77.ENAM BELAS TAHUN
Waktu terus berjalan sesuai titian nya, hari terus berganti hingga berbulan bulan. Semua orang tetap beraktivitas sesuai kegiatan, banyak perubahan yang terjadi di luar sana, termasuk kehidupan seseorang.
Tidak terasa satu tahun berlalu dengan sangat hampa, semua sudah menyerah untuk berusaha menunggunya kembali membuka mata.
Dean, sampai saat ini ia belum juga membuka matanya, waktu satu tahun sudah merubah segalanya dari dirinya, kondisi yang sudah sempurna membaik menjadi kabar bahagia untuk semua orang, tapi entah kenapa dia masih setia untuk memejamkan matanya hingga kini.
Hari ini adalah hari ulang tahun Dean yang ke enam belas tahun, semua orang merasa kehilangan sosok ceria yang biasa menjadi panutan mereka.
Keluarga hingga teman teman nya terus mengkhawatirkan sampai detik ini, mereka berharap Dean cepat kembali untuk berbicara dengan mereka lagi.
Amara kini sudah ada di ruang rawat Dean dengan Royan. Mereka masih terus berharap putri kesayangan mereka segera membuka matanya.
"Dean, happy birthday sayang, ngak kerasa usia kamu udah tambah satu tahun, artinya kamu udah makin dewasa" Sela Amara menatap Dean sendu.
"Dean, apa kamu ngak capek sayang, udah setahun kamu koma, kapan kamu bangun" Ucap Amara.
Royan sedih melihat sekaligus merasakan kejadian ini, tapi apa boleh buat ini sudah takdir bagi mereka.
"Dean mama mohon bangun sayang"
Amara menggenggam erat tangan Dean, semua alat medis sudah di lepas dan hanya tertinggal infus yang masih tetap menancap. Tapi semua itu tidak merubah kesadaran nya sama sekali.
"Dean, mama sama papa sayang sama kamu, cepet sadar sayang, banyak yang merindukan kamu disini" Sela Royan.
Perih rasanya berjalan satu tahun tanpa putri kesayangan nya, kepastian yang tak kunjung hadir untuk menjawabnya.
Disisi lain, Alva berjalan ke luar dari kelasnya, saat ini ia tengah melakukan praktek di luar kota untuk kali kedua.
Ia berjalan ke loker untuk mengambil buku catatan. Saat ia tengah mengambil bukunya ia teringat bahwa hari ini adalah hari ulang tahun Dean.
Alva tersenyum hampa, satu tahun menunggu itu adalah waktu yang sangat menyiksa untuknya, berkali kali ia berusaha untuk bangkit dan meyakinkan dirinya, tapi tetap tidak ada jawaban kapan ini akan berakhir.
"Yan, happy birthday, maaf aku ngak bisa jenguk kamu dua minggu ini, aku janji tiga hari lagi aku bakal jenguk kamu tunggu aku" Gumam Alva pelan.
Ia pun kembali melakukan aktivitas nya untuk mengolah data hari ini.
***
Malam hari, semua orang di kaget kan dengan kabar dari Michel bahwa Dean telah sadar kembali.
Amara berjalan dengan Royan juga Ares menuju ruang rawat Dean. Ia pun langsung membuka pintu dan menatap haru putri nya yang sudah membuka matanya.
"Sayang" Amara langsung memeluknya.
Michel hanya bisa tersenyum saat melihat nya, ia merasa hari ini adalah hari keberuntungan yang tidak akan terlupakan.
KAMU SEDANG MEMBACA
DEVA [REVISI]
Teen FictionSejak saat kejadian itu, nama mu selalu terukir di kepala ku, membuat semua tertuju pada satu nama yaitu nama mu -Qhillastika Ardean Marisha- Perubahan itu pasti ada, entah kapan akan berawal itu pasti ada di dalam hidup kita -Alva Arrayan- ...
![DEVA [REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/242178607-64-k38721.jpg)