REJECT ME BY GALEXIA
Instagram : @gaalexiaa dan @hf.creations
****
Arga melihat pantulan dirinya di cermin, memastikan penampilannya kali ini tidak ada yang kurang. Seragamnya dibalut oleh hoodie putih, rambutnya juga sudah cukup rapi, dan tak lupa parfum beraroma woody yang membuat siapapun nyaman berada di dekat cowok itu.
Setelah dirasa sempurna Arga langsung keluar dari kamar dan berjalan menuruni tangga. Senyumnya merekah saat mendapati adik perempuannya sedang menikmati sarapan di meja makan sambil ... nggak tau sambil ngapain. Nggak kelihatan jelas soalnya dari tempat Arga berdiri.
Arga berjalan mendekat. "Bonjour!" sapanya ceria.
Yang disapa menoleh. Kedua sudut bibirnya terangkat sempurna mendapati sosok Arga. "Kak Aga."
"Lagi ngapain, sih? Serius bener?"
Gea mengangkat planner menunjukkannya di depan muka Arga, membuat kedua alis cowok itu bertaut. "Bikin planner lah, emang Kakak nggak ada rencana."
"Yeee, ngatain," cibirnya mengusek-usek rambut Gea gemas.
Arga mempunyai seorang adik yang hanya berusia satu tahun di bawahnya. Namanya Argea Favella Zavendra atau biasa dipanggil Gea. Gea adalah wanita terpenting bagi Arga selain Mamanya. Arga menyayangi dua wanita itu lebih dari apapun. Layaknya kasih seorang anak kepada ibu, dan kasih seorang kakak kepada adik.
Mama dan Gea adalah kekuatan sekaligus kelemahannya. Arga tidak akan membiarkan siapapun menyakiti keduanya. Karena mereka terlalu berharga. Di hadapan mereka sifat Arga yang biasanya garang pun bisa berubah menjadi sosok yang hangat dan menyenangkan.
"Aga kamu sarapan nggak?" Mamanya, Lyta, berteriak dari dapur.
"Entar aja di sekolah, Aga nggak laper."
"Ya udah ini nanti makanannya buat Papamu semua, ya?"
"Iyaaa," balas Arga rela. Pada dasarnya dia emang nggak hobi sarapan.
Saat tengah menuangkan air ke dalam gelas Arga mendapati Lyta yang berjalan dari dapur dengan makanan di kedua tangan. "Mbak Gigi kemana, Mah? Kok tumben Mama yang nyiapin makanan?"
Lyta menatap Arga sekilas, sambil dengan telaten menata makanan di meja. "Mbak Gigi izin libur hari ini. Katanya sih mau di ajak kencan sama Mas Rafi."
"Mas Rafi yang biasanya nganter galon ke rumah?"
Lyta mengangguk cepat. "Nggak nyangka kan kamu kalo mereka deket?"
Entah kenapa tawa Arga langsung menyembur begitu saja. "Berarti selama ini Mas Rafi nganter galon sekalian apel gitu? Parah parah..." Arga geleng-geleng kepala tidak menyangka. Lucu juga kelakuan ART-nya yang satu itu.
Arga meneruskan kegiatan minumnya yang sempat tertunda. Hanya dalam beberapa tegukan segelas air yang semula terisi penuh itu langsung tandas tak tersisa.
"Ya udah kalo gitu Aga berangkat dulu." Arga menyalimi tangan Lyta.
"Yang bener kamu kalo sekolah, nggak usah aneh-aneh. Kamu ini masih ketua OSIS, jadi contoh yang baik buat anggota-anggotamu. Sampe ketahuan bikin ulah awas, ya!" Lyta menasehati anaknya panjang lebar, menekankan kalimat terakhir.
KAMU SEDANG MEMBACA
REJECT ME
Fiksi RemajaDemi kepentingan riset novelnya, Ashena Saletta rela melakukan hal gila!!! Keinginannya satu, dia ingin tau rasanya ditolak cowok. Dan, untuk mewujudkan hal itu Shena rela membuang rasa malunya dan dengan nekat menembak Arga Fidelyo Zavendra, Ketua...
