58.PAGI INDAH DI BANDUNG
"Jam enam lewat sepuluh menit, bentar lagi" Gumam Dean saat melirik ke arah jam dinding.
Ia sudah siap dengan barang bawa'an nya, kini ia hanya tinggal menunggu waktu saja, dan setelah itu dia berangkat ke sekolah tepat pukul tujuh malam.
"Dean, kamu udah bawa sabun sama sikat gigi nya kan sayang" Tanya Amara.
"Udah ma"
"Bawa baju berapa"
"Tiga, kaos kelas, kaos tour, sama nih yang aku pake" Jawab Dean.
"Handuk nya dah bawa"
"Udah"
"Sepatu"
"Udah"
"Oke berarti dah semua kan, disini tertulis bawa celana training"
"Udah, aku bawa training semua"
"Oke, ngak usah bawa yang aneh aneh atau ngak penting" Saran Amara.
"Tambahan, cuma parfum, minyak angin, powerbank, charger, sama kamera"
Amara pun berhenti dan menatap Dean kembali, "kamera buat apa Dean"
"Ya buat foto lah ma, barang kali HP aku lowbat kan bisa pake ini" Jawab Dean.
"Ngak ngak ada bawa begituan, taruh di rumah, ntar kalo ketinggalan gimana"
"Ih, ngak apa apa ma, ngak bakal"
"Terserah kamu, jangan lupa dompet sama tas kecil nya, ketinggalan tau rasa kamu" Amara pun keluar dari kamar Dean.
Dean hanya menghembuskan napas nya, dia sudah berjam jam menyiapkan ini dengan mama nya, dan alhasil banyak barang yang di larang untuk ia bawa.
Dean melirik ke arah jam tangan nya, "setengah tujuh, bentar lagi" Dean pun membuka ponsel nya dan menelfon Alva.
"Assalamu'alaikum kak"
[Wa'alaikum salam, dah mau berangkat]
"Setengah jam lagi"
[Gue ke rumah lo sekarang]
"Terserah"
Dean pun mematikan panggilan nya, ia sudah berkali kali menyuruh Alva untuk tidak bersikeras mengantarkan nya, tapi tetap saja ia memaksakan diri untuk bisa mengantarkan Dean ke sekolah di malam itu.
***
Sesampainya Dean di sekolah, Dean langsung turun untuk mencari teman teman nya.
"Yan" Panggil Elma.
Dean pun menoleh ke arah nya dan berjalan mendekati teman kelas nya.
"Hei, malam guys" Sapa Dean.
"Malam, lo sama siapa kesini" Tanya Ristha.
"Ehh, hehehe bukan siapa siapa"
Fita yang curiga pun menoleh ke arah seseorang yang tadi mengantarkan Dean.
"Yan" Panggil Fita.
"Hmm, apa"
"Jangan bilang itu kak Alva" Tanya Fita sambil menunjuk ke arah Alva.
Dean hanya nyengir, dia tidak bisa menjawab apa apa karena malu.
"Pajak nya mana" Tengadah Fita.
"Hah, gue ngak jadian, gue cuma masih temen"
"Bohong"
"Beneran, tanya sama kak Alva nya"
KAMU SEDANG MEMBACA
DEVA [REVISI]
Teen FictionSejak saat kejadian itu, nama mu selalu terukir di kepala ku, membuat semua tertuju pada satu nama yaitu nama mu -Qhillastika Ardean Marisha- Perubahan itu pasti ada, entah kapan akan berawal itu pasti ada di dalam hidup kita -Alva Arrayan- ...
![DEVA [REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/242178607-64-k38721.jpg)