22. kepolosan Belica

8.9K 432 28
                                        

"Kau yakin akan pergi ??"

Dzaky melihat ke arah Boyzian yang sudah bersiap-siap untuk pergi ke perusahaan tempat dimana Adam bekerja. Dan Boyzian hampir kehilangan kesabaran, karena pertanyaan Dzaky yang terus di ulang bahkan hampir 10 kali lebih.

Ya, memang pagi ini, Boyzian sudah bersiap untuk pergi, dan semalam Boyzian bahkan sudah meyakinkan Dzaky jika dia akan baik-baik saja. Tapi entah kenapa hingga saat ini Dzaky terus mempertanyakan hal tersebut.

"Kau sudah bertanya 10 kali lebih."

"Aku tahu. Aku hanya ingin memastikan saja."

"Aku bukan anak kecil, jika dia melakukan hal yang di luar batas, aku akan memukulnya." Ujar Boyzian.

"Aku tahu... Aku tahu..."

"Daripada kau mengkhawatirkan aku yang bisa melindungi diri sendiri, lebih baik kau menjaga Belica." Ujar Boyzian mengingatkan Dzaky tentang adanya Belica di rumah mereka.

"Kau tahu, Marchel mengincar gadis polos itu."

Lalu Boyzian keluar dari pintu, sembari membawa kunci mobil pribadi nya itu. Ya, Boyzian sengaja menggunakan mobil pribadi nya untuk berangkat ke perusahaan yang di tuju oleh Adam. Boyzian sudah mempersiapkan semuanya jadi, tidak ada yang perlu di khawatirkan.

Boyzian masuk ke dalam mobil sport berwarna biru milik nya.

"Kita lihat seberapa hebat permainan mu, Adam."

~beberapa menit kemudian~

Boyzian segera melangkahkan kakinya. Matanya memandangi beberapa orang lalu lalang di sana. Bibirnya menyeringai, dalam hatinya memuji betapa indah, dan luasnya gedung perusahaan tersebut. Tidak buruk batin Boyzian.

Ya, lelaki itu sudah sampai di perusahaan tempat dimana Adam bekerja. Tidak butuh waktu lama bagi Boyzian untuk bisa sampai ke gedung yang dia tuju, karena memang letak nya yang tidak terlalu jauh, dan Boyzian itu bukan kura-kura ataupun siput.

Boyzian melangkahkan kakinya, mencari dimana Adam saat ini, hingga matanya menangkap sesuatu yang membuat nya tersenyum licik saat ini. Di depan sana, ada Marchel yang sedang berdiri sembari berbicara dengan beberapa orang. Boyzian tahu, iya, dia tahu jika Marchel juga menjadi model di perusahaan yang sama dengan Adam.

Ah ini akan semakin menyenangkan batin Boyzian, dia lalu melangkah menjauhi dari tempat itu dan menuju ke ruangan dimana yang sudah di janjikan oleh Boyzian dan juga Adam.

"Boyzian, kau sudah datang ??"

Adam terkejut saat melihat Boyzian mulai memasuki kantin, yang dimana sudah di janjikan oleh Boyzian dan Adam. Mereka berjanji di kantin, agar lebih mudah karena gedung itu memiliki hampir begitu banyak ruangan dan dengan nama yang hampir mirip, jadi kalau tidak teliti bisa salah masuk ruangan.

Dan karena kantin disana hanya ada satu, makanya Adam mengajak Boyzian untuk bertemu di kantin.

"Kau menunggu lama ??" Tanya Boyzian melangkah mendekati Adam, dan duduk di seberang teman fotografer nya itu.

"Tidak juga, aku baru saja datang."

"Oh iya, aku melihat Marchel disini, apa dia juga bekerja disini ??"

"Kau mengenal nya ??"

Boyzian terkekeh pelan, astaga. Tidak mungkin Boyzian tidak mengenal saingan rival model nya itu. Sejauh ini, model yang selalu berusaha untuk menjatuhkan nama baiknya itu selalu saja memiliki begitu banyak rencana busuk. Sayangnya Marchel lupa, jika Boyzian itu mafia yang paling licik dan cerdik di Amerika Serikat.

