Boyzian menampilkan raut wajah kesalnya. Kenapa, saat Belica meminta untuk di temani oleh Boyzian dan Dzaky ke taman. Dzaky justru memberikan kabar jika dia tidak bisa ikut, beberapa pekerjaan di perusahaan nya menumpuk, dan harus segera di selesaikan. Padahal Boyzian sudah menceritakan tentang teror yang menimpa mereka, apalagi Belica meminta untuk berjalan di taman umum, sudah pasti rawan berbahaya.
"Udahlah, Boy. Lagian Dzaky udah nyuruh anak buahnya buat jagain kamu sama Belica, itu wajah gak usah kusut kek baju belum di setrika." Ujar Katherine mencoba menenangkan Boyzian.
Boyzian menghela nafasnya berat, "Tetep aja, masalahnya musuhnya gak cuma satu."
Katherine menghela nafas kasar,"Halah alasan, biasanya aja bertarung tanpa senjata aja bisa. Takut di teror apa kangen nih sama Dzaky ??"
"Ish~ apaan sih, Beli~ emang kamu kangen sama Dzaky ??" Tanya Boyzian dengan kesal, lalu menatap ke arah Belica yang duduk mendengarkan interaksi kedua sahabat itu. Belica tertawa kecil.
"Kangen, pengen jalan bareng malah. Tapi bertiga, aku, Boy, sama Dzaky."
"Tuh, belica aja ngaku. Jangan gengsi gitu kalau emang kangen, bilang ntar Dzaky datang." Ujar Katherine menggoda membuat Boyzian memutar matanya malas, sementara Belica kemudian bertanya kepada Boyzian.
"Kita harus pakai penyamaran gak ??" Tanya Belica, mengingat nama nya dan Boyzian begitu terkenal sebagai pasangan model paling romantis dan foto mereka berdua terpasang di majalah manapun, jadi tidak heran jika Belica berfikir mereka akan menggunakan penyamaran.
"Kamu maunya gimana ?? Kalau pengen pendekatan dengan fans biasanya tampil apa adanya. Tapi kalau gak mau di ganggu, ya terpaksa kita nyamar." Ujar Boyzian, membuat Belica mengangguk kemudian berfikir, sepertinya tidak usah lagian para penggemar Boyzian tidak seganas yang dia kira, sekalian mau nyapa penggemar juga gak ada salahnya kan ??
"Gak usah aja." Ujar Belica tersenyum manis, Boyzian mengangguk menuruti ucapan Belica.
"Nurutin kemauan Belica ya, biasanya kalau sama Dzaky tanya dulu ke suami, kalau sama Belica tanya dulu ke istri." Ujar Katherine.
"Jelas, sebagai suami, ayah sekaligus istri yang baik." Ujar Boyzian dengan penuh percaya diri
"Itu pasir apa julukan, banyak banget."
"Harus, udah yuk Beli~ kita ke taman sekarang."
Katherine menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Boyzian yang sudah menjadi sahabatnya itu. Sekarang Boyzian benar-benar berbeda jauh dari sebelumnya. Oh iya, ngomong-ngomong Katherine ikut, dia tidak mau menjadi obat nyamuk bagi keduanya, dan lagipula anak buah Dzaky sudah cukup banyak menjaga mereka berdua jadilah Katherine memilih berada di dalam rumah dan bersantai.
~ ~ ~
Benar pilihan Belica, tanpa penyamaran mereka memang begitu banyak penggemar yang datang berlalu untuk meminta foto, meminta tanda tangan dan ada yang ingin berjabat tangan. Tapi pilihan Belica tidak salah, penggemar Boyzian memang tidak ganas atau tidak menggila seperti penggemar pada umumnya.
Kalau Boyzian pernah bilang, penggemar model itu berbeda dari penggemar boyband atau penyanyi. Entah kenapa, tapi yang jelas penggemar model memang berbeda dari penggemar gila para penyanyi pada umumnya. Tidak hanya dari kalangan kaum hawa, terkadang para lelaki datang meminta tanda tangan mereka, dan ada yang begitu menyukai Boyzian sebagai idola. Mengingatkan nya pada June yang ternyata penggemar rahasia Boyzian.
"Gak capek kan, ngelayani mereka ??" Tanya Boyzian kepada Belica.
Belica menggelengkan kepalanya, dan menampilkan raut wajah senang tanpa ada rasa terganggu sedikitpun, "Aku malah suka, mereka baik."
Boyzian mengangguk, "Iyalah, kalau ada yang macam-macam kan ada yang ngelindungin."
Boyzian menunjuk ke belakang mereka, memang terdapat beberapa lelaki berpakaian kemeja hitam dan kacamata hitam. Mereka adalah bodyguard Boyzian dan Belica, atau bisa di bilang anak buah Dzaky yang di perintahkan untuk melindungi mereka berdua. Belica sedikit bergidik ngeri, anak buah Dzaky memang terlihat seram, di tambah lengan berotot yang terlihat kuat, mungkin Belica akan pingsan hanya dalam satu pukulan saja.
Tiba-tiba, seorang lelaki anak buah Boyzian disana datang, memberikan pertanyaan kepada Boyzian dan juga Belica.
"Tuan, beberapa orang ingin memberikan makanan, minuman serta kado untuk kalian berdua, bagaimana ??"
"Gimana Beli~ ?? Mau di terima atau suruh kirim ke rumah ??"
Biasanya jika jumlah terlalu banyak, Boyzian akan menyuruh para penggemar nya mengumpulkan dan di kirim ke rumahnya. Karena terkadang Boyzian sendiri tidak mungkin akan membawa begitu banyak barang, tapi kali ini ada Belica mungkin wanita itu ingin menerima hadiah secara langsung.
"Suruh kesini aja di kasih langsung, aku pengen tahu wajah orang yang ngasih." Ujar Belica, Boyzian mengangguk menuruti ucapan Belica.
"Suruh bawa kesini."
"Baik, tuan."
Setelah lelaki suruhan Boyzian pergi, tidak perlu menunggu lama. Beberapa orang mendatangi Boyzian dan Belica membawa sesuatu di tangan mereka. Dengan ramah, kedua pasangan itu menerima, serta mengucapkan terima kasih. Tidak jarang beberapa penggemar mengajak mereka berbicara, dan Boyzian menanggapi dengan ramah. Belica menjadi paham, kenapa penggemar Boyzian itu banyak.
Selain ramah kepada model lain, dan beberapa orang di sekitar, bahkan kepada para penggemar Boyzian juga begitu rendah hati, menerima apapun hadiah dari penggemar nya. Tidak peduli meskipun itu hanya berupa coklat sebatang, atau hanya kartu ucapan yang mereka buat sendiri. Tapi Boyzian menerima itu dengan senang hati, dan berterima kasih kepada mereka.
Hingga dua perempuan datang memberikan makanan dan juga botol minuman kepada Belica. Dengan senang hati wanita itu menerima minuman itu, dan kebetulan dia saat ini begitu haus. Boyzian yang melihat itu tampak sedikit curiga, dia melirik botol minuman yang di bawa oleh Belica. Wanita itu sudah membuka tutup botol minuman itu, dan..
"Beli~ minta minumnya dong~ haus." Ujar Boyzian agak manja ke arah Belica.
"Eh ?? Boyzian haus ??"
Boyzian mengangguk imut, membuat beberapa penggemar mengabadikan momen menggemaskan itu melalui foto ataupun juga video, mereka berfikir betapa menggemaskannya kedua pasangan itu. Belica mengangguk, menyerahkan botol air minum itu kepada Boyzian.
"Boleh, ini.."
"Makasih, sayang~" Boyzian sengaja mengecup kening Belica, membuat suara sorakan dari para penggemar membuat Belica memerah malu.
"Ish, Boyzian jangan kaya gitu, malu."
Boyzian terkekeh pelan, dia segera mendekatkan botol minuman ke mulutnya hingga hidung nya mencium aroma yang begitu mencurigakan dari minuman itu. Ini.. berbau seperti racun batin Boyzian dengan curiga, tapi karena dia berada di depan para penggemar, dia tidak bisa membuang minuman ini begitu saja.
Semoga saja aku masih hidup batin Boyzian meminum minuman itu. Rasa minuman itu juga sangat aneh, bagi Boyzian. Belica yang tidak tahu apapun, hanya tersenyum melihat Boyzian menghabiskan semua minuman di botol.
Tidak banyak yang menyadari Boyzian mulai melemas, pandangan nya kabur, dan secara perlahan di liputi kegelapan....
Semakin gelap....
Dan.....
Bruk !!
"BOYZIAN ?!!"
Boyzian ambruk di atas tanah.
💜💙💚💙💜
Semoga saja Boyzian masih hidup ya 😨😨 btw serem banget, Boyzian ambruk di atas tanah.
Lagian udah tahu racun masih di minum, kira-kira alasan Boyzian minum racun kenapa ya 🤔🤔
Jangan bilang pengen bunuh diri masuk Isekai, biar bisa ngeharem di sana 😂🤣 mengingat jika dia adalah hypersex.
Boyzian : 😒😒😒
Udah gitu aja dari Author nya, terima kasih 😘😘
KAMU SEDANG MEMBACA
She is Our !!!
Romance[Tamat / ending] 21 ++++ warning : • little gay (ada sisipan cerita gay) • mature adult (adegan dewasa laki dan perempuan) • threesome (cowok - cewek - cowok) • action Dua pasangan lelaki yang kejam dan sadis. Boyzian, model ternama Amerika Serikat...
