28. cemburu ?? (Boyzian - Belica)

9.8K 397 42
                                        

Boyzian duduk di kursi, sembari memandangi Belica yang juga duduk di sebelahnya. Tampak dari tatapan Boyzian ada rasa tidak suka dari Belica, sebenarnya bukan karena lelaki itu masih membenci Belica, tapi karena tingkah wanita itu yang masih terlalu ramah dan polos itu terus menunjukkan senyum manisnya.

Belica yang mengetahui tatapan itu, hanya berdoa dalam hati sembari menahan ketakutan karena tatapan tajam Boyzian yang terus mengarah kepadanya. Entah kenapa, tatapan itu terus tertuju padanya dari awal mereka masuk ke gedung ini.

Gedung tempat pemotretan nya dengan Boyzian, di depan pintu masuk gedung, sudah banyak para wartawan mengerubungi mereka. Jadi keduanya agak kesulitan dalam melangkah masuk ke gedung, tapi beruntung ada banyak bodyguard yang menjaga mereka dari para fans dan wartawan berita yang berusaha untuk mengambil foto mereka atau ingin memberikan beberapa daftar pertanyaan.

Lalu kemudian mereka bertemu lelaki yang tidak kalah tampan dari Boyzian dan Dzaky, lelaki yang mengaku bernama Adam sebagai fotografer mereka dalam acara pemotretan. Entah kenapa Belica sempat melihat Adam menatap ke arahnya dengan tatapan tidak suka, tapi justru Boyzian memeluk Belica dengan erat, membuat tatapan Adam kepada Belica semakin kuat.

Selain Adam, tadi Belica juga bertemu dengan Marchel yang merupakan saingan model Boyzian. Sama seperti Adam, Marchel memberikan tatapan tidak suka tapi Marchel mengarahkan tatapan itu kepada Boyzian bukan kepada Belica. Tapi tetap saja, ini menganggu Belica.

Dia berfikir sebenarnya ada apa dengan lelaki di sekitar nya, kenapa memberikan tatapan tidak suka. Apa karena pakaian yang dia pakai, atau karena model dari tubuhnya ?? Aneh, tadi Adam, lalu Marchel, sekarang Boyzian memandang nya tidak suka.

Ada apa dengan para lelaki, mereka memberikan tatapan tidak suka. Apa mereka sedang badmood atau mungkin sedang dalam hormon yang buruk. Tatapan mereka seakan-akan ingin merobek tubuh Belica.

Belica ingin sekali bertanya, kenapa Boyzian menatapnya dengan begitu tajam dan sinis seperti ini, padahal sebelumnya baik-baik saja. Tapi Belica tidak berani mengambil resiko menerima ucapan kasar, atau nada tinggi dari Boyzian apalagi ini di tempat umum, mereka harus menjaga image mereka sebagai pasangan kekasih.

"Nanti...."

Belica menoleh saat Boyzian mulai berbicara padanya dengan nada di tekan, dan seperti terpotong. Belica terpaksa menatap ke arah Boyzian meskipun dalam hatinya sedikit ketakutan.

"...kita akan melakukan pemotretan lagi... Aku harap kau mempersiapkan diri mu." Lanjut Boyzian.

"Te...tenang saja... Tu... Maksudku.. aku siap." Ujar Belica, untung dia belum keceplosan untuk mengatakan atau memanggil Boyzian dengan sebutan tuan.

Bisa gawat kalau itu terjadi, batin Belica.

"Bagus." Ujar Boyzian sembari mengeluarkan botol minuman yang dia beli tadi, lelaki itu membuka botol tersebut dan hendak minum, tapi kemudian dia melihat Belica belum meminum apapun.

Lelaki itu menyerahkan botol minuman dan memberikan kepada Belica. Wanita itu sedikit terkejut, tapi dia menerima botol itu.

"Minumlah, kau pasti haus."

"Terimakasih."

"Oh, dan kau boleh bertanya jika ada sesuatu yang menganggu mu." Ujar Boyzian lagi, dan itu membuat Belica terkejut.

Bagaimana Boyzian bisa tahu kalau Belica ingin berbicara dan bertanya kepadanya tentang masalah tatapan tajam yang dia terima dari beberapa lelaki termasuk Boyzian itu sendiri.

"Apa penampilan ku begitu buruk ??"

"Tidak."

"Lalu kenapa mereka menatap ku seperti ingin membunuh ku."

Boyzian terdiam sejenak, dia lalu melihat Belica tampak begitu penasaran disana terus menatapnya.

"Abaikan saja, mereka hanya iri." Tentu saja Boyzian mengatakan tentang Marchel dan juga Adam.

Belica terdiam sejenak, tapi dia berfikir untuk memberanikan diri bertanya kepada Boyzian. Entah apakah nanti lelaki itu akan menjambak rambutnya secara kasar, atau mendorong nya disana, tapi Belica benar-benar begitu penasaran dengan tingkah Boyzian.

"Ta..tapi anda juga memberikan tatapan seperti itu..."

Boyzian terdiam sejenak, dia menoleh dan melihat Belica. Tubuhnya mendekat ke arah Belica, dan mendorong nya ke belakang. Tubuh mereka begitu dekat, dan wajah mereka juga. Kalau saja ada yang mau mendorong mereka, pasti ciuman akan terjadi disana.

Boyzian menatap Belica dengan begitu serius, hingga membuat Belica sedikit ketakutan, apakah Boyzian benar-benar marah kepadanya hanya karena pertanyaan seperti ini. Tapi semua pikiran negatif Belica buyar, saat Boyzian membuka suara.

"Kau... Ingin tahu kenapa aku menatap mu seperti itu ???"

Belica mengangguk penasaran.

"Itu.. karena kau terus tersenyum kepada para wartawan sialan itu.."

"Ehh ??"

"Kenapa ?? Kau tersenyum kepada semua lelaki disini ?? Dan bahkan kepada orang seperti wartawan rendahan itu ??" Tanya Boyzian mengimindasi Belica, dan itu membuat wanita itu heran dan bingung.

"Ta..tapi... Bukankah tersenyum adalah bagian dari penyamaran ?? Aku berusaha menjadi ramah agar tidak membuat nama mu hancur karena aku. Aku... Aku berusaha membuat nama mu menjadi lebih baik dan lebih besar.." ujar Belica dengan nada sedikit ketakutan.

Boyzian terdiam sejenak, dia mendekatkan mulutnya ke telinga wanita itu kemudian mulai berbisik disana.

"Tidak perlu... Tidak perlu tersenyum terlalu manis seperti itu kepada orang lain, terutama lelaki."

"Ta...tapi kenapa ???"

"Lakukan saja."

"Ba..baiklah..."

💚💙💜💙💚

Dasar Boyzian, kalau cemburu tuh ngomong jangan kek gitu... Ntar Belica lebih milih Dzaky malah cemburu 🙄🙄

Boyzian : siapa bilang cemburu ?!

Eh awas yaa, ntar cemburu beneran dan jadi cinta mati sama Belica, aku ketawain sampai Corona di Indonesia hilang.

Dzaky : helehhh emang tahu kapan Corona bakal selesai ??

Gak 😢😢😢 doain ajalah semoga cepet selesai, bosen di rumah.

Ya gak reader ?? 😉😉😉

Okee sekian dan terima kasih..

She is Our !!!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang