"Mampir dulu aja gimana? Sekalian sarapan bareng, ya?" Tanya seseorang yang duduk di kursi penumpang di sebelahnya dengan raut wajah sumringahnya, dan tentu saja hal tersebut menjadikan Yoana sedikit tidak tega untuk menolaknya.
"Anggap sebagai ucapan terima kasihku setelah Mbak Yoana udah nganterin aku pulang." Bujuknya lagi.
"Katanya mau sekalian ngasih jasnya Bang Dirga kan?" Ujarnya lagi sembari melirik paper bag yang-masih-berada di jok belakang mobil Yoana. Yang hingga saat ini belum sempat Yoana kembalikan pada sang pemiliknya.
"Aku titipkan ke kamu aja ya, Rea?" Tolak Yoana halus.
Bukan apa-apa, ia hanya tidak enak sepagi ini datang ke apartemen Rea-eh, atau lebih tepatnya apartemen Dirga. Berkunjung sepagi ini ke kediaman seorang laki-laki bukanlah hal yang baik. Apalagi orang itu bukan siapa-siapanya.
Ya, seseorang yang ditemuinya di depan minimarket tadi adalah Audrea. Perempuan itu mengatakan kalau ia tengah menunggu taksi online untuk berkunjung ke apartemen Dirga. Karena Yoana yang tau apartemen Dirga searah dengan apartemennya, ia memutuskan untuk menawarkan tumpangan pada Audrea. Awalnya Audrea menolaknya, karena takut merepotkan. Namun setelah Yoana mengatakan kalau tujuan mereka searah jadilah akhirnya Audrea menerima tawarannya.
"Untuk masalah nganterin kamu pulang, aku nggak masalah sama sekali. Apartemen ku nggak jauh dari sini."
Audrea menatap penuh harap pada Yoana, "Sebentar aja kok. Hanya sarapan, terus nanti Mbak Yoana langsung pulang juga nggak apa-apa." Ujar Audrea sembari melepaskan seat belt.
"Ya?" Tanya Audrea lagi, memastikan.
Yoana mengangguk, tidak tega melihat Audrea yang terlihat sangat kekeuh membujuknya. Yang dibalas dengan senyuman lebar oleh Audrea.
"Ayo, Mbak. Masuk aja, sepertinya Bang Dirga lagi nggak ada di dalam." Ajak Audrea setelah membuka pintu unit apartemen Dirga.
Yoana mengangguk lalu mengikuti langkah Audrea yang lebih dulu masuk kedalam. Dan sepertinya dugaan Audrea benar, karena setelah Yoana masuk ia mendapati kondisi apartemen yang sepi.
"Mbak Yoana mau minum apa?" Tanya Audrea.
"Air putih aja."
"Oke," balas Audrea kemudian melangkahkan kakinya menuju dapur.
Diedarkannya pandangannya ke sekeliling ruangan. Terkesan sangat laki-laki sekali, pikirnya.
Apartemen Dirga didominasi dengan warna abu-abu dan hitam. Lalu di salah satu pojok ruangan terdapat sebuah meja yang diatasnya terdapat beberapa foto disana. Dihampirinya meja tersebut, lalu diambilnya sebuah foto yang terdapat seorang anak kecil laki-laki yang sepertinya berumur sekitar lima tahunan, tengah tersenyum memperlihatkan matanya yang menyipit membentuk bulan sabit, sangat menggemaskan.
"Aku taruh sini ya Mbak." Ujar Audrea tiba-tiba yang berhasil membuat Yoana terkejut.
"Oh, iya. Makasih."
Yoana meletakkan kembali foto yang diambilnya keatas meja, lalu berjalan kearah ruang tamu.
"Mbak Yoana mau request menu sarapan?"
Yoana tersenyum lalu menggeleng, "Apa aja boleh. Boleh ikutan masak?" Tanya Yoana setelah ikut bergabung dengan Audrea di dapur.
"Eh, nggak usah. Mbak Yoana tunggu aja." Tolak Audrea sembari melanjutkan kegiatannya memotong bawang bombai.
"Nggak apa-apa. Nggak enak kalau nggak bantuin."
"Mau masak apa?" Tanya Yoana setelah mencuci gelas bekas minumnya juga mencuci tangannya.