"Ah, dia rival ku."

"Maafkan aku, aku tidak tahu jika-"

"Tidak masalah." Ujar Boyzian dengan langsung memotong ucapan Adam.

"Jadi, bisa kita bicarakan kerjasama ini ??"

"Tentu saja." Ujar Boyzian tersenyum lebar.

~sementara~

"Katherine... Boleh aku bertanya sesuatu kepadamu ??"

Saat ini, Katherine berada dalam satu ruangan dengan Belica. Ya, Katherine sering bermain ke kamar Belica, untuk menghibur sekaligus menemani wanita malang yang di kurung oleh sahabat nya itu. Katherine sudah pernah bilang, untuk memberikan sedikit kebebasan kepada Belica untuk berjalan keluar kamar atau mungkin berjalan di taman.

Tapi Boyzian tidak mengijinkan, mengingat jika Marchel itu orang yang nekad. Bahkan sangat nekad, lelaki itu pasti akan masuk menerobos rumah Boyzian demi mendapatkan Belica, dan yang lebih parah Boyzian tidak selalu berada di rumah begitu juga Dzaky.

Boyzian memang memiliki anak buah yang banyak, tapi dia bukan tipe yang mudah percaya begitu saja. Dia jauh lebih percaya jika Dzaky atau dirinya sendiri yang akan menjaga Belica.

"Tentu saja, Belica. Kau mau bertanya apa ??" Ujar Katherine tersenyum ke arah wanita yang sedang duduk di atas ranjang sembari memandangi Katherine dengan tatapan penuh tanda tanya.

"Kenapa... Malam itu..."

"Malam ?? Malam yang mana ??"

Belica terdiam, pipi nya memerah malu untuk mengatakan pertanyaan yang ingin dia tanyakan.

"Err... Malam saat tuan Boyzian mabuk.." ujar Belica malu-malu.

"Iya ?? Malam saat Boyzian... Err... Setelah ke pesta itu."

"Aku... Aku hanya ingin tahu.... Kenapa...

Kenapa saat aku bangun, aku melihat bercak darah di kasur ?? Apakah tuan Boyzian memukul ku saat malam itu ??" Tanya Belica dengan polos.

Katherine membuka mulutnya terkejut, tapi dalam hatinya merasa begitu geli mendengar pertanyaan polos dari Belica. Astaga, dia berfikir itu adalah masalah yang begitu serius.

"Err... Bukan... Dia tidak memukul atau melukai mu Belica.." ujar Katherine dengan terkekeh kaku.

"Lalu ?? Kenapa bagian kasur nya berdarah ??" Ujar Belica dengan sedikit panik menyebut darah disana, tapi disisi lain Belica sendiri juga penasaran meskipun ada sisi takut karena adanya darah di atas kasur nya.

Bagaimana cara aku mengatakan semua pada Belica, astaga dia masih terlalu polos.

"Err... Sebenarnya-"

"Kau sudah tidak perawan." Ujar Dzaky saat masuk ke dalam kamar Belica.

Dzaky kemudian berdiri menatap ke arah Belica yang sedang duduk menatap lelaki itu dengan tatapan penasaran.

"Apa hubungannya aku sudah tidak perawan dengan bercak darah di kasur ??" Tanya Belica.

Hmmm... Cantik, polos, seksi... Sempurna untuk di kotori.. ujar Dzaky dalam hatinya sembari tersenyum licik dan jahil, dan itu membuat Belica semakin penasaran, sementara Katherine menatap datar ke arah Dzaky.

Dasar gangster bejat, aku tahu apa yang kau pikirkan tentang Belica batin Katherine menggelengkan kepalanya.

💚💙💜💙💚

Haiii semuaa...

Apa kabar kalian semua ??

Semoga baik-baik aja ya...

Kira-kira itu Adam bakal ngapain si Boyzian ya ?? Dan kira-kira tuh Belica bisa dapat jawaban nya gak nih ?? 🤣😂

Okee sekian dari Author...

Terima kasih..

She is Our !!!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang