39.PERPISAHAN YANG SESUNGGUHNYA
Pagi hari yang cerah, Dean berjalan ke arah ruang ujian nya. Tak henti henti nya dia menebarkan senyuman terbaik nya hari ini.
Hari senin, hari pertama Dean melaksanakan ulangan untuk kenaikan nya dan menunjukkan gelar generasi smart nya jika ia berhasil.
Dean duduk di tempat nya. Lalu ia membuka buku LKS untuk mengulang materi semalam. Tak lama Riana dan Fita pun datang.
"Pagi Dean" Sapa Riana.
"Pagi Ri, Fit"
"Lo dah hapal semua" Tanya Fita.
"Udah, gue belajar semalaman" Jawab Dean.
"Jangan maksa'in diri, ntar sakit" Sahut Riana.
Dean hanya tersenyum kecil. Dia pun kembali menatap bukunya.
"Ri" Panggil Dean.
"Apa"
"Kita saingan, untuk yang terakhir kali nya" Ucap Dean.
"Ngak terakhir lah, lo kan masih sekolah disini, emang nya lo mau pindah, enggak kan" Jawab Riana.
"Ya maksudnya, kita kan ngak tau bakal sekelas lagi apa ngak"
"Semoga kita bisa sekelas lagi, gue, lo, Riana, Salma, Hisyel, sama Relia" Timpal Fita berharap.
Dean hanya mengangguk, tapi di hati nya dia tidak meyakinkan bahwa nanti mereka akan satu kelas lagi.
***
Semua siswa tengah fokus ke soal yang ada di hadapan nya. Sejam telah berlalu, Dean masih terus fokus dengan koreksi jawaban nya.
Ia sudah selesai sepuluh menit lalu, dan kini ia sedang mengoreksi kembali jawaban nya. Hingga bel tanda selesai berbunyi.
"Soal silakan bawa kedepan, jawaban di taruh di meja, boleh keluar" Ujar pengawas ujian.
Dean dan Riana pun langsung keluar sembari menenteng tas mereka di pundak kiri.
"Nih pegangin gue, gue mau ke kamar mandi, tungguin, jangan kabur" Ujar Riana lalu masuk ke dalam kamar mandi.
Dean menatap ke arah lapangan dengan tatapan hampa, dia merindukan seseorang yang dulu telah memotivasi nya.
"Mereka udah ngak berangkat lagi ya" Gumam Dean lirih.
Dean pun mengingat sosok pertama yang ia puja waktu itu, dia lah yang membuat Dean tau arti ketenaran di sekolah ini.
Tak lama Riana pun keluar, dia mendapati Dean tengah melamun menatap kearah lapangan.
"Kangen ya" Ucap Riana mengagetkan nya.
"Eh, hehe iya nih dah dua minggu gue ngak ketemu mereka" Jawab Dean lalu mengembalikan tas Riana.
"Gue lihat setelah acara pelepasan, lo udah jarang ngelamun gini, lo masih suka sama kak Alva" Tanya Riana membuat Dean ingat seketika tentang Alva.
"Ya kurang lebih dua minggu ini gue udah ngak mikirin dia lagi, apa artinya gue udah bisa ngelupain dia ya" Tanya Dean dalam hati.
"Woy, di tanya malah diam"
"Eh sorry, gue ngak bilang kalo gue kangen kak Alva"
"Lha terus"
"Gue cuma kangen sama kak Samudra, orang pertama yang gue idolakan, dan sekaligus orang pertama yang memotivasi gue" Jelas Dean membuat Riana kaget.
KAMU SEDANG MEMBACA
DEVA [REVISI]
Roman pour AdolescentsSejak saat kejadian itu, nama mu selalu terukir di kepala ku, membuat semua tertuju pada satu nama yaitu nama mu -Qhillastika Ardean Marisha- Perubahan itu pasti ada, entah kapan akan berawal itu pasti ada di dalam hidup kita -Alva Arrayan- ...
![DEVA [REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/242178607-64-k38721.jpg)