"Nasi goreng bakso. Mbak Yoana suka?" Tanya Audrea memastikan.
"Uhm, suka. Ada bahan untuk acar nggak? Sepertinya enak kalau makan nasi goreng dengan acar."
Audrea membuka pintu kulkas mengecek apakah bahan untuk membuat acar tersedia di sana, "Hanya ada timun, dan nggak ada cukanya."
"Ada lemon?" Tanya Yoana yang dibalas anggukan oleh Audrea.
"Well, pakai lemon juga bisa." Dan setelahnya keduanya sibuk memasak makanan untuk sarapan mereka.
Setelah setengah jam berlalu nasi goreng bakso serta beberapa makanan pelengkapnya sudah siap diatas meja makan. Dan tak lama kemudian pintu apartemen terbuka, menampilkan sosok Dirga dengan pakaian olahraganya yang terlihat basah oleh keringat.
Dirga membulatkan matanya mendapati Yoana yang tengah berkutat di dapur apartemennya bersama dengan Audrea, "Loh, Yoana?"
"Oh, hai. Habis jogging?"
"Iya." Balas laki-laki itu yang kini melangkah menuju dapur, berniat untuk mengambil air minum. Kalau ditanya bagaimana perasaan Dirga sekarang, jawabannya adalah terkejut dan senang. Bagaimana tidak, ia bahkan sempat mengira kalau ia salah masuk apartemen tadi.
"Tadi Mbak Yoana yang nganterin gue pulang. Nomor lo gue telfon nggak aktif. Kebiasaan." Ujar Audrea pada Dirga.
Dirga meringis, "Maaf, gue lupa kalau hari ini lo mau mampir."
"Untung tadi gue ketemu Mbak Yoana." Balas Audrea, "Aku izin ke kamar sebentar ya, Mbak. Mau nge-charge handphone." Pamit Audrea pada Yoana.
"Jangan macam-macam." Bisik Audrea sembari menepuk pundak kakak laki-lakinya pelan, dan dibalas deheman oleh Dirga.
"By the way, udah lama?" Tanya Dirga sesaat setelah meneguk habis air minumnya. Lalu menolehkan wajahnya kearah Yoana yang duduk disebelahnya.
"Lumayan. Oh, iya gue kesini sekalian mau mengembalikan jas lo yang waktu itu." Ujar Yoana, ''Udah gue kasih ke Audrea. Sepertinya ditaruh di kamar lo."
"Seharusnya nggak usah lo kembalikan juga nggak apa-apa." Balas Dirga sembari terkekeh.
"Jas lo mahal, gue takut bawanya. Kalau ada apa-apa takut nggak bisa gantinya." Ujar Yoana bercanda yang dibalas Dirga dengan kekehan gelinya.
"Gue mandi sebentar nggak apa-apa kan? Masa mau sarapan bareng gue masih bau."
Sekarang giliran Yoana yang terkekeh, "Iya bau banget. Sana mandi."
"Bau gini, banyak perempuan yang ingin melihat gue dalam kondisi yang seperti ini, asal lo tau."
Yoana mendengus, "Gue percaya, dan sangat bersyukur karena menjadi perempuan yang beruntung bisa melihat sosok Audirga dalam kondisi seperti ini."
Dan akan ada saatnya lo akan melihat gue seperti ini setiap hari, Yoana. Lihat saja. Tentu saja Dirga hanya mengatakannya dalam hati.
"Ya udah, sebentar ya. Atau lo mau ikut dengan gue?" Tanya Dirga sembari menaikkan sebelah alisnya.
"Sounds interesting. But no, thanks."
Lalu keduanya terkekeh.
-
Kangen tidak? Nggak? Oh, yaudah. Hahaha canda teman. Maaf baru sempat update ya.
Gimana sampai sini? Masih asik kan? Atau udah bosen karena kelamaan nunggu 🙄
Buat part depan aku usahakan lebih cepat update deh. Apalagi kalau part ini bisa tembus 50 vote.
Info update atau spoiler cek,
ig: _raawwrr.rr
KAMU SEDANG MEMBACA
Oh La La Laa
Ficción GeneralGoddess series #1 ------------------------------ Please allow me Into your reality I'll approach you, so hold on to me.. Written in bahasa Start : Januari /26 /2021 End : Desember/14/2022
