27.TATAPAN KERINDUAN
"Jangan jadikan masa lalu sebuah masalah, jadikan lah masa lalu adalah sebuah pembelajaran untuk masa depan"
-Qhillastika Ardean Marisha-
***
Jarum jam sudah menunjukkan pukul enam lewat empat puluh lima menit. Dean duduk di bangku nya sambil mendengar kan teman nya bicara, biasa lah tukang rumpi kelas
Lamunan Dean terbuyar saat Fita memanggilnya.
"Eh apa" Sahut Dean kaget.
"Lo kenapa sih, pagi pagi udah murung aja" Tanya Fita.
"Ngak, cuma lagi mikirin masalah rumah" Jawab Dean santai, tapi tidak dengan teman teman nya, yang malah menatap Dean tajam.
"Eh kenapa" Tanya Dean heran.
"Lo kenapa, ada masalah apa sama orang tua, lo dimarahin" Tanya Salma berbondong-bondong.
"Enggak, bukan itu masalahnya, cuma gue lagi pusing aja, tau ah jangan di bahas, dah bahas yang lain aja" Ucap Dean kesal.
"Lo kenapa Yan kok aneh banget sih" Timpal Hisyel.
"Ngak gue ngak apa apa" Jawab nya lalu ia menidurkan kepalanya di atas lipatan lengan nya.
Dean melirik jam tangan nya, "pukul sembilan" Gumam nya.
"Gue ke kamar mandi dulu ya bentar" Ujar Dean lalu pergi.
"Dean kenapa sih aneh banget" Celetuk Salma.
"Iya ngak kaya biasanya" Jawab Riana.
"Ini jam kosong kan" Tanya Fita.
"Iya lah, jam berapa ini" Jawab Relia.
"Ke kantin aja yuk, gue laper" Saran Fita.
"Bentar nunggu Dean dulu" Sahut Hisyel.
Tak lama Dean pun kembali.
"Yan ke kantin yuk" Ujar Riana.
"Ya boleh"
Mereka pun berjalan menuju kantin. Saat di kantin Dean melihat ada Alva, Vio, Fiki dan Samudra di sana.
Dean yang sadar dia duduk di sebelah meja nya pun bangkit dan pindah posisi.
"Lo sebelah sini" Ujar Dean bangkit dari duduknya.
"Kenapa" Tanya Salma.
"Ngak apa apa, cepet"
Salma pun bergeser ke sebelah kanan. Dan Dean duduk di tempat Salma.
"Ada kak Alva ya" Ujar Salma.
Dean hanya mengangguk kecil.
"Dah ngak apa apa, di buat biasa aja" Timpal Fita.
Dean hanya tersenyum, dan melanjutkan makan nya.
Saat sedang makan Dean sempat melirik ke meja Alva, tak sengaja pandangan mereka bertemu.
Sekilas mereka saling menatap, dan Dean langsung membuang mukanya.
Dalam hati dia senang bisa melepaskan kerinduan nya dalam tatapan ini.
Tetapi dia juga masih malas untuk berurusan dengan nya.
Alva yang sempat adu pandang pun hanya membalas dengan senyuman saat Dean mengalihkan pandangan nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
DEVA [REVISI]
TeenfikceSejak saat kejadian itu, nama mu selalu terukir di kepala ku, membuat semua tertuju pada satu nama yaitu nama mu -Qhillastika Ardean Marisha- Perubahan itu pasti ada, entah kapan akan berawal itu pasti ada di dalam hidup kita -Alva Arrayan- ...
![DEVA [REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/242178607-64-k38721.jpg)