*Diputar ya lagunya, semoga terhibur...
('Miracles-Alex Jahansson')
•••••
88.KEAJAIBAN CINTA
Pagi hari Dean termenung di dekat jendela kamarnya. Ia masih bingung dengan apa yang dia alami kemaren.
Ia melirik jam dinding, jarum jam sudah menunjukkan pukul sembilan lewat lima belas.
Dean berniat untuk membuktikan bahwa kak Alva salah kali ini. Ia akan pergi ke tempat yang kak Alva datangi dan bertemu seseorang disana.
Pukul sebelas pas, Alva berjalan masuk kedalam cafe dan langsung menemui seseorang.
"Hei lama ya" Sela Alva.
"Ngak, baru aja kok"
"Gimana kabarnya hari ini"
"Baik, kak Alva sendiri"
"Sama sih"
"Oh ya ini dah gue pesenin minuman kesukaan lo"
"Thanks"
Alva pun meminum nya, "oh iya lupa ini notebook nya" Ujar nya lagi.
"Kok bisa di lo"
"Iya, kan kemaren udah gue telfon, kak ini notebook nya ketinggalan, malah kak Alva diem aja ngak jawab"
"Kapan"
"Waktu kak Alva pulang kan gue telfon kakak sih, kak Alva nya malah diem aja langsung tutup"
"Haah, masa sih, gue ngak ngerasa angkat telfon lo deh"
"Ya ngak tau juga sih, dia diem aja soalnya"
Alva pun mulai berpikir ada sesuatu yang tidak beres dengan ini. Tiba tiba saja
"Aku yang angkat, kenapa" Sela Dean tiba tiba muncul dari belakang meja mereka.
Dean memang sudah dari tadi berada di sana memantau mereka dari awal.
"Dean" Ujar Alva kaget.
"Jadi selama ini, selama hampir kurang lebih empat tahun ini kak Alva belum move on dari kak Ghisella"
Seseorang yang dari kemaren deket dengan Alva ialah Ghisella, mantan Alva waktu SMP, ia yang pernah mendatangi Dean untuk bertanya soal Alva di kelasnya dan membuat nama Dean jatuh di hadapan teman teman nya.
"Dean aku bisa jelasin" Sela Ghisella.
"Stop, kak Ghisel aku ngak ada urusan sama kakak jadi aku mohon, aku ngak mau marah sama kakak"
"Dean tapi-"
"Cukup, kak aku udah kasih satu kesempatan buat kak Alva yang terakhir kalinya, tapi mungkin ini yang kak Alva kasih ke aku"
"Dean, kamu dengerin dulu, aku sama Ghisella cuma bahas kuliah dia mau-" Omongan Alva terpotong oleh Dean.
"Kalo iya pun kenapa kak Alva bohong sama aku kemaren, mama bilang kalo kak Alva pergi kerumah temen buat bantuin daftarin kuliah, tapi kak Alva sendiri bilang kakak pergi ke rumah kak Fiki, jelas jelas notebook kak Alva ketinggalan nya di rumah kak Ghisella"
"Dean maaf, aku cuma takut kamu marah aja, please Dean dengerin aku dulu"
"Ngak, aku udah bosen dengerin penjelasan kakak, dah aku tau kita ngak ada apa apa dan sekarang jangan pernah berharap aku bakal berubah kaya dulu lagi sama kak Alva"
"Dean please lah, maaf"
"Ngak, bye" Dean pun keluar dari cafe.
Alva keluar dan langsung mengejarnya, "Dean, Dean please tunggu dulu" Alva berhasil menyengkalnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
DEVA [REVISI]
Novela JuvenilSejak saat kejadian itu, nama mu selalu terukir di kepala ku, membuat semua tertuju pada satu nama yaitu nama mu -Qhillastika Ardean Marisha- Perubahan itu pasti ada, entah kapan akan berawal itu pasti ada di dalam hidup kita -Alva Arrayan- ...
![DEVA [REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/242178607-64-k38721.jpg)