Belica dan Katherine segera berjalan memasuki rumah sakit. Kedua wanita itu mendengar jika Boyzian sudah berhasil di selamatkan dan di bawa ke rumah sakit, tidak tahu seperti apa kondisinya nanti, yang jelas mereka harus segera menemui Boyzian dan melihat kondisi serta mengetahui seperti apa menegangkannya tragedi penyelamatan tadi.
Keduanya kemudian menghampiri customer service di bagian depan, dan bertanya kepada seorang perawat yang memang bertugas dan berjaga disana.
"Permisi, saya ingin menjenguk pasien atas nama Boyzian Reld Bearly. Kalau boleh tahu dimana ruangannya ??" Tanya Katherine kepada perawat perempuan itu.
"Tunggu sebentar."
Perawat itu sempat menatap layar komputer untuk mengetahui dimana letak kamar Boyzian saat ini. Setelah mengetahui informasi tentang Boyzian, perawat itu menjelaskan kepada kedua perempuan itu.
"Pasien Boyzian Reld Bearly, saat ini sedang di rawat di ruang ICU. Tapi kalian bisa ke ruangan VIP nomer 7 dilantai 4, disana anda bisa menunggu disana."
Katherine mengangguk, "Terima kasih."
"Sama-sama."
Katherine lalu menarik tangan Belica dan menuju ke lift untuk naik menuju lantai 4. Karena lift tampak begitu sepi, hanya ada 3 orang, dengan Belica dan Katherine, serta satu orang lainnya. Belica kemudian mendekati Katherine dan bertanya.
"Bukannya Boyzian masih di ruang ICU ya ??"
Katherine mengangguk, "Tapi kamar VIP udah bisa di pesan sebelum pasien di operasi, jadi biar keluarga ada tempat buat nungguin."
Belica mengangguk, dia baru tahu ada hal seperti itu di rumah sakit disini. Lalu kedua perempuan itu berdiam dengan pikiran cemas mereka masing-masing, ruang ICU ?? Mungkin separah itukah kondisi Boyzian saat ini ?? Hingga lift berhenti di lantai 4.
Katherine kemudian menggandeng tangan Belica berjalan, lalu mencari beberapa ruangan disana. Karena lantai 4 khusus untuk ruangan VIP, maka tidak ada kursi duduk di bagian luar, hanya ada ruangan khusus untuk perokok. Karena ruangan VIP memiliki tempat ruang sendiri untuk keluarga bisa menunggu, duduk, dan berbicara disana.
Setelah sampai di ruang VIP 7, Katherine membuka pintu ruangan dan melihat ruangan awal mereka yakni ruangan yang mirip ruang tamu. Ruangan berbentuk persegi panjang, dengan sofa empuk yang cukup untuk 8 orang, meja, kulkas serta pintu menuju kamar mandi. Katherine dan Belica melihat ada beberapa orang disana, ada Jack, Dzaky, dan Saint.
Tapi yang menarik perhatian mereka adalah, Marchel yang juga ada disana. Membuat keduanya cukup kaget. Lalu Saint memanggil keduanya menunjuk ke arah sofa yang kosong.
"Duduklah disana, kita akan bercerita semuanya. Tapi sebelum itu, kita mendengarkan penjelasan dari Marchel." Ujar Saint.
Belica dan Katherine mengangguk, keduanya duduk dan menatap Marchel dengan tatapan penasaran. Lalu Dzaky bertanya kepada Marchel dengan rasa penasaran tapi sedikit menghina nya, mengingat Marchel selalu berusaha menjatuhkan atau melukai Boyzian.
"Jadi apa yang membuat mu menolong Boyzian ?? Bukankah kau sangat membenci nya ?? Apa yang membuat mu berubah pikiran ??"
"Santai lah, Dzaky... Jangan bertanya terlalu keras, lagipula apa salahnya seorang mantan memperdulikan kekasihnya dulu." Ujar Saint menjawab sebelum Marchel, membuat semua yang ada disana kaget, bahkan Dzaky tampak nya baru mengetahui hal ini.
"Hah ?! Mantan !!!" Ujar mereka semua dengan serempak, kecuali Marchel dan Saint tentunya.
Marchel terkekeh pelan, "Dzaky kamu jangan percaya diri dulu, merasa sebagai kekasih pertama nya Boyzian. Nyatanya, akulah kekasih pertama Zian."
KAMU SEDANG MEMBACA
She is Our !!!
Romance[Tamat / ending] 21 ++++ warning : • little gay (ada sisipan cerita gay) • mature adult (adegan dewasa laki dan perempuan) • threesome (cowok - cewek - cowok) • action Dua pasangan lelaki yang kejam dan sadis. Boyzian, model ternama Amerika Serikat...
