruang BK, Dean berjalan ke kelasnya, di perjalanan dia bertemu sosok seseorang yang selama ini masih ia renungkan, bahkan perjuangkan untuk kembali.
Dean tidak sengaja menabrak nya, "eh sorry" Ucapnya.
"Dean" Mendengar namanya di panggil ia pun melihat ke arahnya
Dia terdiam sejenak lalu membantin, "kak Alva"
"Maaf, permisi" Dean pun berjalan menuju kelasnya dengan perasaan kacau.
Sudah satu bulan Dean mencoba berjuang mengembalikan Alva tapi tetap saja Alva tidak peduli, di tambah kini dia di kabar kan suka dengan teman kelasnya yang Dean sendiri tidak tau siapa.
Hati Dean terasa hancur, dia benar benar tidak bisa melupakan nya, Fiki yang mencoba membantu nya pun gagal karena Alva tetap tak ingin percaya.
Dean selalu sabar, tapi saat ini kesabaran nya sudah di ujung batas karena Dean tau kedekatan Alva dengan teman kelasnya itu sangat dekat dari sebuah sahabat.
Ia pun masuk ke dalam kamar mandi, ia menatap dirinya di kaca.
"Kenapa harus ketemu sama dia, ngak ada kah orang lain yang bisa gue temui" Dean yang terkanal cuek tidak secuek sewaktu dia tertimpa masalah juga teringat soal Alva. Dia tetap masih rapuh untuk bertemu dengan nya.
Pikiran Dean kini sudah sering tak terkendali, bahkan ia sering melukai lengan kirinya untuk pelampiasan.
Dean mencuci wajahnya dan kembali ke kelasnya sebelum bel masuk berbunyi.
***
Pulang sekolah, Dean pulang bersama Novan. Ia sudah sering pulang bareng dengannya akhir akhir ini.
"Thanks" Ucap Dean saat sudah di depan gerbang rumahnya.
Ia langsung masuk dan berjalan menuju kamar. Ia melemparkan tasnya ke sembarang tempat dan membanting tubuhnya di kasur.
KAMU SEDANG MEMBACA
DEVA [REVISI]
Novela JuvenilSejak saat kejadian itu, nama mu selalu terukir di kepala ku, membuat semua tertuju pada satu nama yaitu nama mu -Qhillastika Ardean Marisha- Perubahan itu pasti ada, entah kapan akan berawal itu pasti ada di dalam hidup kita -Alva Arrayan- ...
![DEVA [REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/242178607-64-k38721.jpg)