REJECT ME BY GALEXIA
Instagram : @gaalexiaa dan @hf.creations
****
"Happy sweet seventeen anak kesayangan Papaaa!" riuh riang suara sang Papa dari ujung sambungan video call membuat kegembiraan Gea bertambah pagi ini. Sebenarnya akan lebih baik lagi jika sang Papa ada di sini dan merayakan hari ulang tahunnya secara langsung.
Tapi berhubung Papanya ada di luar kota karena urusan pekerjaan, Gea akan mencoba cukup dengan hal ini. Paling tidak mereka masih bisa berhubungan meski hanya secara virtual.
"Maafin Papa ya tahun ini nggak bisa rayain ulang tahun kamu secara langsung," ujar Mahen merasa bersalah.
Gea jadi ikut-ikutan murung melihat wajah sedih Papanya dari layar. "Ihhh, no problem Pah, no problem. Lagian kan masih ada tahun depan, makanya doain aku panjang umur."
"Aamiinn." Mahen tersenyum tulus. "Emang pengertian banget deh anak Papa."
"Kalo gitu oleh-olehnya banyakin yaaa!"
"Yeee, ngelonjak."
Gea malah nyengir tak berdosa.
"Omong-omong Mama sama Kakakmu mana?"
"Mama lagi di dapur nyiapin kue sama temen-temennya Kak Aga. Kalo Kak Aga keluar tadi katanya, tapi sampai sekarang belum balik," jelas Gea.
"Keluar kemana?"
Gea mengedikkan bahu. "Nggak tau tuh, rahasia katanya. Sok misterius banget emang."
"Dasar Kakak kamu."
"Anak Papa juga tuh." Gea mencibir.
Mahen tersenyum gemas melihat kelakuan si bungsu. Ingin rasanya dia segera pulang dan bertemu anak-anaknya secara langsung. Tapi apa daya, tuntutan pekerjaan membuatnya harus tetap profesional.
"Kalo gitu udah dulu ya sayang, maaf Papa nggak bisa lama-lama. Masih ada yang perlu diurus. Titip salam ke Mama sama Kakakmu aja ya." Dengan berat hati Mahen mengucap kalimat perpisahan.
"Papa jagi diri baik-baik ya di sana," pesan Gea setengah tak rela sambungan ini berakhir.
"Kamu juga sayang. Selamat bersenang-senang, nanti Papa bawain oleh-oleh yang banyak."
"Dadaaah..." Gea melambai-lambaikan kedua tangannya di depan kamera, Mahen pun juga melakukan hal yang sama.
Sepuluh detik berlalu ayah dan anak itu tak kunjung mengakhiri sambungan video call mereka. "Buruan matiin Pah," gemas Gea.
"Kamu aja."
"Papa aja."
"Kamu aja Gea."
"Udah Papa aja."
Keduanya malah saling adu mulut. Di tempatnya sana Mahen mendengus geli lalu geleng-geleng kepala. Akhirnya dia memutuskan mengalah, kalo nggak gitu ini nanti nggak bakal selesai-selesai. "Ya udah, Papa matiin ya?"
KAMU SEDANG MEMBACA
REJECT ME
Teen FictionDemi kepentingan riset novelnya, Ashena Saletta rela melakukan hal gila!!! Keinginannya satu, dia ingin tau rasanya ditolak cowok. Dan, untuk mewujudkan hal itu Shena rela membuang rasa malunya dan dengan nekat menembak Arga Fidelyo Zavendra, Ketua...
